Direktorat Intelijen Ukraina Ungkap S8000 Banderol – Rudal Jelajah Terbaru Rusia yang Diluncurkan dari UCAV Orion

Masih hangat tentang artikel kami sebelum ini yang mengulas rudal jelajah baru Rusia dengan tampilan mirip AGM-158 JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile), maka belum lama ini ada kabar lanjutan terkait rudal yang secara tidak resmi dijuluki “Banderol” ini.

Baca juga: Rusia Spill Rudal Jelajah Baru dengan Tampilan Sepintas Mirip AGM-158 JASSM

Namun, kabar lanjutan tentang rudal Banderol bukan berasal dari Rusia, pada 11 Mei 2025, Direktorat Intelijen Utama Ukraina (GUR) mengungkapkan rincian rudal jelajah terbaru Rusia yang diberi nama S8000 Banderol, yang dikembangkan Kronstadt JSC. Secara khusus, Banderol dirancang untuk diluncurkan dari drone tempur (UCAV) Orion dan kemungkinan helikopter serang Mi-28N.

Dengan jangkauan yang dilaporkan sejauh 500 kilometer dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi, rudal Banderol menggarisbawahi upaya berkelanjutan Moskow untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya di tengah konflik regional.

Pengungkapan tersebut, dipublikasikan di situs web resmi GUR, telah menarik perhatian analis pertahanan di seluruh dunia, yang mendorong pemeriksaan cermat terhadap spesifikasi teknis rudal dan platform yang dimaksud.

S8000 Banderol adalah rudal jelajah bertenaga jet yang dirancang untuk serangan presisi terhadap target darat. Menurut informasi yang dirilis oleh GUR, rudal tersebut berukuran panjang sekitar 5 meter dengan lebar sayap sekitar 2,2 meter dan diameter fuselage sekitar 30 sentimeter.

Sistem propulsi Banderol kemungkinan adalah mesin turbojet, memungkinkan kecepatan maksimum 620 hingga 650 kilometer per jam dan kecepatan jelajah 520 hingga 560 kilometer per jam. Beban bahan bakar pada rudal ini diperkirakan 50 hingga 65 kilogram, mendukung jangkauan terbang hingga 500 kilometer, yang memungkinkannya untuk menyerang target pada jarak yang cukup jauh.

Bulgarianmilitary.com menyebut berat hulu ledaknya sekitar 150 kilogram, digambarkan sebagai jenis fragmentasi berdaya ledak tinggi, yang cocok untuk menghancurkan posisi yang dibentengi, infrastruktur, atau konsentrasi personel.

Laporan GUR juga mencatat ketergantungan rudal tersebut pada komponen asing, meskipun rincian spesifik tentang sistem pemandu atau subsistem elektroniknya masih dirahasiakan.

Desainnya memiliki kemiripan visual dengan AGM-158 JASSM buatan AS, khususnya dalam bentuknya yang sulit diamati, “seperti pensil”, yang menunjukkan upaya untuk mengurangi kemampuan deteksi radar.

Belum ada konfirmasi resmi Rusia tentang spesifikasi atau status operasional rudal tersebut, tetapi peluncurannya di lapangan uji Kapustin Yar pada bulan April 2025, seperti yang dilaporkan oleh media Rusia, menunjukkan adanya pengembangan aktif rudal ini.

Platform peluncuran utama S8000 Banderol adalah drone Kronshtadt Orion, UCAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) yang dikembangkan oleh Kronstadt Group. Orion, yang juga dikenal sebagai Inokhodets dalam varian domestik Rusia, merupakan landasan program UAV Rusia, yang dirancang untuk misi pengintaian, pengawasan, dan serangan presisi.

Dengan berat sekitar 1.000 kilogram saat lepas landas, Orion memiliki lebar sayap 16,3 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 3,2 meter. Didukung oleh satu mesin turboprop, pesawat ini mencapai kecepatan jelajah 120 hingga 200 kilometer per jam dan dapat tetap mengudara hingga 24 jam.

Ketinggian operasionalnya mencapai 7.500 meter, dan dapat membawa muatan tempur hingga 200 kilogram, termasuk bom berpemandu, rudal, dan roket.

[the_ad id=”77299″]

Ruang muatan modular Orion memungkinkan integrasi berbagai amunisi, seperti bom KAB-20 dan KAB-50 atau roket Kh-50, seperti yang ditunjukkan selama uji coba tempur di Suriah pada tahun 2019. Sistem komunikasi satelit memperluas jangkauan kendali Orion hingga lebih dari 250 hingga 300 kilometer, yang memungkinkan operasi jarak jauh.

Kemampuan Orion untuk membawa S8000 Banderol secara signifikan meningkatkan jangkauan strategisnya, mengubahnya menjadi platform yang mampu melakukan serangan jarak jauh terhadap target bernilai tinggi. (Gilang Perdana)

Rusia Jajal Tempur Rudal X-UAV dari Drone Orion-E – Hancurkan MBT T-64 Ukraina