RAD Fortes MV 6.0 – Rantis Lapis Baja yang Dirancang Untuk Lanskap Indonesia

Idealnya mobilitas pasukan TNI di wilayah konflik seperti Papua, tak lagi menggunakan ‘dump truck’, namun menghadirkan kendaraan taktis (rantis) lapis baja angkut personel yang memadai di medan Papua bukan perkara mudah. Medan operasi yang berat membutuhkan sosok rantis lapis baja yang memadai dalam banyak aspek yang akan saling terkait.
Baca juga: Mitsubishi Canter “Autobots” Yonif Raider 303 Kostrad Beraksi di Papua
Di pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025), RAD Ralika Group memperkenalkan rantis lapis baja Fortes MV 6.0. Rantis produksi dalam negeri ini dikembangkan untuk memenuhi persyaratan untuk respons taktis, patroli, perlindungan konvoi, sampai angkut pasukan.
Rantis ini diklaim dapat digunakan di berbagai lingkungan operasional di seluruh lanskap Indonesia, mulai dari hutan, dataran rendah, dan zona tepi perkotaan. Konfigurasinya mencerminkan penekanan pada kemampuan beradaptasi medan, perlindungan internal, dan integrasi sistem komunikasi dan persenjataan.
Fortes MV 6.0 memiliki berat 7.220 kilogram yang diperlengkapi untuk pertempuran dan dirancang untuk mobilitas operasional yang ringkas. Rantis ini punya panjang 5,9 meter, jarak sumbu roda 3.390 milimeter, dan ground clearance 230 milimeter. Struktur kendaraan terdiri dari dek baja setebal 4,5 mm, pelat lantai baja setebal 3 mm, dan rangka rangka yang terbuat dari pipa baja berongga berukuran 60x40x2 mm.

Perlindungan lapis baja mengacu pada standar NIJ Level B6 setebal 6 mm – NIJ Level B6-rated ballistic panels. Panel ini dipasang di seluruh bodi dan jendela dan dirancang untuk menahan benturan dari amunisi 7,62 x 51 mm. Interiornya mencakup lapisan setebal 1,5 cm untuk mengurangi paparan panas dan suara selama pengoperasian. Terdapat tangga di bagian belakang menyediakan akses ke atap.
B6 adalah bagian dari standar Eropa (EN 1063) yang biasanya digunakan untuk kendaraan sipil lapis baja, misalnya kendaraan VIP, diplomat, atau pengangkut uang. Kendaraan dengan B6-rated ballistic panels punya perlindungan bagus untuk senapan tempur, tapi bukan untuk peluru menembus baja (AP).
Sistem propulsi rantis ini disokong mesin diesel 4 silinder dengan 4.778 cc. Fortes MV 6.0 menggunakan sistem common rail injeksi langsung dan dilengkapi dengan intercooler turbo Variable Geometry System (VGS). Mesin ini memenuhi standar emisi EURO 4 dan mencakup komponen Exhaust Gas Recirculation (EGR) dan Diesel Oxidation Catalyst (DOC).
Output mesin maksimum adalah 150 Ps pada 2.600 rpm, dan torsi puncak adalah 41 kgm pada rentang 1.400 hingga 2.600 rpm. Sistem bahan bakarnya dibangun di sekitar tangki 100 liter yang kompatibel dengan Cetane 53 (Pertamina Dex), yang memberikan kendaraan ini perkiraan jangkauan operasional maksimum 300 kilometer per tangki penuh.
[the_ad id=”77299″]
Fortes MV 6.0 punya kecepatan maksimum 80 kilometer per jam dan kecepatan jelajah yang direkomendasikan 60 kilometer per jam. Kendaraan ini mampu mendaki gradien hingga 60 persen dan berbelok dalam diameter 14,5 meter. Fortes MV 6.0 dapat mengarungi air hingga kedalaman 500 milimeter. Kendaraan ini memiliki sudut pendekatan 39 derajat dan sudut keberangkatan 29 derajat. Karakteristik kinerja ini menunjukkan kesesuaian untuk operasi di daerah pedesaan dan semi-perkotaan.
Konfigurasi ini juga mendukung penanganan kendaraan di berbagai lanskap Indonesia, termasuk hutan, dataran rendah, dan zona tepi kota yang memerlukan penanganan rintangan dan traksi yang andal.
Pindad APR-1V: Jejak Rantis Lapis Baja Battle Proven di Bumi Rencong
Konsol senjata dipasang untuk memasang senapan mesin sedang SMS FN MAG 58, yang mencakup perisai lapis baja yang menghadap ke depan untuk memberikan perlindungan bagi operator. Konfigurasi komunikasi mencakup tiga titik pemasangan antena. Secara internal, struktur kabin bersifat modular. Pengaturan tempat duduk dan tata letak internal dapat dikonfigurasi ulang agar sesuai dengan transportasi personel atau peralatan, atau untuk tugas komando dan kontrol.
RAD mengembangkan Fortes MV 6.0 untuk Kementerian Pertahanan Indonesia sebagai solusi domestik untuk mobilitas lapis baja taktis. Kendaraan ini dikategorikan sebagai kendaraan lapis baja untuk respons taktis dan peran transportasi. Kendaraan ini mengintegrasikan fitur kemampuan bertahan hidup dan kemampuan beradaptasi yang konsisten dengan persyaratan terkini untuk operasi domestik. (Bayu Pamungkas)
Berangkat ke Papua, Isuzu NPS 75 4×4 Korps Marinir Dipasangi Plat Baja



Nggak cocok untuk Indonesia yang banyak pegunungan dan perbukitan karena hanya disebut hutan, dataran rendah dan zona tepi kota. Dalam kota tempat saya tinggal juga banyak tanjakan dan turunan tajam 45 derajat lebih dan itu tidak bisa disebut sebagai dataran rendah.