TNI AL Kukuhkan Kapal BRS KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, Punya Fasilitas Setara Rumah Sakit Tipe C

Bertempat di Dermaga Madura Koarmada II Surabaya, Jumat, 14 Januari 2022, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono resmi mengukuhkan operasional KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 sebagai Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS). Serah terima kapal BRS dari PT PAL Indonesia merupakan salah satu agenda dalam memperingati Hari Dharma Samudera yang jatuh pada tanggal 15 Januari 2021.

Baca juga:Β Lakukan Sea Trial RHIB dan LCVP, Pembangunan KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991 Mencapai 96 Persen

Kapal BRS memiliki spesifikasi panjang 124 meter, lebar 21,8 meter dan displacement 7.290 ton. Dalam Sea Acceptance Test (SAT) dan hasil Commodore Inspection sebelumnya, kapal BRS mampu melaju mencapai 22.0 knot di speedlog. Pencapaian tersebut melebihi ekspektasi yang sebesar 19 knot pada 90% MCR. Dengan kecepatan jelajah 14 knot, serta memiliki kemampuan berlayar hingga 30 hari penuh dengan jangkauan 10.000 mil laut.

Dari siaran pers yang diterima Indomiliter.com, Kapal BRS dikatakan mampu membawa 163 awak dan 69 tenaga medis, 1 tamu VIP dan siap melaksanakan misi operasi setara rumah sakit tipe C. Kemampuan tersebut ditunjang dengan fasilitas poliklinik rawat jalan (umum, mata, gigi, dll) UGD, ruang operasi, ruang rawat inap, dan unit radiologi. Bukan hanya itu, KRI WSH 991 mampu mengakomodir 280 relawan, 18 heli crew, serta mampu merawat sebanyak 159 pasien.

Dengan di komandoi oleh Kolonel Laut (P) Anton Pratomo sebagi Komandan Kapal yang disahkan hari ini β€œKRI WSH 991 secara fungsi sebagai kapal bantu rumah sakit akan melaksanakan dukungan dan pelayanan kesahatan baik personil dan pelaut. Setara dengan rumah sakit tipe C, baik rawat inap dan perawatan ICU. Adanya ruang isolasi khusus yang diperuntukkan untuk pasien covid19” tuturnya sehari sebelum acara.

Fasilitas operasi di KRI WSH 991 merupakan salah satu yang menjadi unggulan. Dengan kapabilitas 11 jenis operasi diantaranya bedah saraf, bedah tulang, angkat kandungan, SC, tiroid, mata, katarak, mulut/bibir sumbing. Selain itu, KRI WSH 991 juga ditunjang dengan adanya klinik radiologi seperti CT SCAN, C-Arms, rontgen, panoramic, USG 4D, serta adanya fasilitas laborarotium darah, urine dan bank darah.

Seperti yang juga disampaikan Laksamana TNI dr. Agus Guntoro selaku Kadiskesal (Kepala Dinas Kesehatan Angkagtan Laut) saat melakukan Commodore Inspection kapal BRS beberapa waktu lalu bahwa KRI WSH-991 memiliki kelengkapan fasilitas yang lebih lengkap dari KRI SHS 990 (KRI dr. Soeharso).

Mobilitas untuk pelaksanaan misi evakuasi medis juga ditunjang dengan alat transportasi yang mampu diangkut dalam kapal yakni 3 helikopter, 2 ambulance boat, 1 LCVP, 1 RHIB,1 mobile x-ray, 4 mobil ambulan, juga 4 tenda untuk rawat inap darurat total untuk 40 pasien. Serta mampu menampung 2 truk dan 2 jeep militer serta 3 mobile hospital (OFE). LCVP dan RHIB berfungsi sebagai sarana angkut personil, relawan medis, atau peralatan dari darat ke kapal ataupun sebaliknya. diperlukan dalam mobilitas evakuasi medis dengan estimasi waktu lebih singkat, terutama dalam kondisi darurat.

KRI WSH 991 akan bergabung di jajaran Satuan Kapal Bantu Komando Armada III TNI AL yang mampu didarati dua helikopter Maximum type UH-60 Black Hawk di deck.

Sebelumnya BRS telah melakukan serangkaian uji kapabilitas kapal, mulai dari uji kemampuan mesin hingga uji pengoperasian alat kesehatan yang ada di dalam kapal mulai dari Harbour Acceptance Test (HAT), Sea Acceptance test (SAT) hingga commodore inspection.

Baca juga:Β PT PAL Lakukan Keel Laying Pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua untuk TNI AL

Para awak yang ditugaskan di atas kapal BRS juga sudah melalui berbagai training, serta pelatihan medical evacuation, baik dalam pengoperasian kapal maupun alat kesehatan dan juga akan melibatkan tim dari Diskesal (Dinas Kesehatan AL). (Bayu Pamungkas)

5 Comments