Senasib dengan Indonesia, Mesir Juga Terancam Sanksi Bila Nekat Akuisisi Sukhoi Su-35

Pemberitaan tentang kesepatakan pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 antara Mesir dan Rusia belum lama ini membuat warganet di Indonesia keki, pasalnya kedatangan Su-35 di Indonesia penuh lika-liku dan ketidakpastian. Seperti diketahui, setelah tarik ulur mengenai komoditi yang akan di barter tuntas, problem pengadaan Su-35 untuk Indonesia masuk babak baru dengan adanya potensi sanksi dari Amerika Serikat lewat Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).
Baca juga: Sukhoi Umumkan Produksi Su-35 Ke-100
Walau belum ada sumber resmi, disebut-sebut kontrak senilai US$ 2 miliar telah ditandatangani akhir tahun lalu dan pengiriman diharapkan akan dimulai pada tahun 2020-2021. Bila pembelian tersebut jadi, maka Mesir menjadi pelanggan keempat untuk jenis pesawat tempur tersebut, yang memiliki nama sandi NATO “Flanker-E”.
Namun rupanya Pemerintahan Donald Trump ‘berlaku adil’ dan tidak menutup mata pada pengadaan Su-35 ke Mesir. Dikutip dari Janes.com (10/4/2019), Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan hukungan berupa sanksi kepada Mesir bila tetap meneruskan pembelian Su-35.
“Kami telah menegaskan bila pemerintah Mesir membeli pesawat tempur tersebut, maka sanksi CAATSA akan diberlakukan,” ujar Pompeo saat sidang senat di Washington pada 9 April lalu. Terkait hal tersebut, Pompeo juga telah memastikan pihak Mesir memahami atas sanksi yang akan dijatuhkan bila Negeri Piramid ini tetap melanjutkan proses akuisisi Su-35.

Baca juga: Vympel R-37M – Disebut Sebagai “AWACS Killer,” Inilah Rudal Andalan Sukhoi Su-35
Bentuk sanksi CAATSA bisa diterapkan dalam banyak dimensi, tidak melulu pada jenis embargo suku cadang persenjataan dan kerja sama pertahanan, namun bisa merembet ke sektor ekonomi dan perdagangan. Di Indonesia, salah satu dampak jika CAATSA dijatuhkan adalah keberlangsungan proyek jet tempur masa depan IFX yang dikembangkan bersama Korea Selatan, dimana penggunaan beberapa teknologi kunci jet tempur tersebut harus mendapatkan ‘restu’ dari AS. (Gilang Perdana)



Tahun lalu diberita nasional pernah ditulis pemerintah Trump akan memberikan pengecualian kepada Indonesia dan India utk membeli alutsista Rusia, dengan alasan Indonesia dan India adl partner strategis Amerika di Asia. Dengan bangkitnya Cina, bersahabat dengan Indonesia dan India itu sangat penting buat Amerika, jadi ancaman embargo ke Indonesia meurut saya sangat kecil.
Kalau mbulet batal & nurut ke SAM, yg ada bakal terus di-dikte sama SAM. Bukan fans Ruski, tp Indonesia negara netral dalam alusista, berdaulat atas alusista sendiri. Malah kalau perlu ada buatan Euro juga, biar makin beragam.
Hahahaha
Angkasa Review sudah bilang bakal ada 32 unit Viper untuk mengisi Skadron 1 di Pontianak dan skadron baru di Kupang.
http://www.angkasareview.com/2019/04/10/hawk-100200-tni-au-kemungkinan-diganti-f-16v-skadron-tempur-baru-akan-dibentuk-di-kupang/
Padahal dulu ada berita kalau Indonesia mengajukan proposal permintaan harga untuk pengadaan 48 viper.
https://www.indomiliter.com/mattis-datang-pilihan-f-16-viper-untuk-indonesia-mencuat-kembali/
Di beritakan butuh 32 unit tapi minta harga untuk 48 unit ? Lha khan ada selisih 48 – 32 = 16 unit lagi untuk apa ?
Jika Ruski tetep mbulet berlarut-larut nggak mau ikuti persyaratan UU kita maka akan segera diswitch pengadaannya ke Viper untuk mengganti F5.
Terserah apa kata fanboys Ruski.
Ini ribut gak jelas, khusus RI & Vietnam, tidak terkena caatsa (banyak beritanya).
