
Nokia, vendor telekomunikasi ternama asal Finlandia, diwartakan telah menguji coba teknologi seluler 5G selama latihan militer Joint Viking 2025 di Norwegia. Bekerja sama dengan mitra industri terkait, Nokia menggelar AirScale Radios and 5G Standalone Core untuk meningkatkan komunikasi taktis selama latihan pertahanan Arktik multinasional ini. (more…)

Di Negeri Paman Sam, teknologi 5G ibarat ‘dibenci tapi dicinta’, meski debutnya sempat tersandung kasus spionase yang diduga dilakoni Huawei, kemudian berlanjut jadi momok dalam dunia penerbangan, karena dianggap sinyal 5G mengganggu radar altimeter pada pesawat, malah terakhir ada hasil riset yang menyebut teknologi 5G bisa berdampak interferensi pada satelit komunikasi yang digunakan Pentagon. Namun, belum lama, justru teknologi 5G dikembangkan (lagi) untuk kepentingan militer Amerika Serikat. (more…)

Di Amerika Serikat, adopsi teknologi seluler 5G ibarat simalakama, di satu sisi generasi mobile broadband terbaru ini menawarkan tranmisi akses data internet berkecepatan tinggi, yang mana akan sangat berguna dalam era Intenet of Things (IoT). Tapi di sisi lain, 5G menjadi ibarat menjadi ‘pesakitan’ di area penerbangan, khususnya setelah Federal Aviation Administration (FAA) mengakui bahaya dari jaringan 5G terhadap keselamatan penerbangan, dimana jaringan 5G dinilai dapat menggangu kinerja radar altimeter pesawat. (more…)

Saab rupanya menangkap peluang seputar isu teknologi 5G di Uni Emirat Arab. Walau belakangan telah melunak, Amerika Serikat awalnya enggan untuk menjual jet tempur F-35 Lightning II ke negara kaya minyak tersebut, alasan yang dikemukakan Washington adalah potensi bocornya data dan informasi penting yang terkait F-35 oleh intelijen Cina. (more…)