F-16I Sufa – Algojo Serangan Udara Israel ke Iran, Jadi Bukti Kemampuan Jet Tempur dengan Conformal Fuel Tanks (CFT)

Pada tanggal 13 Juni 2025, Angkatan Udara Israel menggelar Operasi Rising Lion (Singa Bangkit). Operasi yang dilakukan dini hari tersebut mengerahkan sejumlah jet tempur F-16I Sufa untuk menyerang lebih dari 100 target strategis di Iran, mulai dari dasilitas nuklir di Natanz dan Fordow, instalasi misil dan pertahanan udara, serta kompleks pemukiman militer (termasuk pejabat tinggi IRGC).
Baca juga: Lancarkan Serangan ke Iran, Jet Tempur F-35 Israel Terbang Rendah di Atas Langit Yordania
Dalam serangan, tercatat sedikitnya 78–90 orang tewas, serta ratusan luka-luka, kemudian ada damage signifikan pada fasilitas nuklir — namun tanpa kebocoran radioaktif serius. Angkatan Udara Israel dalam serangan ini menggunakan armada besar yang melibatkan sekitar 200 jet tempur, serta dukungan intelijen dan Mossad.
Terlepas dari aksi balasan Iran yang telah menyasar kota Tel Aviv, menarik untuk dicermati adalah sosok F-16I Sufat yang menjadi algojo utama dalam Operasi Rising Lion.
Lepas landas dari Negev Desert – pangkalan Hatzerim atau Ramon, kelompok besar F-16I Sufa terbang terbang melintasi Yordania (timur laut) dan Irak (dari barat ke timur), yang mana kontrol ruang udara tersebut dalam pengaruh atau kendali dari Amerika Serikat.
IDF publishes a video claiming to show the “3D illustration of the uranium enrichment site in the Natanz area.” pic.twitter.com/MimhkvdXps
— Clash Report (@clashreport) June 13, 2025
Pada beberapa laporan, negara-negara tersebut “menutup mata” untuk misi yang sifatnya strategis dan tidak menimbulkan efek langsung pada mereka. Ditambah, F-16I dilengkapi sistem jamming canggih, terbang di altitude rendah untuk menghindari radar sipil dan militer.
Dalam misi long-range strike terhadap target ke Iran, F-16I Sufa meluncurkan rudal balistik jarak pendek Rampage (juga dikenal sebagai MARS — Multi-purpose, Air-launched Rocket System). Rudal buatan Israel Aerospace Industries (IAI) & Israel Military Industries (IMI Systems) dengan bobot 570 kg ini punya jangkuan 250 km. dan kecepatan sampai Mach 2. Dengan sistem pemandu GPS/INS (Inertial + SatNav), Rampage dilengkapi hulu ledak High Explosive Penetrator untuk menyasar target keras.
Pertama Kali, Israel Perlihatkan Jet Tempur F-16I Sufa Gotong Empat Rudal Rampage
F-16I Sufa dan Conformal Fuel Tanks (CFT)
F-16I Sufa (Badai) secara khusus dirancang dengan Conformal Fuel Tanks (CFT) sebagai bagian integral dari desainnya, bukan opsional atau tambahan belakangan. Basis F-16I Sufa adalah Varian F-16D Block 52 yang dikembangkan oleh Lockheed Martin bekerja sama dengan Israel.
Yang unik, F-16I Sufa diklaim merupakan F-16 paling berat dan paling canggih yang pernah dikembangkan pada masanya, dan sedari awal mengusung desain kursi tandem dua awak, untuk pilot dan weapon systems officer (WSO). Dan niat dari rancangan F-16I Sufa memang spesifik, yakni dioptimalkan untuk serangan jarak jauh, deep strike, dan operasi di wilayah musuh.
Newly released image of Israeli Air Force F-16s preparing to take off for last night’s initial attack on Iran.
