
Dunia pertahanan sedang menyaksikan pergeseran paradigma di mana drone murah, seperti tipe FPV (First Person View), mampu melumpuhkan aset militer bernilai jutaan dolar. Menanggapi realitas ini, Aselsan melalui sistem pertahanan udara (hanud) KORKUT 140/35 baru saja membuktikan efektivitasnya dalam uji tembak dinamis yang sukses menghancurkan target drone di udara. (more…)

Raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall Air Defence, baru saja menuntaskan rangkaian uji coba penembakan langsung (live firing) yang krusial untuk sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) terbaru mereka. Uji coba yang dilakukan di Lohja Test Range, Finlandia, berhasil mendemonstrasikan integrasi sempurna antara sensor elektro-optik pasif Skyspotter dengan sistem kanon otomatis Skyshield MK3. (more…)

Tak meraih lisensi atau peluang kerja sama atas produk alutsista Barat, bukanlah akhir dari segalanya, di tangan desainer dan insinyur yang ‘cemerlang’, Cina membuat kejutan dengan menampilkan sosok kendaraan tempur (ranpur) lapis baja roda ban, yang bentuknya mirip dengan ranpur rancangan Jerman, Rheinmetall Boxer 8×8. (more…)

Setelah diperkenalkan pada Pameran Dirgantara Internasional (ILA) 2024 di Berlin, kini pengembangan rudal anti drone yang disebut Small Anti Drone Missile (SADM) telah memasuki babak baru, setelah pada 8 November 2025, Parlemen Jerman (Bundestag) memberikan persetujuan untuk proyek SADM dengan estimasi anggaran sekitar €490 juta (US$565 juta). (more…)

Setelah satu tahun uji coba laut, Rheinmetall dan MBDA kini mengumumkan tuntasnya tahap sea trial atas senjata laser energi tinggi – (High Energy Laser/HEL) dalam kontainer yang ditempatkan pada fregat Angkatan Laut Jerman Sachsen selama lebih dari satu tahun. (more…)

Rheinmetall selama ini dikenal luas sebagai produsen sistem pertahanan darat seperti tank, meriam, kanon dan amunisi, namun, ada kabar bahwa perusahaan asal Jerman ini telah melebarkan lini bisnisnya, yaitu dengan terjun ke segmen industri maritim. Persisnya, Rheinmetall telah mengambil alih saham mayoritas di divisi pertahanan grup Lürssen, yang dikenal sebagai Lürssen Defence. (more…)

Rheinmetall selama ini identik sebagai manufaktur yang memproduksi senjata berat seperti ranpur lapis baja, kanon, meriam dan amunisi terkait. Namun, dari perhelatan Drone Days 2025, yang diselenggarakan pada 27-29 Agustus di Lapangan Terbang Oldenburg-Gatten di Jerman, Rheinmetall memperkenalkan rudal udara ke udara untuk pertahanan diri drone. (more…)

Mungkin sebagai wujud ‘terima kasih’ atas dukungan besarnya selama ini, Angkatan Udara Ukraina belum lama ini merilis video pendek yang memperlihatkan kinerja memuaskan dari sistem hanud (pertahanan udara) jarak pendek – SHORAD (Short Range Air Defence) Skynex buatan Rheinmetall Defence. (more…)

Swedia membuat gebrakan penting pasca konflik Rusia dan Ukraina, bekas negara netral itu belum lama ini mengumumkan pengadaan amunisi artileri terbesar sejak perang dingin. Persisnya, Swedia telah memesan amunisi artileri 155 mm yang disebut terbesar sejak tahun 1980-an. Namun, volume pengiriman aktual mungkin jauh lebih kecil karena tingginya biaya amunisi saat ini. (more…)

Sektor pertahanan Eropa meluncurkan inisiatif baru untuk mengembangkan Main Battle Tank (MBT) Next Generation (NG). Inisiatif yang dituangkan dalam proyek bernama MARTE (Main Armoured Tank of Europe) ini, didukung oleh Dana Pertahanan Eropa – European Defence Fund (EDF) dan menyatukan 51 entitas dari 12 negara di bawah koordinasi MARTE ARGE, perusahaan patungan antara KNDS Deutschland GmbH & Co. KG dan Rheinmetall Landsysteme GmbH. (more…)