Korea Utara Gelar Latihan Penghancuran Drone Menggunakan Helikopter Serang MD 500 Buatan AS

Ada yang menarik dari latihan pencegatan dan penghancuran drone di Korea Utara, selain menggunakan wahana helikopter, yang berhasil mencuri perhatian adalan helikopter serang yang digunakan adalah dari jenis MD 500, buatan Amerika Serikat.
Menurut laporan media pemerintah (KCNA) latihan pencegatan drone tersebut langsung diamati oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada tanggal 15 Mei 2025.
Awak helikopter MD 500 berlatih menyerang drone menggunakan senapan mesin ringan yang dipasang di samping kokpit. Latihan tersebut difokuskan pada menetralkan drone kamikaze yang terbang rendah dan bergerak lambat yang biasanya digunakan dalam misi pengintaian dan serangan presisi.
Pelatihan ini juga mencerminkan upaya Pyongyang untuk menggabungkan pelajaran dari konflik global, khususnya penggunaan pesawat berawak dalam peran respons yang fleksibel terhadap ancaman tak berawak.

Meskipun kemampuan platform MD 500 dan sistem persenjataan di dalamnya masih terbatas dibandingkan dengan teknologi pertahanan pesawat nirawak khusus, latihan ini menunjukkan dorongan militer Korea Utara untuk mengeksplorasi tindakan pencegahan yang hemat biaya guna mengantisipasi ancaman udara di masa mendatang.
MD 500 di Tangan Korea Utara
Terlepas dari berita latihan intersepsi drone di atas, menarik untuk dicermati adalah keberadaan MD500, bagaiman mungkin helikopter serang ringan tersebut bisa sampai digunakan oleh Korea Utara? Negara yang menganggap AS sebagai musuh besarnya.

Kisah bagaimana MD 500 bisa sampai ke tangan militer Korea Utara merupakan salah satu contoh paling mencolok dari pelanggaran sanksi internasional dan pengadaan senjata secara ilegal.
Alkisah, pada awal 1980-an, Korea Utara berhasil memperoleh sekitar 87 unit helikopter Hughes MD 500 melalui jalur ilegal. Helikopter-helikopter ini dibeli melalui perusahaan ekspor-impor di Jerman Barat, dengan bantuan jaringan diplomatik Korea Utara yang beroperasi di Berlin.
Transaksi ini dilakukan dengan menyamarkan tujuan akhir pengiriman, sehingga helikopter-helikopter tersebut dapat dikirim ke Korea Utara tanpa terdeteksi oleh otoritas ekspor Amerika Serikat. Setelah pengiriman ini terungkap, pemerintah AS segera mengambil langkah untuk mencegah pengiriman lebih lanjut ke negara tersebut.
Setelah tiba di Korea Utara, sebagian besar helikopter MD 500 dimodifikasi untuk keperluan militer. Modifikasi ini termasuk pemasangan sistem persenjataan seperti rudal anti-tank AT-3 Sagger buatan Soviet. Helikopter-helikopter ini kemudian digunakan oleh Angkatan Udara untuk berbagai misi, termasuk pengintaian dan serangan ringan.
Selama beberapa dekade, keberadaan MD 500 dalam arsenal militer Korea Utara dirahasiakan. Namun, pada parade militer tahun 2013 yang memperingati 60 tahun gencatan senjata Perang Korea, helikopter-helikopter ini ditampilkan secara terbuka untuk pertama kalinya.
[the_ad id=”77299″]
Penampilan publik ini mengejutkan banyak pengamat militer dan menyoroti kemampuan Korea Utara dalam memperoleh dan memodifikasi peralatan militer canggih meskipun berada di bawah sanksi internasional.
Penggunaan helikopter MD 500 oleh Korea Utara memiliki beberapa implikasi strategis, karena Korea Selatan juga mengoperasikan helikopter MD500, artinya Korea Utara dapat memanfaatkan kesamaan ini untuk melakukan operasi penyusupan atau serangan mendadak dengan risiko deteksi yang lebih rendah.

Korea Utara dikenal sangat lihai dalam mempertahankan sistem persenjataannya meskipun berada di bawah embargo ketat dan tanpa dukungan teknis resmi, termasuk dalam hal merawat helikopter serang MD 500 buatan AS, seperti kemampuan teknik yang cukup baik untuk melakukan reverse engineering terhadap peralatan militer.
Dengan membongkar helikopter MD 500 dan menganalisis komponennya, mereka dapat membuat suku cadang lokal secara mandiri, memahami struktur dan sistem avionik untuk perawatan dasar hingga lanjutan, serta menciptakan sistem pengganti untuk bagian yang tidak bisa direplika persis.
[the_ad id=”77299″]
Terdapat spekulasi bahwa Korea Utara mungkin telah mengembangkan varian lokal atau turunan dari MD500, setidaknya secara internal, dengan struktur dan sistem yang sedikit dimodifikasi untuk menggunakan suku cadang buatan dalam negeri.
MD 500 awalnya dikembangkan oleh perusahaan Hughes Helicopters, dan saat ini diproduksi oleh MD Helicopters, sebuah perusahaan AS yang merupakan kelanjutan dari divisi sipil Hughes setelah beberapa kali berpindah kepemilikan (termasuk oleh McDonnell Douglas dan Boeing). Saat ini, MD Helicopters, LLC yang berbasis di Mesa, Arizona, menjadi produsen resminya. (Bayu Pamungkas)
MD Helicopters Kirim Enam Unit Helikopter Serang MD530G untuk Angkatan Darat Malaysia



Nyelundupin kok sampai 87 unit toh? Hebat betul.
Helikopter kecil seperti ini bisa digantikan oleh yang agak besar sedikit yaitu H145m dengan HForce Weapon System. Bisa angkat prajurit sekaligus bisa serang.
Kayaknya kita bisa ganti tuh NBO-105 dengan H-145m. Jangan tanggung-tanggung. Langsung aja beli lebih dari 100 unit biar dapat lisensi untuk dibuat di sini. Dibagi AU, AL, AD, Polri, BNPB, Basarnas, Bakamla.
Aha!! Ai sukak sekali berita ini. Bener2 sukak.
Ai perkirakan kalau gunnernya gagal nembak dronenya, dia loncat dari heli dan nabrakin badannya ke drone. Daripada tetap di heli tapi di darat dieksekusi.