Caterpillar D9 – Monster Bulldozer Lapis Baja ‘Eksekutor’ Invasi Israel ke Jalur Gaza

Meski tidak dipersenjatai, namun, invasi Israel secara brutal ke Jalur Gaza dan Tepi Barat, juga melibatkan kendaraan khusus (ransus) berupa bulldozer Caterpillar D9. Tak hanya digunakan untuk menyingkiran puing yang menghalangi laju kavaleri, bulldozer ini juga aktif digunakan untuk menghancurkan IED (Improvised Explosive Device) sembari melakukan pengusiran warga Palestina dari tanah kelahirannya.

Baca juga: Komatsu Type 75 – Bulldozer Lapis Baja Ciri Khas Zeni Konstruksi Angkatan Darat Jepang

Caterpillar D9 dioperasikan Israel Defense Forces (IDF) Combat Engineering Corps atau Korps Zeni Tempur (Zipur). Caterpillar D9 dijuluki Doobi (boneka beruang) — adalah buldoser lapis baja yang digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Lantaran digunakan di wilayah konflik, Caterpillar D9 lapis baja Israel telah banyak dimodifikasi oleh Israel Defense Forces, Israeli Military Industries dan Israel Aerospace Industries (IAI) untuk meningkatkan kemampuan bertahan buldoser di lingkungan yang tidak bersahabat dan memungkinkannya menahan serangan berat, sehingga membuatnya cocok untuk penggunaan teknik tempur militer.

D9R, generasi terbaru bulldozer Caterpillar D9 yang juga digunakan Angkatan Darat Israel, dilengkapi dengan mesin diesel 405–410 tenaga kuda (302–306 kW) dan memiliki tarikan drawbar sebesar 71,6 metrik ton (sekitar 702 kN). Generasi yang lebih tua, seperti D9L dan D9N masih beroperasi, terutama di pasukan cadangan. D9 memiliki dua awak: seorang operator dan seorang komandan. Bulldozer ini dioperasikan oleh unit Tzama (peralatan teknik mesin) dari Korps Teknik Zipur.

Seperti dikutip Armyrecognition.com, modifikasi utama yang dilakukan militer Israel adalah pemasangan perlengkapan lapis baja buatan Israel yang memberikan perlindungan pada sistem mekanis dan kabin operator. Operator dan komandan dilindungi di dalam kabin lapis baja yang disebut “kokpit”, dengan jendela kaca antipeluru untuk melindungi dari efel ledakan bom, senapan mesin, dan tembakan penembak jitu.

IDF juga mengembangkan dan memasang tambahan slat armor untuk membelokkan serangan granat berpeluncur roket (RPG). Paket lapis baja yang dipasang menambah berat bulldozer sekitar 15 ton tambahan (17 short ton) pada bobot lproduksi D9. Bulldozer D9 yang dimodifikasi dapat dilengkapi dengan fitur berbeda, seperti senapan mesin yang dioperasikan kru, proyektor asap, atau peluncur granat.

Zipur Israel menggunakan D9 untuk berbagai macam tugas teknik tempur, seperti pekerjaan tanah, menggali parit, memasang penghalang pasir, membangun benteng, menyelamatkan kendaraan tempur lapis baja yang terjebak, terbalik atau rusak (bersama dengan Kendaraan Pemulihan M88), membersihkan ranjau darat, meledakkan IED dan bahan peledak, menangani jebakan, membersihkan rintangan di medan dan membuka rute bagi kendaraan tempur lapis baja dan infanteri, serta penghancuran bangunan, termasuk saat diserang.

Pada awal tahun 2000-an, D9R baru memasuki layanan IDF, dilengkapi dengan lapis baja generasi baru yang dirancang oleh Masha dari IDF, Israel Aerospace Industries, dan Zoko Shiloovim/ITE (importir Caterpillar Inc. di Israel). Karena meningkatnya ancaman muatan berbentuk roket anti-tank dan rudal anti-tank, IDF pada tahun 2005 memperkenalkan slat armor, dipasang dalam jumlah besar pada dozer IDF D9R pada tahun 2006.

Ranpur VAB 4×4 Ukraina Dipasangi Slat Armor – ‘Wajah Baru’ Panser APC Legendaris dari Perancis

IDF juga mengoperasikan bulldozer D9N lapis baja yang dikendalikan dari jarak jauh, yang disebut “Raam HaShachar” yang sering disalahartikan sebagai “petir hitam”. Buldoser yang dikendalikan dari jarak jauh digunakan ketika terdapat risiko besar bagi kehidupan manusia, terutama ketika membuka rute berbahaya dan meledakkan bahan peledak.

Buldoser D9R lapis baja dan buldoser D9N “Raam HaShachar” tak berawak memainkan peran penting dalam Perang Lebanon Kedua (2006) dan Operasi Cast Lead (2008–2009). Kedua jenis bulldozer tersebut terlibat dalam pembukaan rute, pembersihan bahan peledak dan IED, pembuatan gundukan pasir untuk melindungi AFV dan kamp infanteri, serta penghancuran bangunan seperti bangunan yang dipasang, markas besar, gudang, pos terdepan, bunker, dan terowongan – yang seringkali tersembunyi di dalam bangunan sipil. Secara total, 100 D9 dikerahkan selama Operasi Cast Lead. (Gilang Perdana)

Komatsu D155W – Bulldozer dengan Kemampuan Amfibi, Ideal untuk Zeni Korps Marinir

One Comment