Iran Serang Al Udeid Air Base di Qatar, Pangkalan Utama AS di Timur Tengah yang Jadi Markas USCENTCOM

Merespon Operasi Midnight Hammer, yakni serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran, maka tak berselang lama, serangan balasan pun dilacarkan pada aset strategis AS di kawasan tersebut. Dan sasaran yang terpiliih adalah Pangkalan Udara Al Udeid – Al Udeid Air Base (AUAB) yang berlokasi di Qatar, yang notebene merupakan pusat militer AS paling penting di Timur Tengah.

Baca juga: Terbang 37 Jam Nonstop, Inilah Rahasia Ketangguhan Pembom Stealth B-2 Spirit Dalam Operasi Midnight Hammer

Yang menarik, meski status basis militer atau pangkalan udara ini adalah milik AS, namun, pemerintah Qatar sepenuhnya membiayai modernisasi dan perluasan pangkalan, yang menyiratkan kebutuhan Qatar akan kehadiran kekuatan militer AS di negara kaya minyak itu.

Usia pangkalan ini masih relatif baru, Qatar mulai membangun Al Udeid pada tahun 1996 sebagai bagian dari kebijakan memperkuat pertahanan udara dan proyeksi militernya sendiri. Didanai oleh Kementerian Pertahanan Qatar dan dibangun di tengah gurun wilayah Al Rayyan (30 km barat daya Doha). Qatar memang sengaja membangun pangkalan ini agar dapat menarik dukungan militer dari Amerika Serikat, di tengah ketegangan kawasan pasca Perang Teluk.

Peran Al Udeid bertambah besar pasca serangan 11 September 2001 (9/11) di New York, yang mana AS membutuhkan pangkalan baru yang lebih aman dan tidak terlalu dekat dengan garis depan. Al Udeid sebagai basis utama yang ideal karena lokasinya yang strategis, relatif aman dari protes domestik (dibandingkan Arab Saudi) dan yang paling penting, Qatar bersedia memberi akses penuh kepada militer AS. Sejak saat itu, pasukan dan pesawat AS mulai berpindah dari Pangkalan Prince Sultan di Arab Saudi ke Al Udeid.

Pada tahun 2002, peran Al Udeid bertambah besar, semenjak Markas US Central Command (USCENTCOM) pindah ke Al Udeid, yang menjadikan pangkalan ini menjadi pusat komando untuk operasi di Afghanistan dan kemudian Irak.

Menjadi basis AS untuk melancarkan serangan melawan ISIS dan operasi penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Qatar menggelontorkan dana lebih dari US$1 miliar untuk perluasan hanggar bawah tanah, apron pesawat berat, sistem radar dan komunikasi, kompleks perumahan dan ruang komando. Modernisasi dilakukan agar Al Udeid siap menghadapi ancaman dari Iran dan kelompok proksinya di kawasan.

Dalam serangan balasan Iran yang menyasar Al Udeid, kabarnya AS sudah mengosongkan sebagian area atas dasar informasi intelijen. Selain itu sistem pertahanan udara seperti Patriot dan THAAD berhasil menetralisir serangan. Tidak ada korban jiwa dalam serangan rudal balistik Iran dan pangkalan tetap beroperasi secara terbatas.

Al Udei punya landasan pacu sepanjang 3.700 meter (dapat menampung pesawat besar seperti C-5 Galaxy dan B-52). Sebagai basis militer utama AS, pangkalan ini menjadi tempat tinggal dan fasilitas bagi 10.000 personel. (Gilang Perdana)

Qatar Akuisisi Delapan Unit UCAV MQ-9B SkyGuardian, Jadi Pembeli Pertama di Timur Tengah

4 Comments