Kabar rontoknya tiga jet tempur Rafale dalam duel udara di Kashmir rupanya tak terlalu berimbas pada urasan bisnis antara Paris dan New Delhi. Hal ini dibuktikan pada 5 Juni 2025, yakni terjadinya kesepakatan antara Tata Advanced Systems Limited (TASL) dan Dassault Aviation, yang menyebutkan Tata akan memproduksi fuselage jet tempur Rafale, dan ini menjadi yang pertama kalinya di luar Perancis. (more…)
Tata Advanced Systems Limited (TASL), perusahaan swasta yang dimiliki oleh Tata Group, salah satu konglomerat swasta terbesar di India pada 28 Oktober 2024, meresmikan komplek Lini Perakitan Akhir – Final Assembly Line (FAL) untuk pesawat Airbus C-295 di Vadodara, Gujarat, India. (more…)
Bagi India, mengoperasikan selusin C-130J-30 Super Hercules bukan berarti urusan selesai, Negeri Anak Benua yang berorientasi untuk mendapatkan manfaat dari alih teknologi, punya rencana lain untuk keberlanjutan program Super Hercules di dalam negeri. Setelah pencapaian atas pembangunan final assembly line pesawat angkut sedang Airbus C-295, maka ada kabar bahwa Tata Advanced Systems Limited dan Lockheed Martin akan membuka fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di India. (more…)
Dengan program akuisisi alutsista bernilai jumbo, maka banyak hal positif yang didapat dari industri pertahanan dalam negeri India. Masih dalam terminologi alih teknologi dan offset, Tata Boeing Aerospace Limited (TBAL), perusahaah joint venture India – Amerika Serikat, mewartakam telah mengirimkan komponen fuselage (badan helikopter) pertama AH-64E Apache pesanan Angkatan Darat India. (more…)
Ketika dunia tengah gandrung pada apa yang disebut drone kamikaze (loitering munition), sudah barang tentu Negeri Anak Benua tidak akan ketinggalan inovasi di segmen yang satu ini. Dari ajang DefExpo 2022 yang belum lama dihelat di Gandhinagar, Gujarat, India, Tata Advanced Systems Limited (TASL), merilis prototipe drone kamikaze yang diberi label ASL 50. (more…)