Sebagai sekutu ring satu AS di Indo Pasifik, Korea Selatan mendapatkan perlakuan khusus untuk mengembangkan dan memanfaatkan mesin General Electric F414-GE-400K untuk jet temput KF-21 Boramae, bahkan lewat Hanwha Aerospace, Korea Selatan mendapatkan akses untuk merakit dan memproduksi lisensi mesin tersebut. Meski begitu, ada ketidaknyamanan yang dialami industri pertahanan Negeri Ginseng. (more…)
Dalam rangka peningkatan kapabilitas udara di masa yang akan datang, pihak Angkatan Udara AS (USAF) tampaknya sudah mulai melakukan serangkaian uji coba. Ini terbukti dari foto resmi yang dirilis USAF saat pesawat pengebom jarak jauh rilisan Boeing, B-52 baru saja mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Barksdale pada akhir September kemarin. Uniknya, pesawat tersebut tampak berbalut warna oranye di beberapa bagian pesawatnya.
Kementerian Pertahanan Inggris dalam waktu dekat akan menyodorkan kontrak ke Rolls-Royce untuk memasok mesin EJ200 ke jet tempur Eurofighter Typhoon. Bila tak ada perubahan, perusahaan multinasional dalam negeri itu akan menyokong mesin tersebut selama enam tahun dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2029 dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai £500 juta atau sekitar Rp8 triliun.
Guna memperpanjang usia pengabdiannya hingga tahun 2050, pembom strategis B-52 Stratofortress menjalani Commercial Engine Replacement Program (CERP), yakni pemasangan mesin baru, Rolls-Royce F130, yang menggantikan mesin saat ini, Pratt & Whitney TF33- PW-103 yang digunakan sejak tahun 1960-an. (more…)