Bermuda Floating Dock – Jejak Dok Apung Terbesar Abad Ke-19, Bagian ‘Terlupakan’ dari Sejarah Imperium Kekuatan Laut Inggris

Meksi perannya jarang dikupas, namun floating dock (dok apung) memiliki peran sangat penting dalam penggelaran dan pemeliharaan armada kapal perang, terutama bagi negara maritim dengan armada aktif yang tersebar luas. Fasilitas ini menyediakan kemampuan perawatan dan perbaikan tanpa perlu kapal kembali ke pangkalan induk, sehingga sangat vital untuk sustainability dan readiness armada.
Baca juga: KRI Dumai 652 – Terlahir Sebagai Destroyer Tender Berakhir Sebagai Floating Dock
Bila saat ini, floating dock terbesar di dunia adalah Zhonghai Emeishan (China Shipping Emeishan) dengan daya angkat (lifting capacity): sekitar 85.000 ton, maka jauh pada pada abad-19 ternyata sudah dikenal keberadaan floating dock, dan kilas balik ke sejarah masa lalu, Inggris kala itu pernah mengoperasikan floating dock terbesar di dunia, yang disebut HM Floating Dock Bermuda, atau dalam berbagai dokumen Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan literatur teknik abad ke-19, dok ini disebut sebagai Bermuda Floating Dock.
Bermuda Floating Dock adalah sebuah prestasi rekayasa luar biasa di abad ke-19 dan menjadi bagian penting dari kekuatan Angkatan Laut Kerajaan Inggris di wilayah Atlantik. Bermuda Floating Dock dibangun pada tahun 1868 oleh Thames Ironworks and Shipbuilding Company di dekat Sungai Thames, Inggris.

Dari spesifikikasi, Bermuda Floating Dock punya berat sekitar 8.000 ton dan panjang 116 meter serta lebar 26 meter, yang cukup memadai untuk drydock kapal perang besar Inggris saat itu. Floating ini dirancang untuk untuk memelihara kapal perang besar Inggris di luar negeri, tanpa harus kembali ke Inggris.
Floating dock ini disebut mampu ‘mengangkat’ kapal berlapis besi seberat 10.000 ton seperti HMS Warrior dan menahan ancaman pengotoran perairan hangat Bermuda.

Sebagai catatan, Bermuda adalah lokasi penting karena letaknya strategis di Atlantik Barat, dekat dengan Karibia, AS bagian timur, dan jalur pelayaran ke Amerika Selatan.
Floating dock ini ditarik menyeberangi Samudra Atlantik pada bulan Juni 1869, namun untuk membawa struktur besar melintasi Samudra Atlantik tentu bukan perkara mudah pada zaman itu. Memulai perjalanan hampir 4.000 mil laut ke Bermuda, Bermuda Floating Dock ditarik bertahap oleh kapal-kapal berlapis besi terberat Inggris, seperti Agincourt, Northumberland, Warrior, dan Black Prince—dibantu oleh HMS Terrible.
Dengan kecepatan rata-rata 6 knots, perjalanan floating dock ini dilakukan melalui jalur transit di Madeira dan St. Thomas, lalu ke Bermuda, Ini dianggap sebagai salah satu operasi penarikan laut terpanjang dan paling berisiko di era pra-modern.
In 1869, a floating dry dock reached Bermuda after a multi-week sail from England. The HM Floating Dock ‘Bermuda’ had a peculiar design but a very clever and useful purpose.#hmfloatingdockbermuda #drydock #floatingdock #ships #sailing #skateboarding
— SurferToday.com (@surfertoday) July 2, 2025
Setelah beroperasi di Bermuda, dock ini memainkan peran penting dalam perawatan kapal selama beberapa dekade, termasuk era perang Boer dan Perang Dunia I. Pada masa itu, belum banyak pangkalan luar negeri yang punya fasilitas galangan, sehingga floating dock ini sangat vital.
Setelah digunakan oleh Angkatan Laut Inggris hingga sekitar 1906, dock ini dijual ke perusahaan rongsokan Jerman. Saat sedang ditarik keluar dari Bermuda, dock tersebut terlepas dari kapal tunda dan terdampar di reef dekat Spanish Point, Bermuda.
Dock tersebut dibiarkan teronggok di situ sejak awal abad ke-20, dan pemerintah Bermuda pernah mencoba menghancurkannya dengan dinamit pada 1950, namun gagal dan struktur besinya tetap tertanam di dasar laut dan terlihat di atas air saat pasang surut.


Terletak di perairan dekat Spanish Point (Stovel Bay), Bermuda, sisa-sisa tersebut menjadi bangkai karat besar yang disebut sebagai “rusted pontoons” atau kerangka dock. Saat ini, Bermuda Floating Dock dikategorikan sebagai warisan maritim penting, meskipun sebagian warga setempat menganggapnya sebagai hambatan navigasi atau “eyesore”. Terdapat plakat peringatan di dekat lokasi yang menjelaskan asal-usul HM Floating Dock Bermuda. (Wahyu Pamungkas)
Angkatan Laut Turki Operasikan Floating Dock Khusus Kapal Selam Berkapasitas 3.000 Ton


