Papanikolis (S 120), salah satu Type 214 milik AL Yunani.
Setelah pertama kali digagas sebagai bagian dari rencana jangka panjang Angkatan Laut India pada akhir tahun 1990-an, Project 75I, yang bertujuan membangun enam kapal selam diesel-elektrik yang dilengkapi dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP), akhirnya telah menetapkan pihak pemenang tender, yakni platform kapal selam Jerman, Type 214 yang diusung ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). (more…)
Pada bulan Agustus lalu, Spanyol menawarkan paket pengadaan dua kapal selam berikut pembangunan pangkalannya ke Filipina. Dan hal itu telah menarik perhatian publik di Asia Tenggara, terlebih pada yang ditawarkan, yakni sosok kapal selam berteknologi air-independent propulsion (AIP) S-80 Plus class (aka – Isaac Peral class). Meski terbilang canggih, ada ganjalan dalam pemasaran kapal selam ini, yakni saat ditawarkan, belum satu pun S-80 Plus class yang dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Laut Spanyol. (more…)
Pamor Spanyol sebagai negara produsen kapal selam diesel listrik nyaris tak terdengar, kalah gaung dari Jerman, Perancis, Korea Selatan, bahkan oleh Turki sekalipun. Namun, kabar bahwa Spanyol menawarkan paket pengadaan dua kapal selam berikut pembangunan pangkalannya ke Filipina, telah menarik perhatian publik di Asia Tenggara, terlebih pada yang ditawarkan, yakni sosok kapal selam berteknologi air-independent propulsion (AIP) S-80 Plus class (aka – Isaac Peral class). (more…)
Program pengadaan kapal selam untuk Angkatan Laut Filipina semakin diminati oleh para manufaktur. Setelah Perancis dan Korea Selatan yang menawarkan paket akuisis kapal selam diesel listrik untuk Filipina, kini Navantia dari Spanyol masuk sebagai pendatang baru dalam pengajian proposal penawaran kapal selam S-80 Plus class. (more…)