F-16 Venezuela “Show of Force” di Dekat Destroyer AS USS Jason Dunham, Bukti Fighting Falcon Tetap Eksis Meski Ada Embargo

Hari kamis, 4 September 2025, kembali terjadi ‘gesekan’ antara militer Venezuela dan Amerika Serikat di Laut Karibia, yang bertasan langsung dengan teritorial Venezuela, setelah dua jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Venezuela dilaporkan mendekat dan membayangi kapal perusak (destroyer) USS Jason Dunham (DDG-109) – Arleigh Burke class.
Laporan dari berbagai media mengkonfirmasi bahwa dua jet tempur F-16 Venezuela terbang di dekat kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Jason Dunham, di perairan internasional. Tindakan ini disebut oleh Pentagon sebagai “show of force” atau unjuk kekuatan.
Meski secara teknis kekuatan militer Venezuela dan AS tidak sebanding, bahkan bisa saja USS Jason Dunham menjatuhkan F-16 Venezuela dengan racikan rudal hanud (pertahanan udara) seperti RIM-66M, RIM-156 dan RIM-174A standard ERAM (Extended Range Active Missile), namun perang urat syaraf sampai masih tetap dipertahankan dengan sebatas provokasi.
The National Bolivarian Armed Forces of Venezuela have published a video showing Venezuelan Air Force F-16 fighters flying over an American destroyer
The United States considers the incident of the Venezuelan F-16 flying over the USS Jason Dunham (DDG-109) destroyer an “act of… pic.twitter.com/4VFGpGkfAW
— Sprinter Express (@SprinterExpres0) September 5, 2025
Namun, poin yang menjad catatan dari insiden di atas, adalah kemampuan Venezuela, negara yang jelas-jelas menjadi rival AS, tapi sampai saat ini masih mampu menerbangkan F-16 Fighting Falcon. Banyak pertanyaan mengemuka, seperti bagaimana Venezuela mampu mengatasi embargo dari Washington?

