Jepretran Fotografer Spanyol Rekam ‘Detik-detik’ Bird Strike Menghantam Kanopi Jet Tempur Eurofighter Typhoon

Pesawat tempur tersambar bird strike sepertinya bukan hal baru, meski secara teori bisa dihindari, namun tak sedikit bird strike yang berujung fatal bila pilot gagal menguasai keadaan. Dan belum lama ini, jepretan kamera dari fotografer asal Spanyol, Javier Alonso de Medina Salguero, menjadi viral, setelah Ia mampu ‘merekam’ detik-detik bird strike yang menghantam jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Spanyol.

Baca juga: Dihantam Bird Strike, Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Inggris Mendarat Tanpa Kaca Kanopi

Insiden bird strike (tabrakan burung) yang dialami oleh Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Spanyol terjadi saat demonstrasi di Festival Aéreo Internacional AIRE 25 yang berlangsung pada 15 Juni 2025 di atas perairan Mar Menor, Santiago de la Ribera, San Javier, Spanyol.

Kejadiannya setelah sebuah burung camar (kemungkinan Lesser Blacked-Backed Gull) menabrak bagian depan kanopi Eurofighter Typhoon tepat saat jet tersebut sedang melakukan manuver kecepatan tinggi, mendekati atau bahkan mencapai kecepatan suara (Mach Satu).

Dampaknya menyebabkan kanopi depan jet pecah dan hancur. Pada kecepatan tinggi, bahkan burung kecil pun dapat menyebabkan kerusakan signifikan karena energi benturan meningkat secara eksponensial dengan kecepatan. Kanopi Eurofighter dirancang untuk menahan dampak burung, tetapi benturan pada kecepatan mendekati Mach 1 menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Meskipun insiden itu tampak mengerikan, pilot dilaporkan tidak terluka. Pilot berhasil mengakhiri demonstrasinya lebih awal dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Pangkalan Udara San Javier yang terdekat.

Insiden ini menyoroti bahaya bird strike bagi pesawat, terutama jet tempur berkecepatan tinggi, dan betapa pentingnya desain ketahanan pesawat serta keahlian pilot dalam menghadapi situasi darurat.

Ada beberapa catatan insiden bird strike yang menyerang kanopi jet tempur dan berakhir fatal, baik bagi pilot maupun pesawat. Meskipun kanopi modern dirancang sangat kuat, tapi benturan dengan burung pada kecepatan tinggi, terutama pada bagian yang rentan atau jika burungnya sangat besar, dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan.

Berikut adalah beberapa insiden bird strike yang berakitan fatal pada jet tempur:

1. USAF F-16 Fighting Falcon (1993, Kunsan Air Base, Korea Selatan)
Sebuah F-16 milik Angkatan Udara AS sedang lepas landas dari Kunsan Air Base ketika menabrak dua burung elang. Salah satu elang menabrak kanopi dan yang lainnya mengenai mesin.

Pilot, Kapten Scott F. O’Grady, berhasil mengeluarkan diri (eject) tetapi mengalami cedera serius. Namun, pada insiden bird strike F-16 lainnya yang lebih awal, ada kasus fatalitas yang terjadi karena kerusakan kanopi dan pilot yang tidak dapat mengendalikan pesawat.

Hawk T1 Tim Aerobatik Red Arrows Terkena Bird Strike, Kaca Kanopi Pecah!

2. USAF F-15 Eagle (1987, Alaska)
Sebuah F-15 menabrak kawanan angsa salju. Beberapa angsa menembus mesin dan satu menabrak kanopi. Pilot, Kapten Bruce M. Teagarden, meninggal dunia akibat cedera kepala yang parah dari benturan pada kanopi dan pesawat jatuh.

3. RAF Tornado GR1 (1994, Skotlandia)
Sebuah Tornado GR1 milik Angkatan Udara Inggris (RAF) sedang terbang rendah di Skotlandia ketika menabrak seekor angsa. Angsa tersebut menembus kanopi, menghantam salah satu pilot (co-pilot).

Co-pilot (navigator) tewas seketika akibat benturan. Pilot berhasil mendaratkan pesawat, tetapi ini menunjukkan betapa fatalnya dampak burung pada kecepatan tinggi bahkan pada pesawat yang kokoh.

Tingkat kerusakan dan potensi fatalitas sangat bergantung pada kecepatan pesawat saat benturan, ukuran dan berat burung, serta area spesifik benturan pada kanopi. Pada kecepatan tinggi, bahkan burung kecil pun dapat bertindak seperti proyektil keras. (Gilang Perdana)

Terkena Bird Strike, Jet Tempur AU Cina Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas