Dokumen Bocor: Cina Pesan 20 Unit Tanker Il-78MK-90A Rusia, Sinyal Tak Percaya Diri pada YY-20?

Meski telah mampu memproduksi pesawat tanker Xian YY-20 (sebelumnya dikenal oleh pengamat militer sebagai Y-20U atau YU-20), Cina dikabarkan telah memesan pembelian 20 unit pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A baru dari Rusia. Berita ini cukup mengejutkan dan menciptakan spekulasi bila Cina tidak puas dengan kemampuan YY-20.
Baca juga: Xian Y-20U – Pesawat Tanker Terbaru dengan Kapasitas Terbesar Andalan AU Cina
Seperti dikutip Zona Militar, sebuah dokumen bocor baru dipublikasikan di media sosial, mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Cina dilaporkan sedang menunggu pengiriman 20 pesawat tanker Il-78MK-90A baru yang dibeli dari Rusia. Jika akuisisi ini terlaksana, pesawat-pesawat tersebut diperkirakan akan dikirimkan kepada Angkatan Udara Cina antara tahun 2027 dan 2028.
Perlu diingat bahwa pesawat Il-78MK-90A memiliki berat lepas landas maksimum 210.000 kilogram dan dapat mencapai kecepatan hingga 800 km/jam, menurut produsennya. Untuk memenuhi peran pengisian bahan bakarnya, setiap pesawat dilengkapi hingga tiga titik pengisian bahan bakar dan dapat membawa hingga 78 ton bahan bakar dengan jarak minimal 1.000 kilometer.
An interesting document has leaked, which shows that China (customer 156) has ordered 20 new Il-78MK-90A tanker aircraft from Russia, with delivery by 2027-28. Could China be dissatisfied with its own YY-20 tankers? pic.twitter.com/wW9eqJ7vYv
— Piotr Butowski (@piotr_butowski) October 16, 2025
Perusahaan pemas, Rosoboronexport menekankan bahwa pesawat ini mampu lepas landas dari landasan pacu beraspal maupun lokasi yang lebih sulit dengan jalur tanah, sehingga memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar.
Dengan kemampuan ini, pesawat ini akan memungkinkan Cina untuk memperkuat armada pengisian bahan bakar udaranya, yang saat ini sebagian besar terdiri dari Il-78 buatan Rusia dan pesawat H-6U produksi dalam negeri—keduanya dianggap sudah usang dan perlu diganti.
Dalam kasus Il-78, Cina mengakuisisi model tersebut dari Ukraina pada awal 2010-an, dan setelah periode perbaikan dan pemeliharaan, pengiriman dilakukan antara tahun 2014 dan 2016. Di sisi lain, H-6U didasarkan pada desain pesawat pengebom H-6 asli, yang dimodifikasi untuk misi pengisian bahan bakar udara dan mulai beroperasi pada tahun 1990-an.
YY-20 yang disebutkan sebelumnya sejauh ini dianggap sebagai satu-satunya alternatif yang diketahui bagi Angkatan Udara Cina. Karena belum ada pernyataan resmi, saat ini belum diketahui apakah potensi akuisisi pesawat Il-78MK-90A Rusia yang baru dimaksudkan untuk memperpanjang periode pengembangan dan penggabungan platform YY-20, untuk mendiversifikasi jenis pesawat, atau sebaliknya, mencerminkan evaluasi negatif terhadap kemampuan YY-20.
Skenario terakhir tampaknya merupakan skenario yang paling mungkin, mengingat jumlah pesawat yang dipesan dan perkiraan tanggal pengiriman. Sejalan dengan hal ini, Cina telah mengintegrasikan unit pertama pesawat pengisian bahan bakar YY-20, dengan pesanan resmi yang diberikan kepada Xi’an Aircraft Company (XAC) pada tahun 2022.
Mengenai riwayat operasional terkini, pesawat tersebut berpartisipasi dalam misi bersama pesawat tempur MiG-29M/M2 Mesir antara bulan April dan Mei tahun ini, sebagai bagian dari latihan bilateral Civilization Eagles 2025.
Il-78MK-90A
Il-78MK-90A adalah pesawat tanker multiperan yang dikembangkan dari versi angkut modern Il-76MD-90A. Huruf ‘MK’ menunjukkan kemampuannya untuk dikonversi, dan ’90A’ mengacu pada penggunaan mesin dan avionik modern.
Pesawat ini ditenagai 4 x turbofan Aviadvigatel PS-90A-76 (lebih kuat dan hemat bahan bakar dari mesin D-30KP pada varian lama) dengan kecepatan jelajah sekitar 850 km/jam. Kapasitas bahan bakar yang dapat ditransfer hingga 78 ton (saat beroperasi pada jarak 1.000 km dari pangkalan).
