Prototipe UCAV Loyal Wingman Anduril YFQ-44A Sukses Terbang Perdana, Bakal Dampingi F-22 dan F-35

Akhir Oktober lalu ada momen penting dalam jagad drone tempur (UCAV) bergenre loyal wingman, yakni Anduril Industries mengumumkan keberhasilan uji terbang perdana prototipe drone mereka yang diberi nama YFQ-44A pada 31 Oktober 2025.
YFQ-44A (sebelumnya dikenal sebagai “Fury”) adalah prototipe untuk program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Angkatan Udara AS (USAF). Drone ini dirancang sebagai ‘loyal wingman’ yang akan terbang bersama jet tempur berawak, seperti F-35. Dengan mekanisme Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), YFQ-44A tidak akan bertarung layaknya pilot manusia, melainkan sebagai “perpanjangan” dari sistem tempur pesawat berawak.
Dalam uji terbang perdana, YFQ-44A lepas landas dari Southern California Logistics Airport di Victorville, California. Bandara ini sebelumnya adalah George Air Force Base. Spesifikasi desain drone ini mampu terbang hingga ketinggian 15.200 meter dan kecepatan Mach 0.95.
Fokus utama Anduril pada penerbangan perdana bukan untuk mencetak rekor kecepatan atau ketinggian, melainkan untuk membuktikan otonomi dasar. Penerbangan dilakukan tanpa pilot manusia yang mengendalikan joystick (semi-autonomous). Drone mampu melakukan lepas landas, terbang, dan mendarat secara mandiri hanya berdasarkan rencana misi yang telah diprogram.
YFQ-44A took flight today. Anduril has launched a new age of airpower with the push of a button.
From clean-sheet design to one-click takeoff in 556 days. pic.twitter.com/hUxIZCP8Zz
— Anduril Industries (@anduriltech) October 31, 2025
Uji terbang di bulan-bulan mendatang akan berfokus pada “perluasan amplop” (envelope expansion), di mana drone akan didorong untuk mencapai kecepatan, ketinggian, dan manuver G maksimum (hingga 9G) sesuai kemampuan desainnya. Singkatnya, YFQ-44A terbang dari Victorville, California, dalam mode otomatis. Sisanya masih menjadi rahasia untuk saat ini.
Anduril berhasil membawa desain ini dari nol (clean-sheet design) hingga uji terbang hanya dalam 556 hari (kurang dari dua tahun). Ini diklaim lebih cepat dari program jet tempur utama mana pun dalam sejarah militer AS baru-baru ini.

Jadi Lawan Berat YFQ-42A
YFQ-44A adalah prototipe kedua yang terbang untuk program CCA USAF, setelah General Atomics (GA-ASI) dengan prototipe YFQ-42A-nya berhasil terbang pada Agustus lalu. USAF akan memilih salah satu desain ini untuk dilanjutkan ke produksi massal.
Nama asli dari prototipe YFQ-42A yang dibuat oleh General Atomics adalah XQ-67A. Saat ini, baik YFQ-42A (GA-ASI) maupun YFQ-44A (Anduril) sedang dalam tahap uji coba penerbangan, dan Angkatan Udara AS akan memilih salah satu (atau keduanya) untuk memasuki jalur produksi massal.

Berdasarkan perkiraan dan data yang dirilis Anduril dan USAF, dimensi YFQ-44A mencapai setengah ukuran dari F-16 Fighting Falcon, dimensi drone ini mencakup, panjang 6,1 meter dan lebar bentang sayap 5,2 meter. YFQ-44A ditenagai sati mesin turbofan Williams FJ44-4M dengan daya dorong 4.000$ pound-force (17,8 kN).Bobot lepas landas maksimum 2.268 kg.
Anduril menggunakan mesin komersial dan desain modular bertujuan untuk memungkinkan produksi massal yang cepat dan murah, memungkinkan USAF mengerahkan ratusan drone ini untuk mendukung aset utamanya (F-22 dan F-35), sebuah konsep yang disebut ‘Affordable Mass’ (massa yang terjangkau).

YFQ-44A adalah solusi untuk menghadapi konflik dengan musuh yang kuat—yakni dengan menggandakan kemampuan tempur tanpa menggandakan risiko terhadap pilot manusia dan tanpa harus membangun lebih banyak jet tempur berawak yang sangat mahal.
Aspek paling penting, drone ini menjalankan misi sepenuhnya berdasarkan AI dan perangkat lunak Lattice milik Anduril, bukan dikendalikan langsung oleh joystick manusia, menjadikannya lompatan besar dalam teknologi otonom militer. (Gilang Perdana)
Korean Air Luncurkan LOWUS – Drone Loyal Wingman untuk Jet Tempur KF-21 Boramae