Each F-16I Sufa can be seen armed with a max fuel tank loadout, (likely) 8x GBU-39 SDB glide bombs, and 2x AIM-120B AMRAAMs. 48 glide bombs in this image. pic.twitter.com/6oh5caQRG4
— OSINTtechnical (@Osinttechnical) June 13, 2025
Nah, CFT pada F-16I terpasang di atas akar sayap (wing root) dan menyatu dengan struktur fuselage dan tidak bisa dibuang di udara, tapi jauh lebih aerodinamis dibanding drop tank biasa. CFT ini mampu membawa tambahan bahan bakar sekitar 450 galon (±1.700 liter), adopsi CFT dapat ,enambah endurance dan jangkauan tempur tanpa mengorbankan 3 hardpoint bawah.
Selain keberadaan CFT, F-16I Sufa dapat melakukan air-to-air refueling, dan metode yang digunakan adalah boom receptacle system, dengan boom operator di pesawat tanker secara aktif mengarahkan boom ke receptacle di punggung F-16I. Umumnya digunakan pesawat tanker Boeing 707 “Re’em” milik Angkatan Udara Israel.
Jet Tempur Rafale dengan Conformal Fuel Tanks (CFT), Desain Fungsional yang ‘Mencari’ Kustomer
Jadi F-16 Terberat
F-16I Sufa merupakan varian terberat dari keluarga F-16, karena berbagai modifikasi struktural, avionik, dan perlengkapan tambahan, terutama Conformal Fuel Tanks (CFT), avionik buatan Israel, dan sistem perang elektronik canggih. Sebagai ilustrasi, berat kosong F-16C Block 50/52 adalah 8,4 tom dan berat maksimum saat tinggal landas 19,2 ton, maka F-16I Sufa berat kosongnya 9,3 ton dan berat maksimum saat tinggal landas bisa mencapai 24 ton.
Selain pemasangan CFT, F-16I Sufa lebih berat karena sistem avionik Israel, termasuk ELTA radar, data link, perang elektronik, dan sensor internal tambahan, sistem pendingin tambahan dan avionik untuk dua awak, kemudian struktur airframe diperkuat, untuk menopang bobot tambahan dan memperpanjang masa pakai. Bobot total yang lebih besar tetap bisa diatasi karena mesin F100-PW-229 yang bertenaga dan desain struktur yang diperkuat.
Payload maksimum: F-16I Sufa mencapai 9 ton, dibandingkan F-16C yang umumnya sekitar 7,7–7 ton. Jumlah total hardpoint: 11, terdiri dari 2 wingtip stations (biasanya untuk rudal udara-ke-udara seperti Python-5 atau AIM-120), 6 underwing stations, dan 3 under-fuselage stations. (Gilang Perdana)
Selain Blue Sparrow, Muncul Dugaan Israel Gunakan Rudal Rampage dalam Serangan ke Isfahan (Iran)



Itulah hebatnya wahyudi & AS, F35 nyungsep ditembak iran beritanya sepi2 aja, Giliran Rafale indihe nyungsep ditembak pakistan langsung heboh sedunia sampai saham pabriknya anjlok😁
Bener nggak nih? Videonya jelas sekali. Dua F35 lho, nggak main2 iki.
Iran jadi yang Pertama Berhasil Tembak Jatuh Jet Siluman F-35, Israel Langsung Rugi Rp2 Triliun
Yang paling senang saat Israel gempur sana sini adalah para produsen minyak. Karena begitu Israel serang satu negara atau satu bangsa maka minyak akan naik. Israel serang Iran harga minyak dunia naik 10%. Pantas para penguasa negara-negara Arab normalisasi hubungan dengan Israel dan seringkali diam atas tindakan Israel sebab mereka lah para produsen dan investor minyak yang paling diuntungkan dari serangan ini.
Jadi mereka-mereka yang kutuk Israel atas gerakan militer Israel sebenarnya karena mereka tidak kebagian rejeki bukan karena prihatin atas jatuhnya korban jiwa.