Setelah Lima Tahun, C-130J Super Hercules USAF yang Rusak Parah Akibat ‘Hard Landing’ Kembali Beroperasi

Satuan maintenance Angkatan Udara AS (USAF) berhasil mencatatkan prestasi, yaitu dengan tuntasnya tahapan perbaikan ‘besar-besaran’ atas sebuah C-130J Super Hercules yang mengalami kerusakan parah. Persisnya, C‑130J Super Hercules dengan tail number 5736, pada 28 Juli 2025, telah resmi beroperasi kembali setelah lima tahun menjalani upaya rebuilt.

Baca juga: Beroperasi Lebih dari Empat Dekade, C-130HS Hercules A-1318 TNI AU Usai Jalani Banharlap

Seperti dikutip dvidshub.net, pada 23 April 2020, C‑130J Super Hercules dengan tail number 11‑5736 mengalami kecelakaan berupa hard landing dalam kegiatan rutin di Ramstein Air Base, Jerman.

Pesawat saat itu melakukan maximum effort (assault) landing, yang menyebabkan vertical g‑load mencapai 3.62g (limit adalah 2.0g), serta sink rate sebesar 834 ft/min, melebihi batas aman 540 ft/min. Meskipun pilot melaksanakan go-around segera setelah touchdown, kerusakan pada sayap, mesin, dan landing gear sudah cukup signifikan. Akibat hard landing, pesawat mengalami erusakan serius pada struktur sayap, mesin, dan sistem landing gear, menjadikannya tidak layak terbang.

Namun, setelah evaluasi, nasib pesawat akan terus diperjuangkan. Keputusan yang diambil USAF, daripada memensiunkan pesawat tersebut, mereka memilih melakukan rehabilitasi menyeluruh karena dianggap lebih hemat secara biaya daripada penggantian.

Proses perbaikan (rebuild) dilangsungkan di Jerman, tepatnya di Ramstein Air Base oleh tim kolaboratif dari 86th Maintenance Group (Ramstein AB), dan 402nd Expeditionary Aircraft Maintenance Squadron (Robins AFB, Georgia, AS). Mereka mengganti sayap penuh, mesin, serta komponen utama lainnya langsung di lokasi operasi, tanpa harus membawa kembali pesawat ke depot AS. Ini adalah pertama kalinya di lapangan (nickname: field retrofit) sayap C-130J diganti seperti ini, bukan hanya di depot besar.

Menunjang upaya di atas, dilakukan pembuatan sayap baru (baris baru) lengkap dengan wadah transport khusus untuk sayap C‑130J pertama kalinya.

TNI AU Terima C-130H Hercules A-1315, Jadi Hercules Pertama yang MRO di Dalam Negeri

Selama sekitar empat tahun, tim dari 402nd Expeditionary Maintenance Squadron bersama 86th Maintenance Group merencanakan dan menyiapkan modul sayap baru serta kontainernya. Kemudian, selama lebih dari 30 hari, mereka melakukan penggantian sayap, mesin, dan komponen utama langsung di lokasi—menandai pertama kalinya sebuah C‑130J di-retrofit di lapangan (field retrofit).

Dan setelah rampung perbaikan, pertama pesawat diterbangkan untuk uji coba (test flight) pada 15 Juli 2025, sekitar lima tahun setelah insiden. Setelah beberapa pengujian dan penyesuaian lanjutan, pesawat ini kembali melakukan penerbangan ke Amerika Serikat pada 28 Juli 2025. Ini menandai kembalinya C‑130J ini ke operasional di armada USAF.

Operasi perbaikan ini menjadi bukti ketangguhan, kapabilitas teknis, dan semangat “no aircraft is beyond saving” ala US Air Force. (Gilang Perdana)

Mesin Pesawat Tidak Mau Hidup? C-130 Hercules TNI AU Bisa Lakukan “Buddy Start Engine”