Debutnya Telah Berakhir, Kini Muncul ‘Copy-an’ Sikorsky S-97 Raider di Cina

Setelah sukses mengadaptasi helikopter UH-60 Black Hawk dalam produksi lokal sebagai Harbin Z-20 series, ada kabar Cina kembali sukses meniru helikopter futuristik buatan Amerika Serikat yang identik dengan predikat high-speed helicopter. Persisnya, Cina telah mengembangkan helikopter yang tampak sangat mirip dengan Sikorsky S-97 Raider.
Baca juga: Cina Punya Harbin Z-20 “CopyHawk,” Tiruan Sikorsky Black Hawk dengan Mesin Lebih Kuat
Video helikopter baru tersebut muncul di internet, memperlihatkan helikopter tersebut saat uji terbang. Rekaman menunjukkan sistem rotor koaksial yang dipasangkan dengan baling-baling pendorong di bagian ekor, konfigurasi yang identik dengan Raider AS. Menurut unggahan media sosial Cina, video itu pertama kali dipublikasikan pada April 2025 di TikTok versi domestik.
Meskipun Cina belum memberikan nama resmi untuk helikopter ini, foto dan video yang beredar menunjukkan bahwa desainnya hampir identik dengan Raider, dengan menggunakan konfigurasi rotor utama koaksial yang berputar berlawanan dan baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian ekor.
Konfigurasi ini memungkinkan helikopter untuk mencapai kecepatan jauh di atas helikopter konvensional dan meningkatkan kemampuan manuvernya.
飛行中の中国の新型高速複合ヘリコプター
S-97形式の二重反転式ローターと高速推進用ローターを備えた形式。こちらもティルトローター機と同じく既に模型や関連研究資料が公開済みでしたが、初飛行の前触れはこれまで観測されていなかった。 pic.twitter.com/9dEu90cDF3— お砂糖wsnbn (@sugar_wsnbn) August 21, 2025
Para analis pertahanan menyimpulkan bahwa helikopter Cina ini kemungkinan besar merupakan bagian dari program pengujian untuk mengeksplorasi konsep performa yang sama dengan yang dikembangkan oleh AS.
Namun, perlu dicatat bahwa meniru desain eksterior tidak menjamin performa yang sama. Keberhasilan helikopter ini sangat bergantung pada teknologi mesin, avionik, dan sistem kontrol penerbangan yang masih menjadi tantangan bagi industri pertahanan Cina.

Sikorsky S-97 Raider adalah sebuah helikopter bersenjata dan pengintai canggih yang dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft. Helikopter ini dikenal karena desain inovatifnya yang bertujuan untuk mencapai kecepatan dan manuver yang jauh melampaui helikopter konvensional.
Rotor koaksial dan baling-baling pendorong adalah fitur paling khasnya. S-97 Raider menggunakan dua set baling-baling rotor utama yang berputar berlawanan arah (koaksial). Konfigurasi ini menghilangkan kebutuhan akan rotor ekor untuk melawan torsi. Selain itu, terdapat baling-baling pendorong (pusher propeller) di bagian ekor yang memberikan dorongan ke depan, memungkinkan helikopter untuk terbang dengan kecepatan tinggi.
Sikorsky Luncurkan Raider X – Prototipe Helikopter ‘Scout’ Generasi Mendatang US Army
Kombinasi dari desain di atas memungkinkan S-97 untuk mencapai kecepatan jelajah di atas 400 km/jam, jauh lebih cepat daripada helikopter konvensional. Desain ini juga memberikan kemampuan manuver yang luar biasa, seperti berbelok sangat cepat, terbang ke samping, dan bahkan terbang mundur.
S-97 Raider dikembangkan sebagai demonstrator teknologi untuk program “Armed Aerial Scout” Angkatan Darat AS, yang bertujuan mencari pengganti helikopter intai Bell OH-58 Kiowa Warrior.
Namun, setelah Angkatan Darat AS membatalkan program “Future Attack Reconnaissance Aircraft” (FARA) yang menjadi target utama S-97 Raider, Sikorsky kini berfokus untuk menawarkan teknologi ini ke pasar internasional. Sikorsky telah melakukan demonstrasi di hadapan perwakilan militer dari berbagai negara, termasuk negara-negara NATO dan non-NATO, untuk program-program yang mencari helikopter multi-peran berkecepatan tinggi. (Gilang Perdana)
Angkatan Darat AS Batalkan Program Helikopter Intai FARA dengan Lanjutkan FLRAA



Negriku lebih hebat lagi sebuah lembaga diberi dana hanya untuk tak buat apa apa
Indonesia juga dana research nya gede, bikin banyak prototipe senjata dan alutsista. Urusan dipake atau enggak itu belakangan.
Produk ori cina yg bukan jiplak-an negara lain apa yaa…., kok semua produk cina hasil jiplakan.
Dana research Cina gede ya, setidaknya mereka berupaya membuat copy-an nya lalu, menganalisa ±, nanti buat versi sendiri untuk produksi masal. Intinya sih dana research terjamin, urusan pake ga kepake belakangan.