Citra Satelit Buktikan Kapal Penjaga Pantai Cina CCG 3104 Rusak Parah dan Jalani Docking di Pulau Hainan

Setelah tabrakan antara kapal patroli CCG (China Coast Guard) 3104 – dari basis korvet Type 056A – dengan kapal perusak (destroyer) Angkatan Laut Cina, Guilin164 di Laut Filipina Barat (sekitar Scarborough Shoal) pada 11 Agustus 2025, CCG 3104 mengalami kerusakan serius pada forecastle (depan kapal). Nah, mengonfirmasi seberapa parah kerusakan yang dialami CCG 3104, citra satelit dari Maxar Technologies berhasil mengintip kondisi CCG 3104 yang sedang docking.

Baca juga: Kejar Kapal Patroli Filipina, Kapal Penjaga Pantai Cina CCG 3104 Rusak Berat Ditabrak Destroyer Type 052D Guilin 164

Seperti dikutip dari Newsweek.com, video yang viral di media sosial telah secara jelas memperlihatkan kapal yang sama, yang diidentifikasi dengan nomor lambung 3104, mengalami kerusakan parah pada haluannya. Dan citra satelit Maxar mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa kapal patrol CCG tersebut telah kembali ke pelabuhan sejak tabrakan di dekat Scarborough Shoal.

Citra satelit yang diambil Maxar Technologies pada 20 Agustus 2025, menunjukkan sebuah kapal penjaga pantai Cina yang rusak di samping dok kering di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Yulin di provinsi (Pulau) Hainan, Cina selatan.

Citra Maxar adalah yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada hari Rabu, menunjukkan kapal penjaga pantai 3104 di samping dok kering di Lanal Yulin di Sanya, Hainan. Fasilitas pemeliharaan tersebut dibangun pada tahun 2020 dan dapat menampung kapal induk Angkatan Laut Cina.

Dari haluan CCG 3104 yang rusak parah, dan operasi pencarian dan penyelamatan selanjutnya menunjukkan kemungkinan bahwa beberapa awak kapal terlempar ke laut akibat benturan tersebut.

Sebuah foto satelit yang diambil oleh Maxar Technologies pada 28 Agustus 2025, menunjukkan CCG 3104 di dalam dok kering Lanal Yulin untuk pertama kalinya.

Sejak insiden tersebut, Cina elah meningkatkan kehadiran maritimnya di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, termasuk di sekitar titik panas lainnya di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Collin Koh, seorang peneliti senior di Institute of Defense and Strategic Studies, mengatakan dalam sebuah opini di situs berita CNA Singapura bulan ini: “Menghentikan tindakannya terhadap Filipina hanya karena satu tabrakan ini akan mengirimkan sinyal yang salah kepada khalayak domestik dan internasional tentang tekad Beijing untuk menegaskan klaimnya di perairan yang disengketakan”.

Belum jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan CCG 3104. Filipina diperkirakan akan melanjutkan pengiriman pasokan ke Scarborough Shoal dan mengumumkan pergerakan pasukan Cina di dalam ZEE-nya di setiap kesempatan. (Gilang Perdana)

Bikin Kerdil ‘Punya’ Cina, Jepang Bangun Kapal Penjaga Pantai Terbesar di Dunia dengan Bobot 30.000 Ton