Jet Tempur F/A-18D Hornet Angkatan Udara Malaysia Jatuh Dalam Latihan Terbang Malam

F-18D Hornet AU Malaysia (TUDM)

Sebuah kecelakaan malam ini (21/8/2025) menimpa jet tempur F/A-18D Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM), yang dalam rekaman video secara jelas memperlihatkan pesawat tempur tandem seat ini gagal lepas landas, dalam suatu latihan terbang malam di Pangkalan Udara (Lanud) Kuantan, pada pukul 21.05.

Baca juga: Genjot Postur Kekuatan Udara, Malaysia Ingin Borong Armada F/A-18C/D Hornet Milik Kuwait 

Angkatan Udara Malaysia lewat siaran pers, menyebut akan melakukan investigasi atas kecelakaan tersebut, yang merupakan indisen pertama yang menimpa armada jet tempur F/A-18D Hornet. Laporan dari media sosial, mengatakan kedua awak pesawat tempur dapat melontarkan diri dengan selamat, meski dari foto yang beredar, menyiratkan pilot dalam kondisi cedera.

Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) mengoperasikan armada jet tempur multiperan F/A-18D Hornet yang menjadi salah satu aset pertahanan udara paling penting dan andal milik negara tersebut. Dikenal sebagai pesawat tempur yang tangguh dan serbaguna, Hornet telah menjadi tulang punggung kekuatan tempur TUDM selama lebih dari dua dekade.

Malaysia mengakuisisi sebanyak delapan unit F/A-18D Hornet dari McDonnell Douglas (sekarang Boeing). Kontrak pembelian ditandatangani pada tahun 1993, dan kedelapan pesawat tersebut secara resmi masuk ke dalam layanan TUDM pada tahun 1997.

Model yang dipilih adalah varian “D”, yang merupakan versi dua kursi. Konfigurasi ini memungkinkan adanya seorang Weapon Systems Officer (WSO) di kursi belakang, yang bertugas mengelola sistem persenjataan, navigasi, dan sensor. Hal ini menjadikan F/A-18D Hornet TUDM sangat efektif untuk misi serangan presisi baik siang maupun malam hari, dalam segala kondisi cuaca, serta misi patroli maritim.

Seluruh armada F/A-18D Hornet TUDM ditempatkan di bawah naungan No. 18 Skuadron, yang bermarkas di Pangkalan Udara Butterworth, Pulau Pinang. Skuadron ini memiliki julukan “Lipan Bara” dan menjadi satu-satunya skuadron TUDM yang mengoperasikan tipe pesawat ini.

Salah satu bukti keampuhan armada ini adalah keterlibatannya dalam Operasi Daulat pada tahun 2013 di Lahad Datu, Sabah, di mana F/A-18D Hornet TUDM melakukan serangan malam hari terhadap kelompok pemberontak bersenjata.

Melihat rekam jejak dan keandalannya, Malaysia kini tengah dalam proses untuk menambah kekuatan armadanya dengan mengakuisisi sejumlah pesawat F/A-18C/D Hornet bekas dari Kuwait. Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah pesawat tempur yang siap operasional sambil menunggu program pengadaan pesawat tempur baru di masa depan. (Gilang Perdana)

Atas Restu Washington, Malaysia Siap Terima 33 Unit F/A-18C/D Hornet Bekas Pakai Angkatan Udara Kuwait

2 Comments