
Meski tak bisa disebut sebagai produk yang berhasil dipasaran, namun senapan laras panjang pertama produksi PT Pindad, SP-1, juga tak bisa disebut produk yang gagal total. Sampai saat ini SP (Senapan Panjang)-1 kaliber 7,62×51 mm NATO masih digunakan oleh lembaga pendidikan di tingkat Secaba (Sekolah Calon Bintara) dan Secata (Sekolah Calon Tamtama). Meski debutnya berlangsung singkat, SP-1 yang sejatinya adalah varian lisensi BM59 dari Berreta, menorehkan jejak sejarah yang tak terlupakan dalam usaha kemandirian alutsista nasional. (more…)

Dalam operasi Seroja di Timor Leste (d/h Timor Timur), tak kurang 3.000 pasukan TNI dari berbagai kesatuan telah gugur di medan pertempuran. Tentu jumlah tewas yang lebih besar dirasakan oleh pihak lawan. Dan dibalik sepak terjang operasi tempur yang berlangsung dua dekade tersebut, ada sosok yang amat ditakuti fretilin dan Tropaz, yakni sniper (penembak jitu) legendaris Pembantu Letnan Satu (Peltu) Tatang Koswara dari Pusdikif (Pusat Pendidikan Infanteri) TNI AD. (more…)

Heckler & Koch (H&K) G3/SG-1 dan Galil Galatz dikenal sebagai senapan runduk (sniper) yang digunakan TNI yang berasal dari rancangan senapan serbu (assault rifle). Tapi selain dua nama besar tersebut, masih ada senapan sniper lain yang juga berasal dari keluarga senapan serbu. Yang dimaksud adalah SIG 550 Sniper, salah satu senapan runduk yang dipakai unit infanteri Korps Marinir TNI AL.
(more…)

Hadirnya seorang spotter (observer) dalam gelar aksi penembak runduk (sniper) menjadi elemen yang menentukan. Tanpa spotter, sniper hanya beraksi sebagai eksekutor rapuh yang sulit mempertahankan diri saat misinya usai. Memang tak sedikit sniper yang mampu beroperasi secara mandiri, tapi melihat kompleksitas misi dan sasaran, maka dukungan spotter dalam konteks saat ini menjadi mutlak. (more…)

Senapan penembak runduk (sniper) yang satu ini memang unik, karena debutnya lebih populer karena negara asal pembuatnya ketimbang ke soal kinerja. Inilah Galil Galatz, senapan andalan sniper Kitaipur (Kompi Intai Tempur) Kostrad TNI AD, yang buatan Israeli Weapon Industries (d/h IMI – Israeli Military Industries). Di dasari kenyataan Indonesia tak punya hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Israel, maka eksistensi beberapa alutsista yang terkait Israel kerap ‘ramai’ jadi gunjingan. (more…)

Dari begaram senapan runduk yang dimiliki TNI, H&K G3/SG-1 punya ke khasan tersendiri, pasalnya senjata berkualfikasi sniper ini dibangun atas rancangan senapan serbu G3 yang melegenda. Kostrad TNI AD jadi salah satu kesatuan yang secara jelas menggunakan G3/SG-1. Bahkan, personel TNI pun pernah mendaulat senjata ini sebagai kelengkapan dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. (more…)