Bukan Rumor! Helikopter Serang Mi-28NE Kiriman dari Rusia Mulai Mengudara di Langit Iran

Spekulasi panjang mengenai penguatan armada udara Iran oleh Rusia kini mulai menemukan titik terang. Setelah sebelumnya hanya menjadi kabar burung, sebuah rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial baru-baru ini secara efektif mengonfirmasi kehadiran helikopter serang Mi-28NE “Havoc” di Iran.

Baca juga: Misteri Empat Ilyushin Il-76 Belarusia di Iran dalam 24 Jam: Pengiriman Kargo Rahasia Rusia?

Dalam video pendek tersebut, helikopter dengan siluet khas buatan Rusia itu terlihat sedang melakukan penerbangan di atas langit Teheran, menandakan bahwa pengiriman alutsista canggih ini telah mencapai tahap operasional atau setidaknya sedang dalam fase uji coba intensif.

Laporan dari media sosial X menyebutkan bahwa bukti-bukti mengenai kedatangan helikopter pemburu tank ini semakin kuat dari hari ke hari. Kehadiran Mi-28NE ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas penerbangan pesawat kargo berat Ilyushin Il-76 milik Rusia yang berulang kali terpantau melakukan perjalanan antara Rusia dan Iran.

Pengiriman ini dipandang sebagai bagian dari kesepakatan militer yang lebih besar, di mana Iran juga mengharapkan kedatangan jet tempur canggih Su-35 “Flanker-E” dan helikopter latih Yak-130 yang sudah terlihat lebih dulu di pangkalan-pangkalan udara Iran.

Kehadiran Mi-28NE di Iran merupakan lonjakan signifikan bagi kemampuan tempur darat dan dukungan udara dekat mereka. Helikopter yang dijuluki “Havoc” oleh NATO ini dikenal sebagai salah satu helikopter serang tercanggih di dunia dengan kemampuan operasi siang dan malam dalam segala kondisi cuaca.

Dilengkapi dengan lapisan baja tebal, sistem sensor modern, dan persenjataan penghancur tank, Mi-28NE akan menggantikan posisi helikopter AH-1J International Cobra milik Iran yang sudah uzur, sisa peninggalan era sebelum revolusi 1979.

Secara geopolitik, munculnya bukti fisik Mi-28NE di Teheran menegaskan semakin mesranya hubungan strategis antara Rusia dan Iran. Hubungan ini telah berevolusi menjadi kemitraan pertahanan yang saling menguntungkan, terutama setelah Iran menyokong kebutuhan drone dan rudal untuk kepentingan Rusia. Sebagai timbal baliknya, Rusia kini mulai melunasi janji-janjinya untuk memodernisasi militer konvensional Iran dengan teknologi garis depan. Hal ini tentu memicu kekhawatiran bagi negara-negara Barat dan rival regional di Timur Tengah karena dapat mengubah keseimbangan kekuatan secara drastis.

Meskipun otoritas militer Iran maupun Rusia belum merilis pengumuman resmi terkait jumlah unit yang telah tiba, bukti visual yang tertangkap kamera warga ini tidak bisa disangkal lagi. Penguatan armada helikopter serang ini memberikan sinyal bahwa Teheran sedang mempersiapkan diri dengan kapabilitas militer yang jauh lebih mematikan di tengah ketegangan yang terus menyelimuti kawasan tersebut. (Bayu Pamungkas)

Bedah Kargo Rahasia Il-76 Belarusia: Iran Mulai Operasikan Helikopter Serang Mi-28 Havoc dari Rusia