Sebelumnya perlu jadi catatan, kemampuan untuk menerbangkan dua F-16 untuk “show of force” tidak sama dengan memiliki seluruh armada yang siap tempur. Sebuah show of force adalah misi yang relatif singkat dan terencana. Itu tidak membuktikan bahwa F-16 tersebut dapat melakukan misi tempur yang berkelanjutan, seperti pertempuran udara, serangan darat, atau patroli udara yang lama.
Sejarah F-16 di Venezuela
Sejarah penjualan jet tempur F-16 dari AS ke Venezuela adalah cerminan dari dinamika geopolitik selama era Perang Dingin. Penjualan ini terjadi pada awal tahun 1980-an ketika hubungan antara kedua negara masih sangat kuat.
Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, AS sangat prihatin dengan penyebaran pengaruh Uni Soviet di Amerika Latin, terutama setelah revolusi di Nikaragua dan konflik di El Salvador. Venezuela, pada saat itu, adalah negara demokratis yang stabil dan produsen minyak utama, menjadikannya sekutu strategis yang sangat penting bagi AS.
Laut Karibia Memanas, Venezuela Siapkan Zolfaghar Class – High Speed Boat Rudal Buatan Iran
Dari Sisi Venezuela, mereka ingin memodernisasi Angkatan Udara, mereka mencari jet tempur canggih untuk menggantikan pesawat-pesawat tua dan mempertahankan superioritas udara regional, terutama karena adanya ketegangan dengan negara tetangga seperti Kolombia. F-16, sebagai pesawat tempur generasi baru yang paling mumpuni, adalah pilihan yang ideal.
Sementara dari sisi AS, penjualan F-16 ini merupakan langkah strategis yang menguntungkan. Dengan menjual teknologi militer canggih, AS dapat mempererat aliansi dengan mitra penting di kawasan, memastikan keseimbangan kekuatan di Amerika Selatan tetap berpihak pada AS dan mencegah Venezuela mencari opsi lain dari Uni Soviet atau negara blok timur.
Setelah negosiasi, AS menyetujui penjualan 24 unit F-16 A/B Block 15 kepada Angkatan Udara Venezuela (Aviación Militar Bolivariana) pada tahun 1983, yang terdiri dari 18 unit F-16A kursi tunggal dan 6 unit F-16B kursi ganda. Pengiriman pesawat-pesawat ini dimulai pada pertengahan 1980-an.
https://www.indomiliter.com/tak-ingin-krisis-rudal-kuba-terulang-as-kerahkan-pesawat-intai-boeing-rc-135-rivet-joint-ke-kuba-dan-venezuela/
Perubahan Haluan Politik
Penjualan F-16 menandai puncaknya hubungan militer antara kedua negara. Namun, hubungan ini memburuk secara signifikan di bawah kepemimpinan Hugo Chávez,memicu AS untuk memberlakukan embargo senjata yang mengakhiri pasokan suku cadang dan dukungan teknis untuk armada F-16 Venezuela pada tahun 2005.
Sejak AS memberlakukan sanksi dan embargo senjata terhadap Venezuela, pemeliharaan dan ketersediaan suku cadang untuk armada F-16 ini menjadi sangat sulit. Akibatnya, banyak unit mengalami masalah operasional, meskipun F-16 tetap menjadi salah satu jet tempur paling canggih dalam inventaris mereka.
Two armed Venezuelan 1980s F-16 fighter jets flew over a United States warship today as a “show of force,” per CBS – after the US took out narco-terrorists heading from the country. They only have a handful of them with only a few that fly
Keep FA and you’re going to FO! pic.twitter.com/hFEAp5nP8Y
— BJORN LANE (@BJORN987654321) September 5, 2025
Secara singkat, kemampuan Venezuela untuk tetap menerbangkan F-16 mereka meskipun adanya embargo AS adalah hasil dari strategi pemeliharaan yang kompleks dan penuh tantangan. Ada beberapa cara yang dilaporkan dilakukan oleh Venezuela. Kanibalisasi adalah metode yang paling umum. Venezuela mengambil suku cadang yang masih berfungsi dari F-16 yang tidak lagi layak terbang untuk digunakan pada unit lain. Ini membuat armada operasional mereka menyusut, tetapi memungkinkan beberapa pesawat tetap aktif.
Laporan menunjukkan bahwa Venezuela menggunakan jaringan perantara dan perusahaan-perusahaan terdepan (front companies) untuk mendapatkan suku cadang F-16 dari pasar gelap internasional. Negara-negara lain yang juga mengoperasikan F-16, termasuk beberapa yang tidak bersekutu dengan AS, bisa menjadi sumber potensial untuk suku cadang ini.
🇻🇪 Venezuela was the 1st country outside of NATO and South America to use F-16s (the sale was made in 1981; they were flying in the country at the end of that year and during the Malvinas War. In 1983, the use of the F-16 in the Fuerza Aerea de Venezuela became official).
There… pic.twitter.com/jGUpkPDD9q
— dana (@dana916) September 5, 2025
Ada dugaan bahwa beberapa negara yang memiliki hubungan dekat dengan Venezuela, seperti Iran, membantu dalam hal pemeliharaan. Iran memiliki pengalaman yang sangat panjang dalam mempertahankan armada pesawat buatan AS mereka, seperti F-14 Tomcat, di bawah sanksi dan embargo serupa.
Berdasarkan informasi yang tersedia dari berbagai sumber, jumlah pasti F-16 Venezuela yang masih beroperasi sulit untuk dikonfirmasi. Majalah penerbangan Aeroflap dan Simple Flying, memperkirakan bahwa ada sekitar 15 unit F-16 yang masih aktif. Sumber lain, seperti FlightGlobal, menyebutkan jumlah yang jauh lebih kecil, yaitu hanya 3 unit F-16A dan 1 unit F-16B (pesawat latih) yang masih beroperasi.
Yang menarik, F-16 Venezuela sempat dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara berpemandu radar, yaitu AIM-7 Sparrow. Sebagai bagian dari paket pembelian F-16 Block 15, Venezuela menerima versi yang dikenal sebagai F-16A/B yang dapat membawa rudal tersebut. Rudal Sparrow berfungsi sebagai senjata utama mereka untuk pertempuran jarak jauh di luar jangkauan visual (BVR – Beyond Visual Range). Selain AIM-7 Sparrow, F-16 Venezuela dilengkapi dengan rudal udara-ke-darat AGM-65 Maverick, yang menjadi bagian dari paket awal yang dibeli dari AS. (Gilang Perdana)
Dalam Konfigurasi ‘Full Armed’, Argentina Resmi Perkenalkan Jet Tempur F-16 eks Denmark
Related Posts
-
Temuan Baru, Rusia Gunakan Drone FPV (First Person View) dengan Kendali via Kabel Serat Optik
No Comments | Mar 8, 2024 -
AS ‘Akhirnya’ Setujui Turki Beli 40 Unit F-16 Viper dan 79 Paket Modernisasi Senilai $23 Miliar, Ironisnya Yunani Diizinkan Beli 40 Unit F-35A Senilai $8,6 Miliar
No Comments | Jan 28, 2024 -
Perkuat Sinergitas, Amerika Serikat Tawarkan Hibah Radar Canggih AN/TPS-77 untuk Indonesia dan Malaysia
67 Comments | Jun 23, 2020
-
Jatuh Perdana di Perang Ukraina, Helikopter UH-60 Black Hawk atau Mi-24?
No Comments | Mar 26, 2024



*di insiden bawean f-16 tni tidak menembak jatuh f-18 amrik, kalau f-16 tni menembak jatuh f-18 baru aku percaya kalau ngga ada blokiran semacam itu
*di insiden bawean f-16 tni tidak menembak jatuh f-18 amrik, kalau f-16 tni menembak jatuh f-18 baru aku percaya kalau ngga ada blokiran semacam itu
palingan juga nanti keblokir duluan rudalnya sebelum benar benar meluncur ke kapal amrik, ya lagipula belum pernah kejadian sepertinya sesama pespur amerika adu jotos diluar misi latihan
palingan juga nanti keblokir duluan rudalnya sebelum benar benar meluncur ke kapal amrik, ya lagipula belum pernah kejadian sepertinya sesama pespur amerika adu jotos diluar misi latihan