Angkatan Udara Brasil Uji Coba ‘Ground Refueling’ Antara KC-390 Millennium dan Jet Tempur F-39 Gripen

Pada tanggal 11 Agustus 2025, Angkatan Udara Brasil – Brazilian Air Force (FAB) mencatat pencapaian baru, yaitu pesawat tanker multirole KC-390 Millennium melakukan pengisian bahan bakar di darat (ground refueling) untuk jet tempur F-39 Gripen lewat prosedur Forward Arming and Refueling Point (FARP).

Baca juga: Embraer KC-390, Penantang Berat Kawasaki C-2 “Baby Globemaster”

Ground refueling atau FARP bukan tahap wajib sebelum air refueling, tapi memang sering dipakai sebagai langkah awal validasi teknis dan prosedural sebelum masuk ke kampanye pengisian di udara. Pada Ground refueling, pesawat tanker menyalurkan bahan bakar lewat hose/boom saat kedua pesawat berada di darat, dengan tujuan memastikan kompatibilitas teknis, tekanan bahan bakar, jenis konektor, selang, katup, flow rate 400 galon per menit.

Kemudian juga dipandang penting untuk melatih awak tanker dan ground crew dalam prosedur set-up selang dan pengoperasian sistem transfer, dan penting guna memberi pengalaman awal kepada unit pengguna Gripen tentang “alur” pengisian bahan bakar dari KC-390. Ground refueling punya tingkat risiko rendah, karena tidak ada variabel aerodinamika, seperti wake turbulence, kecepatan dan ketinggian.

Seperti dikutip cavok.com.br, operasi ground refueling dilakukan oleh 1 Grup Transporte de Tropa “Esquadrão Zeus” untuk mendukung 1 Grupo de Defesa Aérea “Esquadrão Jaguar”. Komandan 1 GTT, Mayor Aviador Daniel Elias Souza, menyampaikan bahwa prestasi ini memperkuat peran multimisi KC-390 dan kemampuannya mendukung pesawat strategis bahkan di medan dengan fasilitas minim.

Dalam arti lain, ground refueling semacam uji coba darat, Angkatan Udara Brasil menggunakannya untuk menguji kompatibilitas sistem transfer bahan bakar dan SOP operasional terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar menggabungkannya dengan latihan udara-ke-udara yang risikonya jauh lebih tinggi.

Embraer dan Angkatan Udara Portugal Rayakan Dua Momen, Dimulainya Uji Penerbangan A-29N Super Tucano dan Pengiriman KC-390 Millennium Ketiga

Bila ground refeueling telah sukses divalidasi, maka selanjutnya akan diuji coba air to air refueling (Revo). Yang artinya proses dilakukan di udara, saat kedua pesawat terbang pada kecepatan dan ketinggian tertentu. Sudan barang tentu proses ini jauh lebih kompleks, karena butuh sinkronisasi kecepatan, stabilitas, dan refuelling envelope. Pilot Gripen harus latihan “air-to-air join-up” ke hose-drogue, dan ada risiko hose whip, disconnect mendadak, atau benturan.

Sebelum ini, KC-390 Millenium sudah melewati beberapa tahap kampanye uji coba air-to-air refueling (AAR), bahkan sebelum Gripen F-39 datang. Sebut saja ke pesawat Tempur F-5EM/FM Tiger II yang dilakukan dalam uji kampanye sekitar 2020–2021, dan ke jet tempur ringan AMX.

Selain itu, KC-390 pernah melakukan air to air refueling kepada KC-390, atau disebut buddy to buddy refueling, Embraer dan FAB mendemonstrasikan kemampuan KC-390 mengisi KC-390 lain di udara. (Gilang Perdana)

Interoperabilitas Antar Jet Tempur Naval, Rafale-M Uji Coba “Buddy to Buddy” Air Refueling dengan F/A-18 Super Hornet