Kelabui Serangan Rudal Anti Kapal, Inilah Corner Reflector, Teknologi Proteksi (Decoy) di Kapal Perang Modern

Guna mengacaukan serangan rudal jelajah anti kapal, maka perangkat umpan alias decoy seperti chaff telah menjadi sistem proteksi standar pada kapal patroli dan kombatan. Namun, pengembangan rudal jelajah terus berlanjut dengan sistem pemandu yang kian mumpuni, sehingga tebaran roket chaff belum tentu efektif untuk menghalau rudal dengan dukungan radar pencari plus kecerdasan buatan.
Baca juga: Kapal Cepat Rudal KRI Halasan 630 Tampilkan Uji Coba Penggunaan Decoy Chaff
Berangkat dari kasus yang menimpa kapal penjelajah Rusia, ITS Moskva yang karam akibat terjangan rudal anti kapal Neptune di Laut Hitam, telah mendorong pentingnya peningkatan proteksi pada kapal perang permukaan.
Dan salah satu teknologi proteksi terbaru pada kapal perang yang digadang lebih adaptif daripada chaff adalah Corner Reflector. Dikembangkan oleh perusahaan asal Perancis, Lacroix, Corner Reflector adalah inovasi dalam sistem perlindungan kapal permukaan terhadap ancaman rudal modern. Teknologi ini dipersiapkan untuk menggantikan sistem chaff tradisional yang semakin tidak efektif menghadapi rudal dengan kemampuan diskriminasi canggih.
Corner Reflector pada dasarnya perangkat pasif yang memantulkan gelombang radar kembali ke sumbernya, menciptakan sinyal pantulan yang kuat. Dalam konteks militer, Lacroix mengembangkan Sealem, sebuah umpan berbasis corner reflector yang memiliki struktur padat dan geometri presisi untuk menciptakan radar cross section (RCS) yang menyerupai kapal asli.



Dalam acara Master Class yang diselenggarakan komunitas Jakarta Defence Society (JDS) di Antara Heritage Center pada 3 Juni 2025, Sebastian Gehin, Project Manager Lacroix menjelaskan, “Corner Reflector efektif terhadap radar seeker di berbagai frekuensi, termasuk I-, J-, dan K-band, yang sering digunakan oleh rudal anti kapal modern dan tidak terdeteksi sebagai umpan oleh rudal dengan kemampuan diskriminasi, karena tidak menggunakan partikel foil seperti chaff tradisional.”
Lacroix mengintegrasikan teknologi Corner Reflector ini ke dalam sistem peluncur umpan Sylena untuk kapal patroli dan korvet, menggunakan taktik “centroid seduction” untuk mengalihkan rudal dari target asli.
Sistem Sylena menggunakan peluncur tetap yang mudah diintegrasikan ke dalam sistem manajemen tempur (combat management system) kapal dan hanya memerlukan perawatan minimal.

Teknologi Corner Reflector menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan chaff, di antaranya mampu mengelabui rudal dengan seeker canggih yang dapat membedakan antara chaff dan target asli. Struktur padat dan geometri presisi pada corner reflektor memastikan pantulan radar yang konsisten dan menyerupai kapal. Selain itu, Corner Reflektor dapat digunakan bersamaan dengan sistem jamming dan hard kill tanpa mengganggu operasi mereka.
Meski lebih unggul dari chaff, namun Corner Refector juga berbentuk roket atau peluru suar (decoy munition) yang diluncurkan ke udara atau ke permukaan laut di sekitar kapal.
Setelah diluncurkan, decoy canggih ini akan mengembang dan membentuk struktur reflektif (bisa berupa bentuk berbentuk prisma atau balon reflektif). Corner Reflector bisa mengapung di laut atau berada di udara (jika dilontarkan tinggi), bergantung pada jenis ancaman dan sistem peluncurnya dan menciptakan target palsu yang mengalihkan rudal musuh dari kapal utama. (Haryo Adjie)



selain rudal. Juga harus antisipasi serangan drone sih.