Angkatan Udara Venezuela – Transformasi dari Jet Tempur F-16 Fighting Falcon ke Sukhoi Su-30MK2

Karena alasan politik dan ideologi, hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mulai memburuk sejak terpilihnya Hugo Chávez sebagai Presiden Venezuela pada 2 Februari 1999, yang kemudian berimbas pada Mei 2006, saat AS mengumumkan secara resmi embargo senjata terhadap Venezuela.
Sejak saat itu, bukan hanya jet tempur F-16 Fighting Falcon, namun pesawat angkut C-130 Hercules juga terkena embargo komponen dan suku cadang dari Washington.
Selain embargo suku cadang dan persenjataan, AS juga ‘menghukum’ Venezuela, negara yang pernah menjadi sekutu Washington, lewat sanksi ekonomi yang lebih luas yang dimulai pada tahun 2017 dan diperketat pada 2019. Sanksi ini membatasi transaksi keuangan dan ekspor minyak Venezuela, yang pada akhirnya sangat membatasi kemampuan negara untuk mendanai pemeliharaan dan modernisasi seluruh angkatan bersenjatanya.
Kondisi tersebut membuat Venezuela beralih ke pemasok militer lain, terutama Rusia dan Cina, untuk memenuhi kebutuhan alutsista mereka.

Sebagai respons, AS secara bertahap membatasi penjualan dan dukungan teknis untuk peralatan militer buatan AS, kemudian Venezuela secara resmi mengumumkan kesepakatan untuk membeli pesawat tempur dari Rusia. Kesepakatan ini mencakup pembelian 24 unit jet Sukhoi Su-30MK2. Ini adalah langkah yang strategis bagi Venezuela untuk menggantikan dan memperkuat armada udara mereka yang mulai melemah akibat sanksi AS.
Venezuela terus menjalin kerja sama militer dengan Rusia dan Cina. Selain Sukhoi Su-30, Venezuela juga mengakuisisi pesawat tempur latih Hongdu K-8 Karakorum dari Cina, serta helikopter dan sistem pertahanan udara dari Rusia.
🇻🇪 BREAKING:
Venezuela has deployed Su-30MK2 long-range fighter jets as tensions with the 🇺🇸 United States escalate! pic.twitter.com/G6Ro7jgANr
— Defence Index (@Defence_Index) August 28, 2025
Paket persenjataan Sukhoi Su-30MK2 dari Rusia terbilang lengkap, yang didatangkan mencakup rudal udara ke udara – R-73, R-27 dan R-77, selain itu juga mencakup rudal udara ke permukaan – Kh-29 dan Kh-59 dan rudal jelajah anti kapal Kh-31A.
Venezuela bukanlah satu-satunya negara di Amerika Latin yang mengoperasikan jet tempur buatan Rusia. Namub, Venezuela adalah satu-satunya negara di kawasan tersebut yang mengoperasikan jet tempur canggih Sukhoi Su-30MK2.
Armada Su-30MK2 dioperasikan oleh skadron yang berada di bawah komando Grupo Aéreo de Caza 11 (Grup Udara Tempur 11) di Angkatan Udara Venezuela. Unit ini beroperasi dari Pangkalan Udara Capitán Manuel Ríos (BAEL), yang terletak di El Sombrero, negara bagian Guárico. Dua skadron utama yang mengoperasikan Su-30MK2 adalah Escuadrón de Caza 111 dan Escuadrón de Caza 112.
Venezuelan Su-30MK2 firing Kh-31A “Krypton” air to surface missile. pic.twitter.com/faoNPe4fq6
— ST (@aviation07101) February 22, 2023
Sejauh ini, ada dua insiden yang menyebabkan jatuhnya jet tempur Su-30MK2 milik Venezuela. Pada September 2015, sebuah jet Su-30MK2 jatuh di dekat perbatasan Kolombia. Insiden ini terjadi saat pesawat sedang dalam misi untuk mengidentifikasi sebuah pesawat kecil ilegal. Dua pilotnya, Kapten Ronald Ramirez dan Kapten Elyazid Graterol, tewas dalam kecelakaan tersebut.
Kemudian pada Mei 2019, Su-30MK2 lainnya jatuh di dekat pangkalan udara utama tempat mereka berada. Kedua pilot berhasil melontarkan diri dengan aman dan selamat dari insiden ini.
Rusia Rayakan 45 Tahun Sukhoi Su-27 Series, Raih Ekspor 700 Unit Su-27/Su-30 Sejak Tahun 2000
Berdasarkan laporan dari para ahli pertahanan, ada beberapa keluhan dan tantangan dalam operasional Su-30MK2 oleh Venezuela, meskipun mereka adalah pesawat yang jauh lebih canggih daripada F-16. Beberapa tantangan yang mengemuka seperti soal logistik dan suku cadang. Meskipun Rusia adalah pemasok utama, Venezuela tetap menghadapi masalah dalam pengiriman suku cadang, peralatan pendukung, dan dukungan teknis. Isu ini diperparah oleh birokrasi dan sanksi internasional yang membuat jalur suplai menjadi lebih sulit.
Kemudian terkait biaya perawatan, Su-30 memiliki biaya operasional dan perawatan yang sangat mahal. Ini menjadi beban signifikan bagi Venezuela yang ekonominya sedang mengalami krisis. Kombinasi dari masalah suku cadang dan biaya yang tinggi menyebabkan tidak semua unit Su-30MK2 dapat terbang setiap saat. Tingkat kesiapan operasional mereka diperkirakan lebih rendah dari yang diharapkan. (Gilang Perdana)
Sukhoi Su-30MK2 TNI AU Lakukan Serangan Jarak Jauh dengan Rudal Udara ke Permukaan Kh-29TE