SU35 pasti datang, hanggar & pilot ready, cash ok, cuma barter lagi dipilih-pilih barangnya.
SU35 biar cuma 11 adalah kebanggaan AU menghadapi F35 sing & ausi, ingat latgab di ausi, SU30 bikin menhan ausi anggap F18 kuno & segera borong F35, bagi fans yg penting SU35 datang, soal ks & viper gak masalah, gitu kaaan…hhhh
Australia adalah anggota 9 negara konsorsium pertama pembuatan F-35 sejak tahun 1992, jadi tak ada kaitanya dengan Su-27/30/35 TNI-AU.
Justru niat kitalah untuk beli Su-35 yang katanya katanya katanya sekali lagi katanya untuk bisa mengimbangi F-35 australia
Lupakan IFX, setelah pak lik SAM berhasil menggagalkan pembelian SU-35 kita, tidak ada jaminan bahwa besok IFX akan lancar disupport mereka, saat itu kita jauh lebih tertinggal lagi utk penguatan TNI AU setelah sadar dikadali berkali-kali toh sekarang kita punya F16 yg spek standar pun harus ijin dulu ke mereka saat diperlukan dan jawabannya pun pasti tidak boleh kecuali buat latihan penyergapan dan menurunkan pesawat sendiri, buat gagah2an parade hari ABRI, supaya TNI AU kelihatan punya kegiatan dan yg jelas budget sparepart rutin yg mahal mengisi kocek negara lik SAM, sementara kita ibarat orang yang masturbasi memuaskan/menyenangkan diri secara semu, kalau sampai kita selalu tunduk pada mereka berarti benar ungkapan bahwa Indonesia negara besar tapi mentalnya kecil….akibat terlalu lama dijajah rezim ORBA sehingga mentalnya menjadi pemalas, takut tidak nyaman, dan pasrah
Kabarnya khusus IFX, modul yang ditolak ameriki akan memakai modul korea atau eropa, bahkan mesin pun eropa sanggup menyediakan seperti Snecma dan Eurojet
itulah nikmatnya bikin pespur sendiri, bisa memilih komponen apa saja yang dipakai, kalau perlu bisa memasang mesin Klimov RD-33 dari rusia
sejak diberlakukan UU Ketahanan Ekonomi & UU Industri Pertahanan membuat Rusia menjadi negara yang paling banyak diPHPin oleh kita. 4 Streguschy, 4 Satbak Pantsyr S1 + Buk M2, 5 baterai Osa, 5 Kilo, 3 Vashyrinka, 2 Be200, 1 ska Su27 + Su30, 1 ska Mi17 + Mi35 sukses berganti menjadi alutsista dari negara lain dengan alasan lebih murah, lebih sesuai kebutuhan dan tentunya ToT. Diperparah bahwa sejak USA melakukan sanksi perdagangan komponen militer ke Rusia membuat alutsista Rusia harganya naik tajam dan yang paling menderita adalah matra rudal. Su35 mbulet dari akumulasi faktor diatas. Akankah Su35 buat Skadud 14 batal mengikuti Skadud 16 yang sejak 2009 direncanakan akan diisi Su27 + Su30 tapi berganti wujud jadi Falcon gurun dengan alasan ANGGARAN PAS-PASAN
harap2 cemas bwt fansboys sukhoi & gripen, Skuadron 16 di isi trio kelas berat 8 unit F/A 18 Super Hornet block III, 8 unit EA 18 Growler & 8 unit F-15X
terimakasih pak sby sbg pelopor pengurangan dr rusia d lanjutkan ke pemerintahan sekarang & akan tetap lanjut siapapun pemerintahan berikut, mindset fansboy rusia & gripen hrs d rubah dr konsumen menjd produsen kemandirian yg tdk terlalu byk bergantung pd rusia, china & saab, ingat menjd produsen kemandirian bisa menjadi raja
sangat d sayangkan banyak fanboys Gripen d berbagai formil ikut ikutan menolak F-16V & IFX
saya ulangi sekali lg biar jelas bwt fansboy timur bahwa sdh di pastikan :
1 Skuadron 24 unit Kelas Berat Pengganti SU-35 Sbb :
8 unit F-15X
8 unit EA-18G Growler
8 unit F/A-18E/F Block III Super
Hornet
2 Skuadron 48 Unit F-16 Viper Kelas Medium
Setuju pendapat aremania, ke swedia saja semua transfer teknologi (tot) tersedia, lebih baik seperti itu sambil merintis swasembada alut sista pesawat tempur meskipun perjalanan tdk semudah itu, tapi kita menuju ke arah ketidak tergantung an ke negara lain, dan tidak di dikte mereka
Gripen teknologinya gado-gado… ToT apa yang akan diberikan??? tidak memiliki rekam jejak dalam operasi militer, dimana hampir semua type pespur sudah memiliki rekam jejak dalam operasi militer
Komponennya yang gado-gado,bukan teknologinya,hal itu sangat wajar untuk efisiensi dan menekan harga,kalau belinya sedikit untuk apa bikin pabrik,sangat pemborosan bukan?
