Boeing Luncurkan F-15QA Ababil Pesanan Qatar, Mulai Dikirim Akhir Tahun

Setelah sukses terbang perdana pada 4 April 2020, akhirnya jet tempur F-15QA Advanced Eagle pesanan Qatar telah resmi diluncurkan pada 25 Agusuts 2021 di fasilitas Boeing, St. Louis, Missouri. Bukan sekedar seremoni peluncuran semata, Boeing bersama dengan Angkatan Udara AS (USAF) dan tentunya Angkatan Udara Qatar juga meresmikan nama baru jet tempur twin engine ini sebagai F-15QA Ababil.
Baca juga: Dengan “Viking Takeoff,” Jet Tempur Boeing F-15QA Qatar Sukses Uji Terbang Perdana
Meski telah diluncurkan, unit perdana F-15QA Ababil baru akan dikirim ke Qatar pada akhir tahun ini, bersamaan dengan tuntasnya masa pelatihan pilot dan ground crew yang kini sedang berada di AS.
Pada tahun 2017 Boeing mendapatkan kontrak akuisisi dari Qatar senilai US$6,2 miliar untuk memproduksi 36 jet tempur F-15QA dengan jadwal pengiriman perdana pada tahun 2021. Lantaran memesan dalam jumlah besar, Boeing ikut mendirikan dan mengoperasikan pusat pelatihan awak pesawat dan pemeliharaan serta suku cadang untuk AU Qatar di Pangkalan Udara Al Udeid hingga tahun 2024.

F-15QA Ababil dibekali dengan beberapa peningkatan dibanding varian F-15 lainnya, diantaranya terdapat penambahan hard point (cantelan senjata) pada new outer wing untuk meningkatkan kapasitas payload. Untuk sistem radar, F-15QA dibekali radar canggih AN/APG-82(V)1 yang berteknologi Advanced Electronically Scanned Array (AESA) dan perangkat infrared search and track (IRST) AN/AAS-42 Tiger Eyes.
[the_ad id=”12235″]
Bagian kokpit F-15QA sudah terintegrasi dengan Joint Helmet-Mounted Cueing Systems (JHMCS) yang mensinergikan antara pilot dan Weapon Systems Officer (WSO) dan tampilan dashboard kokpit F-15QA juga sudah mengadopsi Large Area Display berukuran 10 x 19 inchi, low-profile Head-Up Display (HUD) pada kedua kokpit.
F-15QA Ababil dirancang mirip Panavia Tornado, yaitu jet tempur ber-tandem seat dengan penumpang di belakang seorang WSO. F-15QA ditenagai dua mesin General Electric F110-GE-129. Dengan membawa payload sampai 13,4 ton dan terbang sampai ketinggian 18.288 meter. Kecepatan maksimum F-15QA Ababil yaitu Mach 2.5 dengan jarak jelajah 1.770 km. (Gilang Perdana)



Harga F 15 EX & Rafale F 3R yg akan kita pesan tergantung paket persenjataan support & equipment apa saja yg akan dibeli,klo hanya harga perpesawat F 15 EX & Rafale F3R sama ($120jt) atau klo beli 2nd kyk Mesir 24 Rafale – cm $2,4 M , sebetulnya kalau ingin cepat dan murah bisa tiru Mesir, Yunani & Kroasia dl akuisisi sama2 dk mbulet & murah,utk persenjataan kan sdh lagu lama klo belinya terpisah,klo ingin F 15 yg datang nya cepat bisa ambil di gurun & upgrade jd F 15EX Klo ambil baru hrs nunggu backlognya USAF,Qatar& Israel, pertanyaan nya hanya satu “Ono Duiete ora?” 😀
Sultan mah bebas…
Mereka membeli pespur sudah versi upgrade dan yang jelas tidak dalam keadaan kosongan.
Jikapun kita membeli yang versi EX, ujungnya pasti kosongan ataupun paling TOP hanya dapat rudal medium range saja…
Seharusnya pihak berwenang jika jadi mengakusisi F-15 EX jangan kosongan, karena sebagian besar arsenal F-15, F-16 dan IFX dapat PnP
Pertumbuhan ekonomi diprediksi antara 4~5%…..dapatnya ya : F-16 V, PKR, Iver dan imp-CBG yg bisa mengoptimalkan infrakstruktur yg telah tersedia
US$6,2 miliar utk 15 biji f15 QA,…sebelumnya Qatar (2015) mesen 24 rafale senilai $ 7.02 milyar (wiki). India pesen 36 rafale 36 unit senilai $ 8 milyar.
Dapat dikira2..harga rafale lbh mahal drpd f15. Pdhl f15 qatar itu versi trcanggih dr f15, mungkin setara ama f15ex. Rafale itu jg ngga sebesar f15.
Bagaimna dgn rafale Indonesia?..apkh sdh dgn versi terbaru f4i?…denger2nilai kontraknya utk 36 unit, sekitar $7 milyar. Entah jd apa engga…ampe skrg blom ada lampu hijau dr kemenkeu.
Kalok ijd beli ini, kepak sayapnya beneran terbang nggak cm di baliho
Indonesia F15 HT Hoetank
Qatar = F15 QA Ababil
Indonesia = 15 IA Bhineka???
Yg iri dan kepingin, meding nangis di pojokan yuk
Ini masuk kendaraan tempur yg terbang tujuannya untuk membawa senjata penghancur.
Iran pakistan india china korea dll,
Mereka yg di dahulukan adlh mandiri di persenjataan bkn di kendaraan.
Mereka fokus dulu di senjata dan mereka berhasil.
Lebih waoo pinter bikin pesawat sipil drpd bikin pespur tp gak bisa bikin senjatanya.
Lbh baik pinter bikin kendaraan sipil dr pd bisa bikin tank tp gak bisa bikin senjatanya.
Lbh waoo pinter kapal sipill drpd bisa bikin kapal perang tp gak bisa bikin senjatanya.
Drpd itu smua yg terbaik investasi di SDM karena dinamika teknologi luar biasa, apa apa yg skrg no 1 bisa jadi bln depan jadi nomer 7.
Ini katanya pakar militer tetangga rmh yg asli jerman tp dah WNI.
Tp kl saya liat di indonesia tidak spti itu jlnnya.
Apa benar bgtu apa gmn,
Mohon pencerahannya..
Head tu head F15QA vs Jf 17 masih menang telak Jf17 kl bawa S400.
Hhhh
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! F-15 QA sangat sebanding dengan F-15 IA yg akan segera memasuki armada udara kita dengan perlengkapan dan kelengkapan yg full ready combat. Segera tambahkan lagi pesanan F-15 yg lebih canggih dari pny Qatar. Pesan juga misil AMRAAM-D 20.000 unit, AIM-9X Sidewinder 30.000 unit, Meteor 20.000 unit, JDAM 10.000 unit. Laksanakan ! Bravo !
negara dengan anggaran pertahanan besar bisa beli senjata dlm jumlah banyak dalam kondisi yg lengkap dng kemungkinan dapat TOT beda negara dng anggaran cekak beli alutsista dlm jumlah ngeteng dgn kondisi Fitted For But Not With (FFBNW) & sulit dapat TOT.