Di tengah eskalasi ketegangan yang mencapai titik didih akibat potensi serangan dari Amerika Serikat dan Israel, Iran telah mengubah garis pantainya menjadi benteng pertahanan yang mematikan. Kekuatan utama dari strategi “sea denial” atau penolakan akses laut Iran tidak hanya terletak pada kapal perangnya, melainkan pada satuan elit yang dikenal sebagai Komando Rudal Angkatan Laut Republik Islam Iran (IRIN Missile Command) serta unit kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). (more…)
Selain berita penembakan balon mata-mata Cina di California selatan pada 4 Februari lalu, maka pada 7 Februari 2023, publik internasional juga dihebohkan dengan pengumuman Iran atas keberadaan “Eagle 44” – fasilitas pangkalan udara di bawah tanah (pegunungan) – underground air force base yang serba rahasia. Dengan proteksi sistem rudal pertahanan udara (hanud), maka keberadaan Eagle 44 otomatis menjadi target identifikasi oleh komunitas intelijen lawan. (more…)
Di tengah ancaman serangan terbuka oleh Israel, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Iranian Revolutionary Guard Corps/IRGC) pada 12 Desember lalu meresmikan operasional dari 110 unit high speed boat di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas, pesisir Selat Hormuz. High speed boat untuk strategi swarm attack (serangan berkelompok) sudah lazim menjadi jargon Iran di kawasan Teluk Persia. (more…)
Kabar bahwa militer Iran telah meluncurkan beragam jenis kapal perang produksi dalam negeri, baik kapal perang permukaan dan kapal selam, sudah lazim kita dengar. Namun, sejauh ini belum pernah terdengar Iran meluncurkan kapal pemburu dan penyapu ranjau. Hal ini terasa kontras, mengingat Iran selama ini dikenal sebagai pihak yang kerap dituduh menabur ranjau laut di sekitaran Selat Hormuz. (more…)
Belum lepas dari sensasi IRINS Makran 441, kapal induk Iran yang berbobot 106.000 ton, masih dari Selat Hormuz, kabar anyar menyebutkan bahwa floating logistic base tersebut rupanya menarik perhatian kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat. (more…)
Setelah belum lama unjuk kekuatan di Selat Hormuz dengan menghadirkan kapal induk multiguna “Shahid Roudaki,” Pengawal Revolusi Iran kini kembali memamerkan secara masif sosok kapal induk yang jauh lebih besar, yaitu IRINS Makran dengan nomer lambung 441. (more…)
Bukan sekedar propaganda, Iran dalam teknologi pengembangan drone secara tak langsung telah membutikan kemampuannya. Meski banyak dikatakan tak secanggih drone lansiran Barat dan Israel, namun apa yang telah dilakukan drone kamikaze milisi Houthi Yaman saat menyerang instalasi vital di Arab Saudi, menyiratkan kapabilitas drone Iran. Dan di tengah tensi politik yang meninggi di Terusan Suez, Iran kembali membetot perhatian dunia. (more…)
Buntut pembekuan dana Iran senilai US$7 miliar (setara Rp129 triliun) oleh Korea Selatan, rupanya berdampak serius. Pada 4 Januari lalu, kapal tanker berbendera Korea Selatan yang tengah melintas Selat Hormuz, HK Hankuk Chemi, disergap dan ditahan oleh Pasukan Pengawal Revolusi Iran. Meski opsi pembebesan kapal tanker dan awaknya secara kecil kemungkinan untuk dilakukan dalam operasi militer, namun Seoul telah mengerahkan satu unit kapal perusak (destroyer) langsung ke hotspot.(more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Setelah hadir di Selat Hormuz pada bulan Agustus lalu, frigat HDMS Iver Huitfeldt (Iver Huitfeldt Class) milik AL Denmark, mulai Januari 2021 dipercaya untuk memimpin dalam Operasi Agenor yang digelar oleh European-led maritime surveillance mission in the Strait of Hormuz (EMASOH). Kepemimpinan misi Denmark adalah perpanjangan dari keterlibatannya di 2020, dimana Denmark telah mengirimkan satu unit frigat. (more…)
Bila dicermati, banyak hal yang tak lazim dilakukan militer Iran terkait inovasi alutsistanya. Hal tersebut bisa dimaklumi, lantaran Negeri Syiah tersebut banyak mendapat tekanan yang menyebabkan keterbatasan akses pada impor persenjataan. Lain dari itu, langkah ‘nyeleneh’ boleh jadi dilakukan dalam rangka propaganda melawan Amerika Serikat dan sekutunya. (more…)