Deteksi Jet Tempur Stealth Cina dan Pakistan, India Akuisisi Container-S OTH Anti-Stealth Radar System, Peringatan Dini dengan Jangkauan 3.000 Km

Beban sistem pertahanan udara (hanud) India sepertinya bakal makin berat, pasalnya bukan hanya Cina yang mengoperasikan jet tempur stealth, Pakistan dalam waktu dekat ini juga akan menerima pengiriman jet tempur stealth Shenyang J-35A dari Beijing. Sementara, bagi India status jet tempur baru dalam proyek Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) saat ini baru dalam tahap persetujuan pengembangan prototipe.

Baca juga: Pakistan Bakal Diperkuat Shenyang J-35A, India Beri Lampu Hijau Proyek Jet Tempur Stealth AMCA

Guna mengantisipasi ancaman dari jet tempur stealth, India yang akrab dengan platform alutsista Rusia, dikabarkan tengah dalam negosiasi dengan Moskow untuk mengakuisisi Container-S OTH Anti-Stealth Radar System, yakni sistem radar peringatan dini yang punya jangkauan 3.000 km, dan digadang dapat mengendus keberadaan pesawat tempur stealth (siluman) dan rudal balistik.

India dan Rusia sekali lagi berunding mengenai potensi pembelian radar over the horizon (OTH) “Container-S” yang juga dikenal sebagai “Container” 29B6. Sumber dari defence.in yang mengetahui rencana pengadaan ini mengindikasikan negosiasi tengah berlangsung antar perwakilan pemerintah kedua negara.

Keterlibatan baru ini muncul karena kedua negara juga dilaporkan mempertimbangkan perjanjian pengadaan radar serupa untuk OTH Voronezh yang juga buatan Rusia.

Langkah-langkah ini menunjukkan India secara aktif bekerja untuk secara signifikan memperkuat sistem pertahanan udaranya, khususnya terhadap ancaman pesawat siluman yang sulit dideteksi dan ancaman udara jarak jauh.

Container-S digambarkan sebagai radar canggih Rusia yang dirancang untuk memantau wilayah udara yang luas dan mendeteksi rudal balistik dari jarak yang sangat jauh.

Radar ini dilaporkan dapat mengidentifikasi ancaman udara, seperti pesawat siluman dan rudal balistik, pada jarak lebih dari 3.000 kilometer dan pada ketinggian yang berada di luar jangkauan banyak sistem radar standar.

Radar over-the-horizon seperti Container-S mencapai jangkauan yang begitu jauh dengan memantulkan gelombang radio dari ionosfer Bumi, yang memungkinkannya untuk ‘melihat’ melampaui lengkungan Bumi.

[the_ad id=”77299″]

Sistem radar Container operasional pertama di dekat Kovylkino, di wilayah Mordovia Rusia, radar ini mulai beroperasi pada Desember 2013 dan dinyatakan siap tempur sepenuhnya pada tahun 2019. Rusia berencana untuk membangun situs radar kedua di Kaliningrad.

Akuisisi radar Container-S akan mendukung upaya berkelanjutan India untuk meningkatkan jaringan pertahanan udara nasionalnya. Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap tantangan keamanan yang berubah di kawasan tersebut, khususnya mengantisipasi pengembangan pesawat tempur stealth dan rudal balistik oleh musuh potensial India, yakni Cina dan Pakistan.

Pantau Pergerakan Armada Cina di Pasifik Barat, Amerika Serikat Bangun Radar Over The Horizon di Palau

Kapasitas sistem Container-S untuk mendeteksi target tersebut dari jarak yang jauh akan sangat meningkatkan kemampuan India untuk memantau wilayah udaranya dan menerima peringatan tepat waktu tentang potensi serangan.

Pembahasan untuk perjanjian antarpemerintah untuk Container-S dilaporkan merupakan bagian dari kerangka kerja sama pertahanan yang lebih luas antara India dan Rusia, yang juga mencakup negosiasi untuk radar OTH Voronezh. Kesepakatan antar pemerintah dalam pertahanan sering kali memfasilitasi transfer teknologi sensitif dan dapat memperlancar proses pengadaan.

Konstruksi modular yang dapat beradaptasi dan jangkauannya yang luas pada radar Container-S akan menjadikannya tambahan yang berharga bagi aset pertahanan udara India saat ini, yang mencakup sistem rudal hanud S-400 dan program pertahanan rudal balistik yang dikembangkan secara lokal.

[the_ad id=”77299″]

Penggabungan radar Container-S ke dalam infrastruktur pertahanan India diharapkan dapat menciptakan perisai yang lebih kuat terhadap berbagai ancaman udara, mulai dari pesawat konvensional hingga sistem yang lebih canggih.

Sistem ini menyediakan pengawasan wilayah udara jarak jauh yang menyeluruh, yang penting untuk mengidentifikasi pesawat siluman. Radar ini dapat mendeteksi objek pada ketinggian hingga 100 kilometer dan menawarkan sudut pengawasan selebar 240 derajat, yang mencakup wilayah geografis yang luas.

Susunan antena penerimanya, yang terdiri dari 144 tiang, mencerminkan desain modular yang memungkinkan fleksibilitas dan peningkatan di masa mendatang. (Gilang Perdana)

India Negosiasi Pembelian Radar Peringatan Dini “Voronezh” dari Rusia, Punya Jangkauan Deteksi 6.000 Km

2 Comments