Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force – RAAF) baru saja menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan perang elektroniknya. Sebuah jet tempur EA-18G Growler milik No. 6 Squadron tertangkap kamera sedang beroperasi dari Pangkalan RAAF Williamtown dengan membawa persenjataan rahasia terbaru, pod Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB) AN/ALQ-249. (more…)
Dalam dinamika konflik modern yang melibatkan teknologi siluman (stealth), radar JY-27 buatan Cina selalu diposisikan sebagai “penangkal” utama bagi dominasi udara Amerika Serikat. Namun, operasi militer terbaru di Venezuela telah memberikan tamparan keras bagi industri pertahanan Beijing. (more…)
Ego antar matra mengemuka dalam pengembangan jet tempur generasi keenam di Amerika Serikat, yang mana Angkatan Laut AS (US Navy) menginginkan jalur yang berbeda untuk penempur generasi penempur masa depan, yang bukan varian naval dari Boeing F-47 NGAD (Next Generation Air Dominance) untuk Angkatan Udara AS (USAF), yang sepintas mengingatkan pada penciptaan rancangan antara F-16 Fighting Falcon dan F/A-18 Hornet. (more…)
Boeing EA-18G Growler banyak disebut sebagai jet tempur spesialis peperangan elektronika (Electronic Warfare/EW) tercanggih saat ini. Dan tahukah Anda, bahwa pada hari ini, 19 tahun lalu, yang bertepatan dengan 15 Agustus 2006, menjadi momen bersejarah lantaran merupakan tanggal penerbangan perdana EA-18G Growler yang kala itu dilakukan di fasilitas Boeing di St. Louis, Missouri. Selama satu jam, prototipe EA-18G Growler sukses menuntaskan penerbangan perdana. (more…)
Bagi jet tempur yang beroperasi dari kapal induk, maka kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) tak bisa bergantung pada dukungan pesawat tanker konvensional, untuk itu “Buddy to Buddy” air refueling jadi pilihan, yakni pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat tempur kawan bertindak sebagai pesawat tanker. (more…)
Ada kabar dari negara bagian California di Amerika Serikat, yakni telah jatuh sebuah jet tempur EA-18G Growler milik Angkatan Laut AS (US Navy), yang selama ini dikenal sebagai pesawat tempur spesialis peperangan elektronika (electronic warfare) tercanggih. Insiden jatuhnya Growler pada 12 Februari 2025 menjadi viral setelah detik-detik jatuhnya pesawat ke Teluk San Diego terekam jelas lewat kamera CCTV pada pukul 10.00 waktu setempat. (more…)
Kemampuan peperangan elektronika – electronic warfare – pada armada jet tempur Australia dikenal sebagai yang terdepan di kawasan regional, yakni dengan keberadaan Boeing EA-18G Growler. Dan terkait dengan peningkatan kemampuan Growler yang telah dijalankan Amerika Serikat, maka Australia telah merancang program upgrade pada armada EA-18 Growler dalam Project AIR 5349 Phase 6 – Advanced Growler. (more…)
Ikon sakral bagi Indonesia, ternyata menjadi nama skadron tempur di Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dimaksud adalah Electronic Attack Squadron 134 (VAQ-134) “Garudas.” Meski tak menyebutkan asal maksud dari penamaan Garudas (Garuda), namun menjadi menarik perhatian, lantaran skadron tempur yang berisikan Boeing EA-18G Growler itu belum lama ini mendapatkan penempatan barunya di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman. (more…)
Guna menghadapi peperangan elektronika, dua negara anggota pakta AUKUS, yaitu Amerika Serikat dan Australia punya andalan tersendiri, yaitu Boeing EA-18G Growler, yang tak lain merupakan varian dari F/A-18F Super Hornet. Melihat kondisi tersebut, mungkin ada rasa tidak nyaman bagi Beijing yang belum mempunyai jet tempur dengan kualifikasi khusus untuk electronic warfare. (more…)
Sampai saat ini, Boeing EA-18G Growler didapuk sebagai jet tempur spesialis peperangan elektronika tercanggih yang ada di pasaran. Lantaran punya kemampuan strategis, selain Amerika Serikat, hanya segelintir negara yang ‘mampu’ mengoperasikan Growler, seperti halnya Australia dan kemungkinan nantinya Jerman. Meski menjadi yang tercanggih di kelasnya, namun rupanya AL Amerika Serikat ingin sesuatu yang lebih dari kemampuan Growler saat ini. (more…)