Demi Tetap Terbang: India Borong Habis Jaguar Pensiunan Oman untuk Kanibalisasi Suku Cadang

Angkatan Udara India (IAF) telah mencapai kesepakatan logistik yang krusial dengan Angkatan Udara Kerajaan Oman (RAFO) untuk membeli sekitar 20 unit jet tempur serang darat SEPECAT Jaguar. Pembelian ini secara eksklusif ditujukan untuk tujuan kanibalisasi, yaitu menggunakan komponen pesawat tersebut sebagai suku cadang bagi armada Jaguar IAF yang menua.

Baca juga: Hari Ini 57 Tahun Lalu, Jet Tempur “Anglo French” SEPECAT Jaguar Terbang Perdana, Terus Beroperasi Hingga 2034

Kesepakatan ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi India dalam menjaga armada pesawat tempur yang berasal dari era Perang Dingin tetap beroperasi di tengah terbatasnya ketersediaan suku cadang dari produsen asli (Inggris dan Perancis).

Angkatan Udara Kerajaan Oman (RAFO) saat ini telah memensiunkan armada Jaguar, dan saat ini mengandalkan jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-16 Fighting Falcon

Oman menerima jet tempur Jaguar mulai tahun 1977 sebagai bagian dari upaya modernisasi angkatan udaranya, dan total yang dioperasikan RAFO adalah sekitar 24 unit dari berbagai varian. Penjualan 20 unit ini menandakan hampir seluruh sisa armada Jaguar Oman dipindahtangankan ke India.

Meskipun Oman telah beralih ke jet tempur yang lebih modern, India melihat pesawat yang telah dinonaktifkan ini sebagai tambang emas suku cadang kritis, mulai dari mesin, avionik, hingga airframe (badan pesawat).

India adalah operator Jaguar terbesar dan terakhir di dunia. IAF mulai mengoperasikan Jaguar yang dijuluki “Shamsher” (Pedang Keadilan) pada tahun 1979.

India Jadi Operator Tunggal SEPECAT Jaguar – Inilah Sejarah Panjang Alih Teknologi Jet Tempur dari Inggris dan Perancis

Saat ini, IAF mengoperasikan sekitar 100 hingga 120 unit Jaguar, menjadikannya salah satu tulang punggung serangan darat mereka. Armada besar inilah yang membuat pembelian suku cadang dari Oman sangat penting untuk menjaga readiness (kesiapan tempur) hingga IAF dapat sepenuhnya menggantikan jet tempur tua tersebut.

Jaguar awalnya dikembangkan bersama oleh Inggris dan Prancis pada akhir 1960-an. Keunggulan utamanya terletak pada peran sebagai pesawat serang darat yang terbang sangat rendah (low-level ground attack). Pesawat ini dikenal karena kecepatan tinggi pada ketinggian rendah, daya angkut beban yang signifikan, dan struktur yang kokoh.

Untuk memperpanjang usia pakai dan relevansi tempur Jaguar hingga 2030-an, IAF telah melakukan serangkaian modifikasi besar, antara lain pemasangan glass cockpit, sistem navigasi baru, dan penambahan sistem penargetan presisi. Upaya pembaruan mesin yang masif melalui program DARIN III. Program ini mengganti mesin Rolls-Royce/Turbomeca Adour lama dengan mesin Honeywell F125 IN yang lebih bertenaga dan efisien, meskipun proyek ini menghadapi tantangan besar dan berjalan lambat.

SEPECAT Jaguar M (Maritime) – Jet Tempur Spesialis ‘Kapal Induk’ yang Terlupakan

Dalam aspek persenjataan, berupa integrasi rudal udara-ke-udara modern dan bom berpemandu presisi, mengubah Jaguar dari iron-bomber (pembawa bom tanpa panduan) menjadi platform stand-off yang mampu menggunakan senjata pintar.

Pembelian sisa armada Oman ini akan memberikan IAF cadangan airframe yang melimpah dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan global yang semakin sulit untuk pesawat tempur yang sudah usang. (Gilang Perdana)

India Disebut Incar Rafale F5: Bakal Jadi Launch Customer Jet Tempur Generasi Baru Perancis

3 Comments