Israel Gandeng SIG Sauer Luncurkan “Fire Storm 250”: Drone Serbu Quad Copter dengan Senapan Mesin Robotik

Israel Aerospace Industries (IAI) dan SIG Sauer berkolaborasi meluncurkan produk drone quadcopter bersenjata di Association of the United States Army (AUSA) Annual Meeting and Exposition di Washington DC, Amerika Serikat (13-15 Oktober 2025). Yang dimaksud adalah “Fire Storm 250”, sebuah drone serbu bersenjata (armed drone).
Fire Storm 250 menarik perhatian karena kemampuannya yang ringkas namun dilengkapi dengan senjata api (disebutkan sebagai machine gun-equipped drone di beberapa sumber) dan dirancang untuk misi taktis.
Seperti dikutip Defence Blog, perwakilan IAI di AUSA menyatakan bahwa drone ini telah menjalani pengujian awal dan sedang ditawarkan untuk dievaluasi oleh pelanggan pertahanan internasional. Perusahaan ini bertujuan untuk memposisikan Fire Storm 250 sebagai bagian dari rangkaian solusi nirawak yang lebih luas, yang mencakup wilayah darat, udara, dan laut.
Namun, per 16 Oktober, karena alasan yang tidak diketahui, deskripsi Fire Storm 250 telah dihapus dari situs web resmi IAI. Perusahaan belum mengeluarkan pernyataan apa pun yang menjelaskan perubahan tersebut.
Israel Aerospace Industries (IAI) is promoting their “Fire Storm 250” Airborne Machine Gun at the AUSA Annual Meeting in Washington, D.C. pic.twitter.com/WZ2EOWUMC9
— Benjamin Alvarez (@BenjAlvarez1) October 13, 2025
Meski ada keterbatasan data teknis, namun, drone ini dirancang untuk mendukung misi di berbagai skenario, termasuk Operasi Militer di Medan Perkotaan (MOUT). Misi utamanya menyediakan dukungan tembakan yang ringkas dan sebagai unit taktis di lapangan.
Jenis senjata hanya disebut sebagai senapan mesin robotik (robotic machine gun), yang dikembangkan dalam kolaborasi dengan produsen senjata terkenal, SIG Sauer.
Sumber-sumber yang tersedia saat peluncuran tidak menyebutkan kaliber spesifik senapan mesin tersebut. Namun, mengingat kolaborasi dengan SIG Sauer dan tujuan misi taktis (mendukung unit kecil), kemungkinan besar kalibernya adalah 5,56 x 45 mm dan 7,62 x 51 mm NATO. Untuk kapasitas amunisi, srone dilaporkan mampu membawa 200 butir amunisi.
Drone ini mengintegrasikan platform penembakan yang distabilkan (stabilized firing platform) untuk menjaga akurasi tembakan meskipun drone sedang bergerak atau hover (melayang di udara), dan menggunakan algoritma kontrol yang kompleks untuk mempertahankan akurasi dan memfasilitasi penargetan presisi dari jarak aman.
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, sebagai drone taktis yang dirancang untuk pengintaian dan serangan presisi, drone ini hampir pasti menggunakan sensor EO (kamera optik) untuk pengamatan siang hari dan sensor IR (termografik) untuk operasi malam hari atau kondisi visibilitas rendah. (Gilang Perdana)


