Update Krisis IranKlik di Atas

Nokia Uji Coba Teknologi Seluler 5G Untuk Komunikasi Taktis Dalam Latihan Militer Joint Viking 2025

Nokia, vendor telekomunikasi ternama asal Finlandia, diwartakan telah menguji coba teknologi seluler 5G selama latihan militer Joint Viking 2025 di Norwegia. Bekerja sama dengan mitra industri terkait, Nokia menggelar AirScale Radios and 5G Standalone Core untuk meningkatkan komunikasi taktis selama latihan pertahanan Arktik multinasional ini.

Baca juga: Lockheed Martin dan Verizon Luncurkan Drone Intai dengan Koneksi 5G

Selama uji coba, teknologi 5G Nokia memungkinkan personel lapangan dari berbagai negara dengan aplikasi pertahanan canggih, meningkatkan kewaspadaan situasional secara real-time dan memfasilitasi kerja sama yang lancar di seluruh unit militer.

Solusi Nokia mencakup produk AirScale Radios dan teknologi 5G Standalone Core yang disesuaikan untuk aplikasi pertahanan, untuk meningkatkan komunikasi taktis dan sistem informasi di antara negara-negara yang berpartisipasi. Platform komunikasi 5G Nokia memberi personel militer akses ke real-time battlefield intelligence dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Komando dan kendali pimpinan Joint Viking 2025 memanfaatkan data tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan situasional, menyederhanakan operasi, dan meningkatkan keselamatan serta efisiensi selama latihan.

Joint Viking 2025 berlangsung di Bardufoss, yang terletak di Norwegia utara, di atas Lingkaran Arktik. Latihan ini melibatkan lebih dari 10.000 tentara dari Belgia, Kanada, Finlandia, Perancis, Jerman, AS, Inggris, Belanda, dan Norwegia. Latihan yang diadakan setiap dua tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama militer, mendukung perlindungan sisi utara NATO, dan menguji kemampuan Norwegia untuk menerima bala bantuan sekutu.

Norwegia Material Defense Agency (NDMA), sebuah badan yang secara langsung berada di bawah Kementerian Pertahanan Norwegia, bekerja sama dengan operator seluler Norwegia sebagai mitra layanan utama.

Ikuti Langkah Cina, Turki Kembangkan Drone Anka Sebagai “BTS 4.5G”

Belum lama ini, grup energi dan telekomunikasi Norwegia Lyse dan Nokia telah menandatangani perjanjian strategis untuk meningkatkan solusi komunikasi taktis bagi Norwegia, dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan mereka dalam komunikasi kritis.

Tentang produk yang digunakan, AirScale Radios adalah portofolio unit radio canggih dari Nokia yang mendukung berbagai teknologi akses radio, termasuk 5G. Salah satu produk unggulannya adalah seri Habrok, yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2023.

[the_ad id=”77299″]

Habrok memiliki berat sekitar 24 kg, sekitar 30% lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya, memudahkan instalasi dan mempercepat penyebaran jaringan. Menggunakan teknologi ReefShark SoC, Habrok mengurangi konsumsi daya hingga 30%, menurunkan total biaya kepemilikan dan mendukung bandwidth frekuensi hingga 400 MHz dan output daya tinggi, memungkinkan kapasitas jaringan yang besar dan cakupan yang luas.

Sementara Nokia 5G Standalone Core adalah solusi inti jaringan 5G yang sepenuhnya cloud-native, dirancang untuk memberikan otomatisasi ekstrem, skalabilitas, dan fleksibilitas dalam mendukung berbagai kasus penggunaan, termasuk IoT dan layanan industri.

Pemanfaatan Nokia 5G AirScale Radios dan 5G Standalone Core dalam misi militer memiliki sejumlah potensi strategis yang signifikan. Teknologi ini mendukung kebutuhan militer modern untuk komunikasi yang aman, cepat, dan berlatensi rendah, serta mendukung konsep perang terhubung (network-centric warfare). (Haryo Adjie)

Jadi Momok dalam Dunia Penerbangan, Teknologi 5G Komersial Kini Diusung Pentagon Sebagai Solusi Jaringan Taktis Masa Depan