Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Hiller 360: Legenda Helikopter Perdana Sang Proklamator Republik Indonesia

soekarno02

Segala sesuatu yang menyangkut Proklamator/Presiden Pertama RI, Soekarno, memang menarik untuk dibahas, diantaranya termasuk perlengkapan pendukung aktivitas kepresidenan, yakni wahana helikopter. Meski pasca kemeredekaan di awal tahun 50-an belum dikenal istilah helikopter kepresidenan, tapi menarik dicermati bahwa Soekarno (Bung Karno) menjadi presiden pertama di dunia yang berani terbang dengan helikopter.

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 15 Januari 1951, Komodor Udara Wiweko Supono terbang dengan heli Hiller 360 berkeliling Jakarta selama 15 menit dengan membawa Bung Karno. Hiller 360 dengan nomer registrasi H-101 memang spesial, selain karena menerbangkan presiden pertama RI, sang pilot, Wiweko Supono adalah pilot helikopter pertama di Indonesia. Dalam sejarahnya, Hiller 360 merupakan helikopter pertama yang dimiliki RI setelah meraih kemerdekaan. Helikopter itu didatangkan ke Indonesia pada Desember 1950. Lalu dirakit dan diterbangkan pertama kali oleh Komodor Wiweko Supono pada 24 Desember 1950.

Baca juga: Lockheed C-140 JetStar: Dari Soekarno Sampai Goldfinger

Hiller_UH-12A_G-ANOC_Fison-Hiller_360_4035-this-hiller-360-was-the

Dari segi desain, helikopter ringan ini sangat ringkas, malah bentuknya menyerupai moda angkutan populer di Jakarta pada dekade tahun 70-an, yakni “helicak.” Karena dipakai oleh Bung Karno, tak salah juga bila ada yang menyebut Hiller 360 sebagai heli kepresidenan, meski jasa terbesar heli ini sebenernya sebagai cikal bakal pembentukan skadron helikopter TNI AU. Pada tahun 1953, TNI AU mulai merinitis skadron percobaan helikopter, tentunya dengan Hiller 360 sebagai pelatak fondasinya.

Hiller 360 dibuat American Company United Helicopter Inc yang berbasis di Palo Alto, California, AS. Pada jamannya, Hiller 360 yang dirancang oleh stanley Hiller (1924 – 2006) tergolong helikopter yang cukup canggih. Label lain helikopter ini adalah UH (Utility Helicopter)-12. Dalam sejarahnya, setelah melalui beberapa pengujian dan mendapat sertifikasi CAA, produksi perdana Hiller 360 dimulai pada 14 Oktober 1948. Hiller 360 juga diciptakan dalam versi VIP, dan mulai dipasarkan komersial pada tahun 1950, dan Indonesia menjadi salah satu pengguna pertama heli ini. Pada masa itu, Hiller 360 berkompetisi ketat dengan Bell 47.

Baca juga: Boeing 707 TNI AU – Legenda Jet Angkut Jarak Jauh, Dari Pesawat Kepresidenan Hingga Operasi Klandestin

Hiller 360 di museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Heli ini resmi masuk museum pada tahun 1984.
Hiller 360 di museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Heli ini resmi masuk museum pada tahun 1984.
Hiller 360 kerap dibawa kirap.
Hiller 360 kerap dibawa kirap.
Posisi duduk pada kabin Hiller 360, pilot ada di bagian tengah.
Posisi duduk pada kabin Hiller 360, pilot ada di bagian tengah.
Sistem kendali Hiller 360.
Sistem kendali Hiller 360.

Sebagai helikopter ringan dengan dua bilah baling-baling, Hiller punya konfigurasi 1 pilot dan dua penumpang. Uniknya, posisi pilot berada di kursi tengah, dan penumpang ada di samping kiri dan kanan pliot (side by side). Konsol kemudi pun menggunakan tuas yang tersambung ke bagian atas (bukan model stick). Normalnya, Hiller 360 menggunakan tricycle landing gear, tapi dalam situasi khusus, dapat pula dipasangi landing gear berupa ponton atau skid. Ponton digunakan untuk melakukan pendaratan di air.

Dapur pacu Hiller 360 mengadopsi mesin tunggal enam silinder Franklin 6V4-178-B33 dengan fan cooled. Mesin ini dapat menghasilkan tenaga 134/178 kW/hp pada 3.000 rpm. Kapasitas bahan bakar yang dapat dibawa sebanyak 102 liter. Dengan bonot 965 kg, Hiller 360 dapat melaju dengan kecepatan maksimum 135 Km per jam, sementara kecepatan jelajah 122 Km per jam. Kecepatan menanjaknya 220 meter per menit. Hiller 360 hanya bisa terbang setinggi 3.100 meter, sedangkan untuk hovering maksimum di ketinggian 1.450 meter. Bagaimana dengan jarak tempuh yang bisa dicapai? Ternyata hanya mencapai rentang 250 – 300 Km.

Baca juga: NAS 332 L1/L2 Super Puma – Helikopter “Air Force One” Republik Indonesia

Hiller 360 dengan landing gear ponton.
Hiller 360 dengan landing gear ponton.
Dilengkapi stretcher (usungan) untuk misi evakuasi SAR.
Dilengkapi stretcher (usungan) untuk misi evakuasi SAR.
Dilengkapi alat untuk penyemprotan ladang.
Dilengkapi alat untuk penyemprotan ladang.

Dari segi fungsionalitas, Hiller 360 pada masanya laris digunakan untuk keperluan suvei udara, pengiriman surat, penyemprotan bahan kimia, pengantar surat, dan kargo ringan. Namun, Hiller 360 juga punya rekam jejak dalam operasi militer, dalam Perang Indochina dan Perang Korea, Hiller 360 berperan sebagai heli medevac (medical evacuation) dengan kemampuan membawa dua usungan tandu (stretcher) yang ditempatkan di samping kabin.

Desain yang ringkas juga selaras dengan mudahnya sistem perawatan, pihak pabrikan cukup mensyaratkan inspeksi ringan setelah 50 jam terbang. Waktu inspeksi membutuhkan waktu tiga jam tanpa engine controls. Berikutnya ada inspeksi per 100 jam dengan waktu maintenance 20 jam, kemudian inspeksi per 600 jam dengan waktu maintenance 300 jam.

Hiller 360 ditawarkan pada tahun 1949 dengan harga US$19.995, pada saat itu, Hiller 360 menyandang sebagai helikopter termurah di pasaran. (Haryo Adjie)

Spesifikasi Hiller 360
– Manufaktur : American Company United Helicopter Inc
– Awak : 1 pilot dan 2 penumpang
– Diameter rotor utama : 10,67 meter
– Diameter rotor ekor : 1,67 meter
– Panjang : 8,08 meter
– Tinggi : 2,89 meter
– Bobot kosong : 657 Kg
– Bobot maksimum : 1.00 Kg
– Kapasitas payload : 247 Kg
– Mesin : enam silinder Franklin 6V4-178-B33
– Kapasitas bahan bakar : 102 liter
– Kecepatan maksimum : 135 Km per jam
– Kecepatan jelajah : 122 Km per jam
– Ketinggian terbang maks : 3.100 meter
– Jarak tempuh : 300 Km

3 Comments