RSS Impeccable (Invincible Class) – Kapal Selam Tercanggih di Asia Tenggara Telah Tiba di Singapura

Setelah diluncurkan oleh Galangan Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) di Kiel, Jerman, pada 13 Desember 2022, saat ini unit perdana dari kapal selam Invincible class – yaitu RSS Impeccable, dikabarkan telah tiba di RSS Singapura – Changi Naval Base, pada 20 Juli 2023. RSS Impeccable tidak dilayarkan dari Jerman, melainkan dibawa ke Singapura dengan digendong oleh Rolldock Storm – jenis Semi Submersible Heavy Lift Vessel dari Kiel pada 18 Mei 2023.
Dengan kehadiran RSS Impeccable (sebelumnya disebut Type 218SG), maka saat ini Singapura resmi mengoperasikan kapal selam dengan teknologi tercanggih di kawasan Asia Tenggara.
Dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan Singapura, RSS Impeccable diterima di Singapura dalam upacara penyambutan yang diadakan di RSS Singapura, dengan dihadiri KSAL Singapura Laksamana Muda Sean Wat dan para perwira senior. RSS Impeccable adalah salah satu dari empat unit kapal selam Invincible class yang dirancang untuk beroperasi di perairan tropis Singapura yang dangkal dan padat lalu lintas.
Invincible class dibuat khusus untuk kebutuhan Singapura, kapal selam ini memiliki kemampuan canggih, termasuk otomatisasi tingkat tinggi, kapasitas muatan yang signifikan, daya tahan bawah air yang ditingkatkan, dan ergonomi yang dioptimalkan untuk fisik orang Asia.

Dengan bergabungnya RSS Impeccable ke dalam arsenal AL Singapura, maka semakin meningkatkan kemampuan angkatan laut untuk melindungi Singapura dan melindungi jalur komunikasi lautnya yang vital. RSS Impeccable akan menjalani serangkaian uji coba laut lokal dan pemeriksaan menuju operasionalisasi penuh.
Invicible class adalah salah satu kapal selam diesel listrik paling modern di dunia dan menampilkan banyak solusi khusus dan teknologi baru. Kapal selam ini dirancang dengan tanda akustik rendah. Sistem Air Independent Propulsion (AIP) eksternal memungkinkan kapal selam tetap berada di bawah air untuk durasi yang lebih lama.
Dengan panjang sekitar 70 meter dan perpindahan berat sekitar 2.000 ton, Type 218SG saat ini merupakan kapal selam terbesar yang pernah dibangun oleh TKMS. Kapal selam ini dapat melesat di permukaan dengan kecepatan 10 knots, dan di bawah permukaan 15 knots. Kapal selam dengan 28 awak ini dilengkapi dengan 8 tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm. (Bayu Pamungkas)



