Untuk pertama kalinya, dalam satu hari keluarga jet tempur Hornet mengalami musibah, selain F/A-18D (tandem seat) Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) yang jatuh setelah gagal lepas landas di Lanud Kuantan pada 21 Agustus 2025, maka di tanggal yang sama, F/A-18E (single seat) Super Hornet milik Angkatan Laut AS (US Navy) juga dilaporkan jatuh di lepas pantai Virginia, AS. (more…)
Sebuah kecelakaan malam ini (21/8/2025) menimpa jet tempur F/A-18D Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM), yang dalam rekaman video secara jelas memperlihatkan pesawat tempur tandem seat ini gagal lepas landas, dalam suatu latihan terbang malam di Pangkalan Udara (Lanud) Kuantan, pada pukul 21.05. (more…)
Setelah melakukan pendekatan sejak tahun 2021, akhirnya baru di tahun ini, ada kepastian bagi Malaysia untuk bisa memborong jet tempur F/A-18C/D Hornet “Classic” bekas pakai Angkatan Udara Kuwait. Hal tersebut dapat terjadi setelah adanya persetujuan dari Washington yang mengizinkan penjualan alutsista produksi AS ke negara ketiga. (more…)
Sebuah jet tempur ringan Hawk 208 milik Angkatan Udara Malaysia (Tentara Udara Diraja Malaysia/TUDM) dilaporkan mengalami insiden saat pendaratan di Bandara Sultan Abdul Hamid pada pukul lima sore, hari Selasa (6/5/2025). Pesawat yang terlibat dalam latihan ‘Opening Gambit’ untuk pembukaan pameran dirgantara Langkawi 2025 (LIMA 2025), mengalami masalah pada landing nose gear yang tidak dapat terbuka dengan sempurna. (more…)
Beberapa hari lalu, netizen di Malaysia sempat dibuat geger dengan beredarnya foto-foto yang memperlihatkan tiga unit (diduga) jet tempur F-5E/F Tiger II milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) tengah berada di salah satu pelabuhan negara itu. Lantaran sudah dipensiunkan sejak tahun 2000, jelas keberadaan jet tempur produksi Northrop itu bukan untuk di-upgrade. (more…)
Kilas balik ke akhir Desember 2021, saat itu ada keinginan dari Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) untuk membeli jet tempur F/A-18C/D milik Angkatan Udara Kuwait yang masih dalam kondisi baik dan dengan jam operasi rendah. Namun, seiring waktu berjalan, tidak ada lagi kabar kelanjutannya. (more…)
Setelah menuntaskan kontrak pengadaan 18 jet tempur serang ringan FA-50 Fighting Eagle senilai 1,2 triliun won (US$920 juta) pada akhir Februari 2023, Kementerian Pertahanan Malaysia dibakarkan tengah mempersiapkan kontrak berikutnya untuk pengadaan 18 unit FA-50 tambahan, menjadikan nantinya Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) secara keseluruhan akan mengoperasikan 36 unit FA-50 Block 20, yang diklaim sebagai varian Fighting Eagle paling canggih. (more…)
Pada 24 Februari 2023, Korea Aerospace Industries (KAI) mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai 1,2 triliun won (US$920 juta) untuk pengadaan 18 unit jet tempur serang ringan FA-50 Fighting Eagle ke Malaysia. Namun, saat itu belum ada komentar lebih lanjut dari pihak militer dan pemerintah Malaysia. (more…)
Pada hari Jumat, 7 Oktober 2022, PT Dirgantara Indonesia melakukan delivery 1 (satu) unit pesawat terbang CN-235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dari Hanggar Aircraft Services (ACS) PT DI Bandung. CN-235-220 MPA TUDM diterbangkan oleh Mayor TUDM Shara sebagai Pilot In Command. (more…)
Setelah PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil menuntaskan konversi unit perdana CN-235-200 milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) pada 28 Maret 2022, kini giliran waktu penyerahan pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) tersebut kepada pihak TUDM. Namun, penyerahan tersebut bukan dilakukan oleh PT DI. (more…)