Swedia adalah negara mandiri secara alutsista sejak pasca PD-II,jadi secara teknologi setara AS,perancis,inggris dan rusia.
teknologi radar dan avionicnya bahkan dipakai oleh Amerika bahkan di negara maju lainnya, persenjataanya pun sudah diekspor sejak dulu dan dipakai beberapa negara maju.
#jangan meremehkan negara lain apalagi negara kita masih belum bisa
Heh wkwkwkwk @KonYol itu yg ada di artikel angkasa itu mirip dgn artikel yg ane kasih.. tpi di artikel yg ane disebutin klo ukraina justru susah payah ngupgrade armada pespur mereka.. iya emg dimodernisasi TAPI sprti yg ane bilang diatas gk semuanya sparepart itu pesawat dari negara mereka sendiri.. ada yg dibeli dari blackmarket itupun kita gk tau apa parts yg dibeli bekas atau baru gimana neehh ah! Gw jg bingung sama org2 sini masa gw ngomong sesuatu ttg alutsista rusia disebut fansboy rusia stronkk?? Klo gw ngomongin jokowi/prabowi apa lu bkl nyebut gw cebong/kampret!? Lmao logika soplak! Jgn gtu ah malu2in.. oo satu lagi deh.. industri militer ukraine yg kata lu sdng bangkit ini kan krn ada bantuan pihak aseng nato dkk.. pendapat pribadi gw klo mau beli alutsista cita rasa rusia tapi bsa pke standar nato jgn ke ukrainia soalnya mereka terkenal soal quality controlnya yg buruk.. mending klo mau ke ceko atau polandia
Raja ngeyel…wkwkwkwk LoL
Buktinya mereka bisa wkwkwkw LoL
http://www.angkasareview.com/2018/12/07/genjot-terus-kekuatan-ab-ukraina-terima-jet-tempur-upgraded-mig-29-dan-su-27/
Apapun eyelan anda…buktinya mereka bisa…hahahaha
Jangan menghina negara lain….ngaca dulu…wkwkwk LoL
sayang baik Ceko maupun Polandia tidak punya vendor & pabrikan yang memproduksi sparepart maupun mesin buat Flanker family. yang mereka support justru Mig-29
Waduhh malah ngomel……kabur ahh…hahaha
Lho yg gk jelas situ kok.. gw sendiri emg membenarkan dari awal klo ukrainia memang sedang memodernisasi armada pespur mereka TAPI itupun dgn susah payah.. iya skrng baru selesai itupun krn industri militer mereka mendapat pendanaan intensif dri nato dkk stlh gabung pihak mereka.. overall industri militer ukrainia msh blm bener quality control jelek, korupsi dimana2 semuanya ngaruh ke kualitas produksi.. mending alihkan saja ke ceko atau polandia klo mau beli alutsista khas rusia tpi cita rasa nato atau ke rusia langsung klo mau yg ori
Waduh ngomel lagi…..lari lari ahh
Ngak tau kenapa…..🙄setiap menteri luar negeri amerika ngomong bernada ancaman dan tekanan ke indonesia…
Darah ini rasanya mendidih……😤😤😤miris!!!!!
Kenapa bangsaku yg sebesar ini……kok rasanya jadi sekecil kerbau di sawah yg di cucuk hidungnya…di pegang tali kekang oleh amerika,harus ikut “aturan” amerika melulu..
Padahal sy tau niat pemerintah adalah semata2 atas pertimbangan kesejahteraan dan keamanan bangsa ini.
