Boeing 707 Re’em – Kunci Sukses Serangan Jarak Jauh Jet Tempur Israel ke Iran

Terpisah jarak lebih dari 1,000 km, selama 12 hari Angkatan Udara Israel berhasil ‘menguasai’ ruang udara Iran, memperlihatkan ketangguhan air supremacy dalam operasi tempur jarak jauh. Sudah barang tentu jet tempur seperti F-16I Sufa dan F-35I Adir bisa melenggang ke wilayah Iran berkat dukungan atau jasa pesawat lain, yang tak banyak disebut namun punya andil besar, inilah pesawat tanker multirole tua, Boeing 707 Re’em.
Dioperasikan oleh 120 Squadron – “Desert Giants” (Ha-Anakim) dari Negev Airbase (pangkalan udara Nevatim) di Gurun Negev, selatan Israel, diperkirakan Angkatan Udara Israel (IAF) mengoperasikan sekitar 3 unit aktif Boeing 707 “Re’em” dalam konfigurasi tanker.
Total awal armada Boeing 707 Re’em terdapat 7 unit. Namun, sebagian besar sudah dipensiunkan atau digunakan sebagai sumber suku cadang. Beberapa unit Boeing 707 Re’em pernah diubah menjadi pesawat intelijen atau VVIP tapi tidak digunakan secara reguler. Dan Re’em yang tersisa kemungkinan hanya diterbangkan untuk misi-misi strategis, seperti Operasi Rising Lion atau latihan pengisian bahan bakar jet tempur seperti F-15I Ra’am, F-16I Sufa, dan F-35I Adir.
Bahan bakar yang dapat disalurkan ke pesawat lain oleh Boeing 707 Re’em sekitar 60.000–65.000 liter (48–52 ton) dalam satu misi air refueling. Sementara total bahan bakar yang dibawa (internal) sekitar 86.000–90.000 liter (68–72 ton) bahan bakar, tergantung konfigurasi tangki dan bobot pesawat.

Dengan kapasitas 60.000 liter yang bisa disalurkan, satu Re’em dapat mengisi bahan bakar hingga 10–15 jet tempur dalam satu misi, tergantung pada jarak, beban, dan kebutuhan misi.
Basis Boeing 707 Re’em adalah Boeing 707-300 tua yang dimodifikasi oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Setelah dimodifikasi, Boeing 707 Re’em dalam menjankan refueling method dalam teknik boom dan hose-and-drogue, dan bisa melayani berbagai jenis pesawat.
Operasi “Outstretched Arm” – Serangan Balasan Jarak Jauh Israel ke Houthi (Yaman) dengan F-35I Adir
Operator boom Re’em dilengkapi dengan RVS (Remote Vision System) untuk memantau dan mengendalikan gerakan yang sangat tepat yang diperlukan untuk pengisian bahan bakar.
Seperti dikutip theaviationist.com, konsol RVS seukuran meja, yang terletak di kabin utama, memiliki satu layar di bagian tengah, dikelilingi oleh berbagai kontrol dan instrumen yang terkait dengan misi. Dua stik kontrol di kedua sisi layar yang relatif besar dilengkapi dengan berbagai instrumen analog, serta sistem komunikasi yang dikendalikan dengan kaki. Layar tersebut memproyeksikan informasi dari kamera RVS, yang terletak di bagian ekor tanker tepat di depan boom pengisian bahan bakar.
[the_ad id=”77299″]
Nama “Re’em” dalam bahasa Ibrani berarti “banteng liar”, pada kenyataan pesawat ini sudah sangat tua karena berasal dari maskapai komersial era 1960–70-an). Ditambah biaya operasional tinggi dan ketersediaan suku cadang menurun. Dalam apek operasi, Re’em rawan terdeteksi radar musuh karena ukurannya besar dan minim stealth.
Yang menarik, beberapa pesawat 707 Re’em Israel masih mempertahankan bagian interior sipil asli di bagian kabin penumpang, karena modifikasinya dilakukan parsial untuk efisiensi.
Angkatan Udara Israel akan menggantikan seluruh armada Re’em dengan 4 unit KC-46A Pegasus buatan Boeing, dengan pengiriman pertama dijadwalkan antara 2025–2026. Maka Re’em kemungkinan sepenuhnya pensiun dalam beberapa tahun ke depan. (Gilang Perdana)



Iran sudah benar treknya… dengan mengakuisisi J10c dari cina untuk memperkuat AU nya. dengan adanya 42 j10C maka jalan untuk memeiliki rudal PL15 (BVR 300 km) dan rudal PL17 (400km) untuk anti pesawat Aewcs mapun pesawat tanker terbuka lebar. Malah kemungkinan jika mau mengakuisisi Aewcs cina yg besar (jet) maupun menengah (baling baling) guna ikut memperkuat AU juga besar. sehingga pertahanan au nya iran cukup meningkat.
Sehubungan pesawat tanker andai kita susah beli a330 mrtt ya karena cukup mahal beli aja dulu yang bekas seperti KC-135 bekas Amrik.