
Selain alutsista buatan Cina seperti jet tempur JF-17 Thunder dan Chengdu J-10C berikut rudal udara ke udara jarak jauh PL-15, militer Pakistan diketahui juga menggunakan sistem senjata buatan Turki untuk menyerang sasaran strategis India di wilayah perbatasan. Jenis senjata asal Turki yang dimaksud adalah drone kamikaze (loitering munition) YIHA-III. (more…)

India tidak tanggung-tanggung dalam upayanya menggempur sasaran strategis Pakistan, salah satu yang terungkap adalah penggunaan rudal jelajah udara ke permukaan berharga mahal, SCALP (Système de Croisière Autonome à Longue Portée) atau Storm Shadow buatan MBDA Missile Systems yang diluncurkan dari jet tempur Dassault Rafale. (more…)

Bila klaim Pakistan yang telah menghancurkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 “Sudarshan” milik India benar, maka boleh jadi hubungan antara Cina dan Rusia menjadi ‘tak enak hati’, pasalnya S-400 yang merupakan produksi Rusia, diklaim telah dihancurkan oleh rudal jelajah udara ke permukaan hipersonik CM-400AKG yang tak lain adalah produksi Cina yang disebut telah diluncurkan ke sasaran perbatasan dengan jet tempur JF-17 Thunder. (more…)

Produk alutsista buatan Cina menjadi naik pamor dalam konflik bersenjata India versus Pakistan, selain nama jet tempur JF-17 Thunder Block III dan Chengdu J-10C, maka nama rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range (BVR) PL-15 dan PL-15E (varian ekspor) turut terdongkrak setelah puing-puing rudal tersebut ditemukan, bersamaan dengan kabar rontoknya beberapa jet tempur dari Angkatan Udara India, yang di atas kertas lebih canggih. (more…)

Meski telah mengoperasikan delapan unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab 2000 Erieye buatan Swedia, namun Angkatan Udara Pakistan faktanya juga mengoperasikan AEW&C jenis lain, yakni Shaanxi ZDK-03 buatan Cina. (more…)

Kabar jatuhnya jet tempur Rafale menjadi pusat pemberitaan dari konflik bersenjata antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025, pasalnya status Rafale sebagai jet tempur terbaru India yang dikenal canggih dan di atas kertas punya kualitas lebih unggul dari jet tempur buatan Cina, menyulut pergunjingan tajam tingkat dunia. (more…)

Selain pengerahan perdana jet tempur Rafale dalam Operasi Sindoor, Angkatan Udara India juga untuk pertama kalinya mengerahkan sistem rudal hanud (pertahanan udara) buatan Rusia, S-400 Triumf dalam menghalau serangan balik jet tempur Pakistan. Pada malam 7 Mei 2025, pertahanan udara India menghadapi ujian saat Pakistan meluncurkan rentetan serangan drone dan rudal yang menargetkan instalasi militer di India utara dan barat. (more…)

Sebelum terjadi duel udara di atas Line of Control (LoC) Kashmir pada 7 Mei lalu, maka beberapa hari sebelumnya, yakni pada 29-30 April 2025 ada klaim dari pihak Pakistan yang menyebut bahwa jet tempur Chengdu J-10C milik Angkatan Udara Pakistan berhasil melakukan jamming pada jet tempur andalan Angkatan Udara India, Dassault Rafale. (more…)

Tak mau tertinggal atas klaim keunggulan, sejumlah media sosial India juga mempublikasi beberapa bukti terkait jatuhnya jet tempur Pakistan di di dekat wilayah Akhnoor, Kashmir, termasuk video yang memperlihatkan pilot India yang cedera setelah melontarkan diri. (more…)

Pelibatan alutsista canggih dalam konflik modern ibarat dua mata pisau bagi manufaktur senjata, bila performa memukau maka bakal berbuah manis bagi promosi dan pemasaran, sebaliknya bisa berdampak negatif bila performa kurang optimal. Dan hal tersebut rupanya baru saja dirasakan Dassault Aviation, setelah menikmati pamor Rafale yang battle proven dalam operasi di Afghanistan, Suriah dan Libia, situasi telah berbalik di Kashmir. (more…)