“Muka Lama Kemampuan Baru,” Rusia Luncurkan Pesawat Tanker Ilyushin Il-78M-90A
Berat lepas landas maksimum 210 ton dan jarak lepas landas Lebih pendek, sekitar 1.550 meter (lebih pendek 400 meter dibandingkan versi bermesin lama)
Metode pengisian menggunakan sistem probe-and-drogue dengan tiga pod pengisian: dua di bawah sayap dan satu di bagian ekor. Il-78MK-90A dapat dikonversi (convertible), setelah peralatan bahan bakar di lambung dilepas, pesawat dapat dengan cepat diubah menjadi pesawat angkut militer (transport) dengan daya muat maksimum hingga 60 ton kargo.
Il-78MK-90A adalah varian yang sangat baru dan merupakan versi ekspor yang ditawarkan oleh Rusia. Varian domestik dari pesawat ini (Il-78M-90A) akan digunakan oleh Angkatan Udara Rusia (Russian Aerospace Forces) untuk menggantikan armada tanker Il-78/Il-78M yang sudah tua.
Pengguna Il-78 lama (varian non-90A) meliputi India, Aljazair, dan Pakistan. Il-78MK-90A bertujuan untuk memperbarui armada tanker di Rusia dan pasar ekspor. (Gilang Perdana)



Betul.. Sepakat dengan anda.. China selalu begitu.. Dengan dalil mengisi stopgap padahal mereka mencoba reverse teknologi yg ada untuk potong compas teknologi dengan disertai innovasi tersendiri dr china
buat persiapan invasi taiwan,andai pesawat tanker yang operasional sekarang pada rontok,maka penggantinya sudah siap operasional
china beli sesuatu biasanya untuk dibuat tiruannya, mungkin ada beberapa aspek teknologi il 78 yang ingin dipelajari cina, lagipula sebagian teknologi cina adalah teknologi stalinium dan sebagian lagi pengembangan mandiri (atau mungkin sumber lain juga), jadi ya beli produk tanker rusia masih masuk akal
Tidak puas?
Ah itu hanya perasaanmu saja. Belum tentu tidak puas lho. Bisa jadi untuk memenuhi target jumlah tanker dengan cara membeli dari lebih dari satu sumber untuk mempersingkat waktu.
Atau bisa juga untuk bisnis. Untuk bisnis?
Ya kan bisa dijual lagi dengan harga lebih tinggi bagi negara-negara yang takut CAATSA dan butuh pinjaman berbunga rendah dengan tenor pelunasan panjang selama puluhan tahun untuk membelinya. Cuan lagi itu. Tahu kan negara mana itu salah satunya.
Hihihihi.
“apakah potensi akuisisi pesawat Il-78MK-90A Rusia yang baru dimaksudkan untuk memperpanjang periode pengembangan dan penggabungan platform YY-20, untuk mendiversifikasi jenis pesawat, atau sebaliknya, mencerminkan evaluasi negatif terhadap kemampuan YY-20.
Skenario terakhir tampaknya merupakan skenario yang paling mungkin, mengingat jumlah pesawat yang dipesan dan perkiraan tanggal pengiriman”
menurutku bukan seperti itu min, china impor alutsista jelas ada tujuan nya.
coba balik ke jaman dulu, saat china udah bisa produksi jet tempur J-11 dan J-16, lalu kenapa china beli sukhoi-35 rusia? setelah di cek ada dugaan china ingin memperoleh mesin jet tempur varian terbaru dari rusia. ada kemungkinan rusia menolak menjualnya, tapi karena china beli su-35, mesin itu terpaksa dijual.
Pada tahun 2015, Tiongkok membeli 24 unit jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia, yang dilengkapi dengan mesin turbofan Saturn AL-41F1S. Pembelian ini dilakukan Tiongkok sebagai cara untuk mendapatkan solusi jangka pendek, karena program jet tempur siluman J-20 buatan mereka tertunda karena masalah pengembangan mesin WS-15 dalam negeri.
lalu apa hubungannya dg beli 20 tanker il 78 mk90a, ya jelas ada hubungannya.
Penilaian Janes terhadap citra yang dirilis oleh PLAAF dan observasi satelit telah menetapkan bahwa Tiongkok memiliki setidaknya delapan pesawat YY-20A yang beroperasi. Hingga awal 2022, Tiongkok hanya memiliki satu pesawat yang beroperasi. Pada akhir 2022, Tiongkok mengoperasikan empat pesawat.
jadi yy-20 masih pesawat baru dan jumlahnya sedikit untuk negara dengan kekuatan udara terbesar di asia harus segera memodernisasi + menambah jumlah pesawat tankernya
ada juga kemungkinan lain knp china memborong tanker rusia yaitu soal mesin nya. Y20 prototype awalnya pake mesin D-30 Rusia, lalu pake mesin WS-20.
tentu china ingin punya mesin baru buatan rusia, dan balik lagi rusia itu suka pelit menjual mesinnya. makanya karena china butuh mesin baru turbofan Aviadvigatel PS-90A-76 (lebih kuat dan hemat bahan bakar dari mesin D-30KP pada varian lama) dan juga butuh tanker dalam jumlah banyak sebisa mungkin sebelum 2030.