Rusia Gunakan Grom-E1 Untuk Serang Target 100 Km dari Garis Depan Pertempuran, Varian Ekonomis dari Rudal Kh-38

Akun X (d/h Twiter) Clash Report pada 28 Juni 2025 menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya Rusia melancarkan serangan dengan ‘bom berpemandu’ hingga mencapai Dnipro, salah satu kota terbesar di Ukraina bagian tengah, yang berjarak sekitar 100 km dari garis depan pertempuran. Sumber menyebutkan amunisi yang digunakan adalah Grom-E1.

Baca juga: Zhuhai Airshow 2024 – Rusia Tampilkan Lima Senjata Unggulan untuk Sukhoi Su-57E

Grom yang berarti ‘Guntur’ diproduksi Tactical Missile Corporation (KTRV), adalah salah satu dari lima senjata andalan untuk Sukhoi Su-57 Felon yang dipamerkan saat Zhuhai Airshow 2024 bulan November tahun lalu.

Dapat disebut juga sebagai rudal udara-ke-permukaan (air-to-surface missile), Grom-E1 memiliki bobot luncur 594 kg, panjang 4,2 meter, diameter badan 0,31 meter, dan lebar sayap 1,9 meter. Rudal ini memiliki hulu ledak fragmentation atau penetrating high-explosive seberat 315 kg yang dipasangkan dengan sekering tumbukan. Rudal ini menggunakan propulsi roket dua tahap yang terdiri dari motor roket pendorong dan penopang.

Grom-E1 dapat diluncurkan dari ketinggian 500 hingga 12.000 meter dan mencapai kecepatan 140 hingga 445 meter per detik. Rudal ini dapat menyerang target pada jarak 10 – 120 km. Karena daya angkat aerodinamis dari sayapnya, rudal ini dapat menyerang targetnya dari segala arah, bahkan berputar 180° untuk menyerang target dari belakang. Rudal ini mengusung pemandu INS (sistem navigasi inersia) dengan pembaruan SATNAV (Glonass) untuk navigasi.

Grom-E1 memungkinkan jet tempur Su-30SM dan pembom tempur Su-34 Rusia untuk menyerang target jauh di dalam wilayah Ukraina sambil tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara Ukraina.

Ini bukan pertama kalinya Rusia menggunakan Grom-E1 untuk menyerang Ukraina. Meskipun penggunaan yang dikonfirmasi masih jarang, setidaknya secara publik, pecahan Grom-E1 pertama kali diidentifikasi pada Maret 2023. Media internasional melaporkan bahwa Rusia pada bulan September lalu telah menggunakan Grom-E1 untuk menyerang target di Mirnograd, Kherson, dan Kharkov.

Bagi Angkatan Udara Rusia, selain presisi tinggi dan dapat menyerang sasaran diam maupun bergerak, Grom-E1 dengan kemampuan stand-off (serang dari jarak jauh), dipandang sebagai alternatif ekonomis dari rudal Kh-38M atau Kh-59MK. Apalagi, Grom-E1 dirancang agar kompatibel dengan sistem avionik Rusia standar, seperti bisa digantung di pylons biasa.

Tactical Missile Corporation juga merancang varian yang diluncurkan tanpa mesin, yakni Grom-E2 (glide bom), namun dengan jangkauan hanya sekitar 50 km. (Gilang Perdana)

Pertama Kalinya, Rusia Gunakan Drone Intai Orlan ‘Tandai’ Serangan Rudal Kh-38ML Su-34 ke 4 Jembatan di Ukraina

One Comment