S-3 sparepart susah bagaimana?
Itu lho di gurun AMARG tersimpan 91 unit S-3 yang siap diremanufactured kalau ada yang mau. Borong aja semua untuk sparepart. Kalo yang digunakan cuma 16 unit berarti sisanya 91 – 16 = 75 unit bisa dipreteli untuk sparepart.
P3, F2, F15J ex Jepang itu walaupun bagus tapi jam terbang sudah tinggi.
Lagipula di sini itu sudah ada P3 dari sejak saya masih kecil di tahun 1970an, itu lho yang ijo-ijo bareng yang kuning-kuning sama yang merah-merah. Dulu waktu kecil saya lihat mereka sering tawuran tiap 5 tahun.
Hihihihihi. Kabuuur.
Gak mungkin beli S3 Viking, Dhek TN. Selain jumlahnya dikit sparepartsnya susah. Lebih baik pake P3 bekas Jepang aja. Terbukti yg terbaik di Dunia. Kalo bisa sekalian beli F-2 dan F-15J bekas Jepang juga, jangan cuman mesinnya aja.
Yah Scorpene juga udah sangat bagus karena yg diinginkan itu kan Kasel yg bisa meluncurkan rudal anti kapal.
Terlalu dibikin2 @tukang ngitung ph.d yg kenyataan aja deh susah kalau imajinasi. Penggunanya aja udah ga make kok disini beride ide ttg S3 Viking
Yang ditanya apa, jawabnya kemana…..@oons
Kalo sudah berucap “TOT penuh” tuh serasa udah mencium bau surga aja 🤣🤣🤣
Analoginya antara produksi : CN-235 vs NC-212
@copercado,
Lho Pak menteri yang satu ini kan suka yang klasik punya.
Diminta pesawat jet tempur single engine berkecepatan Mach 2 beliau malah beli Mirage daripada F16.
Ya mana tahu karena suka barang antik, diminta P8 jadinya S3 Viking.
S3 Viking itu bisa multirole lho. Bisa jadi tanker air to air refueling. Bisa jadi pesawat ASW. Bisa jadi pesawat angkut. Bisa jadi bomber. Bisa mendarat di kapal induk. Katanya ada formiler yang kepingin kapal induk.
16 unit aja cukup kok. Bisa gantiin Gannet tuh.
Kabuuuuur ah. Hihihihihi.
malas amat….cari aja sendiri di mbah google banyak….dan cari aja alasan dephan milih DSME changbogo daripada TKSM dahulu kala.
Ngga kebayang, dg luas lautan nya yg seuprit.. Tiap hari bisa senggolan. Yg masuk akal adalah mereka diam2 akan masuk teritori Indonesia yg super luas.
Yaelah @tukang ngitung ph.d S3 Viking ? Ini tahun berapa ntung ? Siapa sih yg masih make S3, keracunan ide ayam penyet dia
TOT penuh itu seperti apa contohnya dan tau darimana kalo TKMS ga mau kasi TOT spt yg anda maksud 🤔
Tahapnya sampai mana aja dan apa nilai lebihnya dari TOT DSME misalnya….@oons
Tentang Singapura, kalo dia ga ada niat memproduksi kapal selam sendiri bisa saja TOT nya dalam wujud MRO platform….buat apa harus memproduksi didalam negri kalo kebutuhan sedikit 🤗
baik scorpene atau type 214 sih sikat aja semua, kita butuh banyak
Karena naval group mau memberikan ToT penuh
sedang TKMS ragu2…contoh saja singapura yg maju gak dikasih ToT…beli 4 biji lagi….apalagi kita yg hanya 2 biji
Masih ga ngerti kenapa tiba-tiba belok ke tekno Naval grup utk calon KS terbaru yg artinya akan banyak peralihan sistem (combat system) dan jaringan logistik lantaran Naval grup selain menyediakan platform, dia juga menyediakan combat system’ nya.
Rasanya ga mungkin banget, platformnya pake Scorpene tapi tetap mempertahankan CMS buatan Kongsberg 🤔
Berbeda dg negara lain….platform boleh berganti vendor tapi CMS nya tetap sama utk mempertahankan ekosistemnyq (perfoma CMS, kemudahan pengoperasian dan pelatihan, jaringan logistiknya serta keberlangsungan upgrade sistem dikemudian hari)
Mengingat ada begitu banyak kapal selam yang ada di kawasan, Indonesia perlu punya lebih banyak pesawat yang berkemampuan anti kapal selam.
Maksudnya berkemampuan di sini adalah benar-benar teruji keandalannya, bukan coba-coba.
Jadi misal mau akuisisi helikopter anti kapal selam ya belilah yang sudah teruji misal helikopter seperti MH60R.
misal mau beli pesawat jet anti kapal selam berkemampuan terkini ya belilah P8 Poseidon atau bahkan kalo mau lebih banyak atau lebih cepat dapat dengan teknologi yang agak tertinggal ya P3 Orion bekas atau bahkan S3 Viking.
Belinya jangan nanggung jumlahnya, langsung saja beli P8 sebanyak 6 unit dan MH60R sebanyak 32 unit dengan perkiraan biaya usd 6,33 miliar udah lengkap senjata dan sensor itu.
Apalagi MH60R bisa multirole. Penerbal kan punya target 16 heli aks dan 16 heli akpa, pas itu 32 unit.
Untuk MBE panther perannya jadikan heli utility saja, nggak cocok jadi heli aks.