Amerika tak mau indonesia berkembang….TAK BOLEH…!!mereka berupaya segala cara supaya indonesia terikat dan tergantung pada mereka….
Semoga pemimpin dan pemerintah kami di beri keteguhan hati dan pikiran,tenaga dan waktu
Untuk membawa segenap bangsa ini..menuju kemandirian….insya Allah.
barang Rusia kini lebih mahal daripada NATO. Mau mandiri wajib ada ToT karena amanat UU indhan. Dari semua negara Rusia paling pelit ToT karena dianggap sebagai bisnis bukan tanggung jawab
Aneh, urusan apa negara lain dengan negara kita. AS tidak berhak untuk mendikte sama sekali kepada indonesia menjaga kedaulatan negara perlu perubahan dan pengembangan alutista yang baru agar NKRI lebih aman
marah ngedumel dongkol angry protes,lalu kita bisa apa,buang buang tenaga sia sia,harus mandiri mandiri mandiri
Sekarang ada tidak alutsista bikinan kita sendiri yang dapat asistensi dari Rusia termasuk juga pelor. Peluru kaliber 57mm standar Soviet buat S60 & S725 saja dibantu oleh Polandia
Sudah merdeka tapi masih juga di kekang barat,
Percuma pengorbanan pahlawan
Dikekang barat. ketahuan katak dalam tempurung
Sejak 2016 harga senjata bikinan Rusia naik tajam sejak Amerika menjatuhkan sanksi perdagangan ke Rusia akhir 2014 sebagai imbas krisis Ukraina & Suriah. Setiap pembelian alutsista faktor harga terjangkau ditambah rasio performa per harga ditambah ToT lebih dipilih daripada anti embargo, anti didikte, strong.
Pantsyr dan Buk berganti menjadi Skyshield, Chiron dan Nasams
kilo diKO chamgbogo
Osa dibanting Starsreak
Streguschy tersungkur oleh Nakhoda Ragam & Sigma 10514
dan lainnya
@Dedy
Komen cap opo iki….
Kalau BELUM merasakan jaman penjajahan belanda dan jepang sebelum tahun 1945…tak usah komen gitu deh…malu atu
Bangun jalan, bangun jembatan…itu baru OK…
Nalar saya gampang menyikapi semua ini…Kalau USA gak suka Indonesia punya pesawat Cangih Sejenis generasi 4 ++ SU 35 sih gak masalah siap gak kira2 amerika …pertanyaannya dengan harga yang sama barter komoditi kita dengan F35 mereka…dengan jumlah yang sama dan siap alih teknologi…mau gak kira2 yaaa..dan logika nya lagi gampang mau gak kebun kita dicangkul terus emasnya digerus…diambil freeport…kita selalu senyum…dan kita ga dapet apa2…jawabanya Indonesia lagi lagi skornya kalah dua kosong….amerika dapet skor 2 kita dapet kosong..masa mau di kadalin amrik lagi….solusinya ada kita jadi negara harus berani mengambil kebijakan yang sesuai dengan kepentingan strategis negara kita ..tanpa harus di setir kekiri dan kekanan…kita negara berdaulat harus berani…masa kita berani cuman koar koar kemerdekaan palestina di PBB saja nyalinya..sedangkan koar koar kemerdekaan Alustista malah melempem..harusnya negara kita sama keras nya sama berani…ini lah kita dari dulu gak punya nuklir…jadi mereka tahu kita gak sekuat mereka…coba klo punya nuklir mereka pasti mikir akan nyetir kita negara Indonesia….
Viper sudah 4,5G
BVR, NCW, Electronic Warfare malah lebih advanced daripada Su35
Aman dari sanksi embargo..,?nalar kita punya apache…bisa dikata hely anti gerilya,kenapa tidak unt melawan OPM…karena kita rawan embarho
Skuadron baru di Biak malah diisi Viper. Bunuh OPM pakai Apache overkill! Mortir & Grad lebih cocok karena tidak menguras kantong daripada Apache. OPM bukan gerilyawan level super seperti ISIS, FARC atau Hizbullah
pak, ngelawan OPM pake apache itu, sama kaya bapak nge geprak kecoa pake iphone
mungkin yg d tengok seluar dalam gemilang milik bung daedalus
Indonesia harusnya mengikuti jejak turki, karna urusan pertahanan dalam negeri tidak boleh dicampur tangan pihak negara lain.
