Ada dua simpul pemberitaan tentang alutsista di Indonesia, yang pertama kedatangan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dikaitkan dengan potensi pesanan tambahan jet tempur Rafale dan finalisasi kontrak kapal selam Scorpene class, dan yang kedua adalah perhelatan pameran militer Indo Defence yang akan berlangsung 11-14 Juni 2025. (more…)
Tawaran dari Rusia ini sejatinya telah dilayangkan jauh-jauh hari sebelum duel udara di langit Kashmir, yang mana sejumlah jet tempur papan atas India rontok akibat serangan rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang dilepaskan jet tempur Pakistan. Dan melihat konstelasi yang terjadi, maka ada potensi bahwa India akan menerima tawaran dari Rusia untuk mengakuisisi rudal udara ke udara jarak jauh, Vympel R-37M. (more…)
Setelah apa yang menimpa jet tempur Rafale dalam perang di atas Kashmir, sepertinya India wajib khawatir atas rencana kedatangan jet tempur stealth Shenyang J-35A yang akan memperkuat Angkatan Udara Pakistan. Bukan sekedar pesawat tempur generasi kelima yang akan lebih dulu dioperasikan Pakistan, melainkan ada rudal udara ke udara jarak jauh yang diklaim lebih canggih dari PL-15 dan akan melengkapi kehadiran J-35A Pakistan. (more…)
Sebagai ‘reward’ atas prestasi gemilang Pakistan yang menggunakan alutsista buatan Cina saat konflik dengan India, maka Cina akan mempercepat pengiriman pesanan jet tempur stealth Shenyang J-35A plus diskon 50 persen kepada Pakistan. Nah, gimmick marketing ala Beijing rupanya memikat perhatian Mesir. (more…)
Bertambah lagi negara yang berusaha mengintip puing-puing dari rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang ditemukan di wilayah India. Setelah aliansi intelijen “Five Eyes”—yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, menyatakan minat untuk pemeriksaan ketat terhadap komponen PL-15, kabar terbaru menyebut Taiwan ada dalam antrian yang akan mengendus teknologi dibalik rudal buatan Cina tersebut. (more…)
India terkesan pasif dalam merespon pemberitaan yang menyudutkan, khususnya terkait klaim Pakistan yang telah menjatuhkan beberapa jet tempur papan atas India. Meski unggul dalam pemberitaan di media, namun ada dugaan militer Pakistan mengalami tingkat kerugian yang lebih besar daripada India, bukan karena jet tempur yang jatuh, melainkan oleh serangan udara presisi yang menghantam beberapa pangkalan udara dan menghancurkan aset-aset di dalamnya. (more…)
Secara langsung industri pertahanan Cina telah diuntungkan dari duel udara antara India versus Pakistan pada 7 Mei 2025. Pemberitaan atas keunggulan jet tempur dan rudal ke udara buatan Cina, secara langsung telah mengangkat pamor produk alutsista, bahkan sampai membuat nilai salam pabrikan Chengdu Aircraft Corporation setelah Chengdu J-10CE diklaim berhasil menjatuhkan jet tempur buatan Perancis, Dassault Rafale. (more…)
Perang di Kashmir sebagai buntut dari Operasi Sindoor telah menciptakan anomali di dunia intelijen, bila selama ini intelijen dari Cina dan Rusia dikenal gigih untuk mendapatkan bocoran informasi dan data-data rahasia terkait alutsista Barat, maka dengan jatuhnya beberapa jet tempur India di wilayah India sendiri, telah mendorong intelijen Barat untuk mencari puing-puing dari rudal udara ke udara PL-15. (more…)
Kontroversi atas rontoknya sejumlah jet tempur Angkatan Udara India dalam perang di Kashmir, sepertinya masih bakal berlanjut, terlebih ada nama Dassault Rafale yang diduga ikut menjadi korban dari rudal udara ke udara yang dilepaskan jet tempur Angkatan Udara Pakistan. (more…)
Pemberitaan bombastis atas keunggulan Chengdu J-10C dalam duel udara dengan jet tempur India, bukan hanya membawa dampak negatif bisnis Dassault Aviation selaku manufaktur Rafale, rupanya Korea Aerospace Industries (KAI) selaku manufaktur jet tempur ringan multirole FA-50 Fighting Eagle, kini tengah dilanda kecemasan atas reputasi Chengdu J-10C. (more…)