
Lanskap keamanan global diprediksi akan mengalami pergeseran besar pada tahun ini seiring dengan rencana Rusia untuk melakukan uji coba besar-besaran terhadap generasi terbaru rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missiles/ICBM) mereka. Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas militer, melainkan upaya ambisius Kremlin untuk memensiunkan sistem veteran RS-12M2 atau yang lebih dikenal sebagai Topol-M. (more…)

Dunia intelijen internasional kembali dikejutkan oleh taktik kamuflase militer Cina (PLA Rocket Force). Baru-baru ini, beredar foto-foto yang menunjukkan unit peluncur rudal balistik antarbenua (ICBM) milik Cina yang disamarkan sepenuhnya hingga menyerupai truk heavy-duty crane milik perusahaan konstruksi raksasa, Zoomlion. (more…)

Memperingati Hari Pasukan Rudal Strategis (Day of the Strategic Missile Forces) ke-66 yang jatuh pada 17 Desember 2025, Kementerian Pertahanan Rusia menyelesaikan persenjataan ulang (rearmament ) beberapa silo (lubang peluncur bawah tanah) dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars. (more…)

Selain rudal balistik antarbenua (ICBM) DF-5C, parade milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) ke-80 di Beijing pada 3 September 2025, juga menjadi momen bagi Angkatan Bersenjata Cina untuk pertama kalinya memperlihatkan ICBM DF-61. Meski sama-sama rudal balistik antarbenua, namun DF-61 berbeda dalam hal spesifikasi dari DF-5C, bukan hanya soal jangkauan, namun sistem peluncurnya juga berbeda. (more…)

Parade dan defile milter peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Perang melawan Jepang ke-80, pada 3 September 2025, tuntas digelar di Beijing. Turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, parade militer yang disebut terbesar di dunia itu, menampilkan beragam persenjataan dan alutsista terbaru Cina. Di antara yang ditampilkan, sosok rudal balistik antarbenua DF-5C menjadi yang paling membetot perhatian. (more…)

Dengan dimensi dan bobot yang besar, kapal tender kapal selam (submarine tender) umumnya tidak membawa bekal rudal balistik, melainkan sebatas torpedo atau amunisi yang setara. Namun, berbeda dengan Angkatan Laut Rusia, guna menjamin kesiapan tempur armada kapal selam berpeluncur rudal balistik antarbenua (ICBM), maka submarine tender dengan kemampuan membawa rudal balistik sudah disiapkan, menjadikan kapal selam nuklir Rusia tak perlu kembali ke pangkalan untuk bekal ulang amunisi. (more…)

Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat sudah punya langkah strategis untuk melindungi wilayah daratan utamanya. Ibarat ‘bermain api’ di banyak palagan, maka AS telah mempersiapkan beragam skenario terburuk, salah satunya bila musuh-musuh AS di seluruh dunia akan menyerang dengan rudal balistik antarbenua secara bersamaan. (more…)

Lantaran tidak memuat hulu ledak nuklir, maka tidak ada kerusakan yang signikan dari serangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia ke Dnipro di Ukraina. Namun, serangan ‘uji coba’ Rusia itu telah menciptakan kekhawatiran besar, bukan hanya kepada Ukraina, tapi ke negara-negara Eropa dalam NATO, pasalnya serangan rudal balistik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) untuk pertama kalinya telah membuat sistem pertahanan udara (hanud) kewalahan. (more…)

Merespon serangan Ukraina yang menggunakan rudal ATACMS dan Storm Shadow ke wilayah Kursk, Rusia, maka Moskow hari ini telah melancarkan serangan balasan. Berbeda dengan serangan balasan yang lazim didengar, serangan balasan Rusia ke Ukraina kali ini disebut menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM), meski tidak membawa hulu ledak nuklir, tapi ini pertama kalinya ICBM digunakan dalam peperangan di muka Bumi. (more…)

Presiden Cina Xi Jinping kembali menegaskan, pihaknya tidak mengesampingkan opsi militer dalam masalah Taiwan dan menyatakan kesiapan tempur penuh Cina dalam menghadapi setiap dinamika dan eskalasi, termasuk dalam penggunaan rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh. Hal tersebut disampaikan Xi Jinping saat inpeksi ke DF-26 Brigade People’s Liberation Army Rocket Force (PLARF) pada 19 Oktober lalu. (more…)