nggak mau situ saja berjalan sambil kepala miring ke kiri baik ngomong & makan kepala tetap miring ke kiri, yg saya tau kekirian itu haram
Iya uda terus maunya ni “preman” apa? Kalo gak boleh ambil di rusky terus mau gak nih om sam ngasih EA-18G growler, F-15SE atau F-18E/F aja deh? Kita cuma ditawarin F-16V. Untuk urusan avionik,perang elektronika mending lah tapi user (TNI-AU) butuh e fighter kelas berat, double engine, berjelajah panjang, efek deteren ok dll. Emang semua itu ada di F-16V walaupun dengan conformal fuel tank? Wkwkwkwk
masalah indonesia & mesir beda, kalo mesir beli byk, mudah tdk ribet krn tdk ada UU T.o.T kyk kasel Nagapasa Class, Indonesia masalahx sdh ttd oleh kemenhan tp terbentur UU T.o.T, terbentur imbal dagang d kemendang & duitx di tahan kemenkeu dg alasan imbal dagang dulu br duitx, satu2x cara adalah anda datang ke MK menghapus UU T.o.T atau anda teriak2 rusia strong & anti embargo ke istana presiden
Wihhh santai mas bro, saya gak peduli rusia strong kek amerika strong kek. Yang saya tekankan di sini seobyektif mungkin. Emang fakta kan tuh om sam cerdik, jualan dengan cara maksa. “Lu beli produk gue dan sekutu gue (NATO) lu aman, tapi kalo lu beli di rival gue abis lu” kata om sam. Kita pernah diembargo rusia, amerika pun juga. Wkwkwk. Saya netral di sini, kalo TNI pingin cari yang paling aman ya menurut saya beli dari swedia walaupun beberapa komponen tetep mengandung dri pihak USA atau “mandiri” kuncinya meski lambat toh tidak ada kata terlambat dalam belajar wkwkwkwk
beli barang sesuai kebutuhan dan isi kantong. amanat dalam MEF 1 Koopsau 1 skuadron air superiority. Skadud 16 sudah direncanakan bakal diisi Su-27/30 tapi apa daya karena isi kantong tipis akhirnya yang dapat justru Falcon gurun
CAATSA dikenakan bagi negara yang dianggap membeli alutsista dari negara yang oleh USA melakukan beberapa pelanggaran baik HAM ataupun kepentingan USA seperti Rusia yang dianggap melakukan kejahatan perang di Suriah. CAATSA tidak hanya embargo militer tapi juga sanksi ekonomi seperti Turki yang mata uangnya turun bebas. Sanksi ekonomi itu yang ingin dihindari
sukhoi kita d larang rusia MRO ke Ukraina, krn kita non blok punya duit dan bebas beli apa saja di larang & ikut campur urusan kita beli lisensi radar kholcuga, lisensi R-27 & lisensi mesin jet sukhoi bwt IFX Block II
>>>Di Indonesia, salah satu dampak jika CAATSA dijatuhkan adalah keberlangsungan proyek jet tempur masa depan IFX yang dikembangkan bersama Korea Selatan, dimana penggunaan beberapa teknologi kunci jet tempur tersebut harus mendapatkan ‘restu’ dari Amerika<<<
"Mungkin sudah takdirnya, antara IFX dan SU-35 tak bisa seiring sejalan….ikhaskan saja kenyataan ini 🤧🤧🤧"
Wkwkwk yang dulu bilang udah gak akan ada sanksi, sekarang kemana nih ?
kalau tidak mandiri ya begini ini nasibnya, mudah diatur sana sini….rusia amerika sama saja…wkwkwkwk LoL
Kalo begitu peluang besar bg TNI AU utk mengakuisisi 1 Skuadron Kelas Berat Sbb :
8 unit EA-18G Growler
8 unit F/A- 18E/F Block III Super
Hornet
8 unit F-15X
Duitnya darimana mas? hasil korupsi?
