Siluet Identik, Ini Cara Cepat dan Mudah Membedakan Sukhoi Su-35 dan Shenyang J-16

Meneruskan artikel sebelum ini, yang mengulas insiden penyerangan flare pada P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) di atas Laut Cina Selatan, meski punya siluet yang mirip, maka ada hal mudah untuk membedakan antara Sukhoi Su-35 yang digunakan pada serangan terbaru pada bulan Oktober lalu, dengan Shenyang J-16 Angkatan Udara Cina pada serangan pada 26 Mei 2022.
Baik Sukhoi Su-35 maupun Shenyang J-16 sama-sama berasal dari keluarga desain “Flanker” Rusia, sehingga siluet dasarnya sangat identik. maka untuk membedakannya membutuhkan perhatian pada detail eksternal tertentu.
Berikut adalah dua perbedaan visual tercepat untuk membedakan antara Su-35 dari J-16:
1. Konfigurasi Kursi
Shenyang J-16 adalah pesawat tempur serang multiperan dengan konfigurasi dua tempat duduk (tandem-seat / dual seat). Ini adalah ciri khas utama yang membedakannya dari varian Flanker Cina lainnya seperti J-11B (yang sebagian besar single-seat). Sebaliknya, Su-35 dipastikan adalah jet tempur dengan kursi tunggal (single seat).

Pilot (Depan) bertanggung jawab atas penerbangan dan pertempuran udara-ke-udara, dan Petugas Sistem Senjata/WSO (Belakang), bertanggung jawab atas pengoperasian radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang canggih dan mengelola persenjataan presisi tinggi untuk misi serangan darat dan laut.
2. Rem Udara di Punggung (Dorsal Air Brake)
Perhatikan bagian punggung pesawat, tepat di belakang kokpit, Shenyang J-16 memiliki rem udara (air brake) berbentuk panel yang dapat terbuka ke atas. Ini adalah fitur warisan dari desain Su-27/Su-30 lama.
Sedangkan Sukhoi Su-35 tidak memiliki rem udara terpisah di bagian punggung. Fungsi pengereman udara ditangani secara otomatis oleh rudders (kemudi ekor) dan kendali vektor dorong mesin, sehingga punggungnya terlihat mulus.


Fungsi pengereman yang awalnya dilakukan oleh air brake dorsal kini diambil alih oleh kemudi aktif (active rudder) pada sirip ekor vertikal pesawat. Pilot dapat menggerakkan kemudi ekor secara diferensial dan berlawanan untuk meningkatkan hambatan udara, yang efektif sebagai pengganti air brake. Dengan menghilangkan mekanisme air brake yang besar, desainer Sukhoi dapat mengurangi berat pesawat dan kerumitan hidroliknya.
Su-35 memiliki mesin dengan teknologi TVC (pengarah dorongan mesin). Walaupun fungsinya utamanya untuk manuver ekstrem, TVC juga dapat membantu dalam deselerasi dan kontrol penerbangan yang lebih baik, sehingga kebutuhan akan air brake tradisional berkurang. (Gilang Perdana)
Hindari Halusinasi, Inilah Cara Membedakan Antara Sukhoi Su-27 dan Su-35



“su-35 rasa vodka j-16 rasa angciu”
bukankah china hanya dapet lisensi membuat j11 min (basis su 27)
sedangkan j16 china R&D sendiri dengan basis prototype su 30 ukraina yang kabarnya hal ini jadi skandal juga yang membuat hubungan rusia-china memburuk
bukankah itu pelanggaran hak cipta min karena desain identik tapi tanpa ijin rusia ? knp china gak dapet sanksi