Dana off budget, mari kita tanya bung TN dlam urusan Dana off budgetx
Dana off budget, mari kita tanya bung TN dlam urusan Dana off budgetx
Boro2 diizinin beli, emang negara kita siapanya amerika?
udah jangan mewek fansboy rusia tunggu SU-35 tgl 31 des 2019
. Orang yg pnya duit NKRI harusnya bebas beli apa aja kok msti ikut campur… Klo d pikir pkek logika beli mobil tp mobil nya tiap mau keluar harus laporan dulu…
masalah indonesia & mesir beda, kalo mesir beli byk, mudah tdk ribet krn tdk ada UU T.o.T kyk kasel Nagapasa Class, Indonesia masalahx sdh ttd oleh kemenhan tp terbentur UU T.o.T, terbentur imbal dagang d kemendang & duitx di tahan kemenkeu dg alasan imbal dagang dulu br duitx, satu2x cara adalah anda datang ke MK menghapus UU T.o.T atau anda teriak2 rusia strong & anti embalgo ke istana presiden
benar sekali bung, sukhoi kita sh d larang rusia MRO ke Ukraina, krn kita non blok punya duit dan bebas beli apa saja di larang & ikut campur urusan kita beli lisensi radar kholcuga, lisensi R-27 & lisensi mesin jet sukhoi bwt IFX Block II
Soal pelarangan MRO ini krn Ukraina sdng bersitegang dgn Rusia PLUS itu negara udh jadi bagian dari NATO.. kebayang klo kita ngirim sukhoi buat di overhaul k ukrainia terus ada pihak dari eropa barat atau amrik yg mau nengok daleman sukhoi kita gmn?? yakin ukraina bkl ngelarang mereka buat nengok?? ini masalahnya ada di keamanan..
yang ditengok apanya om……tak usah nunggu Sukro TNI…langsung aja tanya Ukraina rahasia si sukro apa…gimana sehhhh luu…..
mereka (ukraina) berani nyervis dan upgrade sukro TNI berarti kemampuan mereka sama dengan rusia…
nggak ada rahasia rahasian om…Ukraina sudah menguasai teknologi Sukro
makanya mereka berani menawarkan mauntenance berat dan upgrade….wkwkwkwkwk…LoL
Kita memilih overhaul Sukhoi di Belarus dan membeli sparepart & mesin dari Ukraina karena mereka menawarkan harga yang lebih murah daripada Rusia. Tujuan Rusia menginginkan monopoli penuh atas aftersales alutsista bikinan mereka tetapi masalahnya kantong kita sendiri tipis
Rawat armada pespur sendiri mereka aja susah pke nawarin servis pesawat orang segala.. klo lu liat jajaran pesawat mereka udh tua satu2nya pespur air superiority mereka saja su 27 basic versi ukrainia.. kebayang ngirim su30 atau su35 kesana radarnya ntar ditengok gmn?? Di artikel kyiv post disebutkan klo au ukrainia ini kesulitan buat memodernisasi armada pespur mereka makannya smpe sekarang sebagai besar bnyk yg gk terbang.. lha kok ini malah nawarin servis pesawat org yakin hasilnya bagus?? Emg stlh soviet bubar ada bbrp pabrik komponen pesawat mig dan tupolev yg lokasinya di ukrainia, tpi toh ttp walaupun begitu ukrainia msh butuh dan bahkan beli bbrp sparepart dari blackmarket https://www.kyivpost(.)com/ukraine-politics/ukraines-air-force-rebuilds-amid-war.html
buktinya 4 sukhoi era presiden megawati yang dioverhaul di Belarus dengan sparepart & mesin bikinan Ukraina kini sudah kembali terbang tanpa permasalahan sedikit pun
Kesulitan keuangan negara itu om…wkwkwkwk LoL
tak ada hubungannya dengan kemampuan TEKNIS indutrial di ukraina
sama dengan Rusia awal uni soviet bubar…banyak pesawat yang rusak tergeletak terbang tidak mampu memperbaiki bahkan upgrade
lalu apa kamu bisa dikatakan Rusia nggak mampu…wkwkwkw LoL
sama dengan Rusia, sekarang Ukraina sedikit demi sedikit bisa mengaktifkan industrinya yang porak poranda setelah pisah dengan Rusia
Tahun 2016 lalu ukraina berhasil menyerahkan 4 buah MiG-29 hasil upgrade, nih link kesukaanmu :
http://www.angkasareview.com/2018/12/07/genjot-terus-kekuatan-ab-ukraina-terima-jet-tempur-upgraded-mig-29-dan-su-27/
wkwkwk….LoL