Pada tanggal 18 November 2025, untuk pertama kalinya bom udara konvensional (dumb bomb) produksi perusahaan swasta nasional, PT Sari Bahari, berhasil diuji coba dengan dilepaskan dari jet tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Bom tajam (live) standar NATO yang diiberi label BNT-250 mengenai sasaran secara presisi di Air Weapon Range Pandanwangi, Lumayang, Jawa Timur. (more…)
Improvisasi mutlak dilakukan dalam peperangan, terlebih bila ada keterbatasaan pada kemampuan alutsista yang ada. Seperti pada Perang Falkland (Malvinas) di tahun 1982, salah satu yang menjadi titik lemah upaya ofensif Argantina adalah tiadanya pesawat pembom. (more…)
Berita yang satu ini mungkin ditanggapi dengan senyuman oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, namun menjadi petaka yang serius bagi warga Korea Selatan, setelah sebuah jet tempur KF-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF) secara tidak sengaja melepaskan bom udara MK82 di suatu desa di Pocheon, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. (more…)
Sejak menjadi bagian dari NATO, maka proyeksi kekuatan udara Swedia tak melulu terfokus pada bertahan, menghadapi ancaman langsung dari Rusia, maka penguatan elemen senjata udara ke permukaan untuk melengkapi kemampuan jet tempur Gripen menjadi prioritas. (more…)
Fakta sebagian besar pesawat tempur TNI AU adalah berstandar NATO, tentu membawa pengaruh pada adopsi persenjataan yang juga dominan berstandar NATO. Dalam segmen bom udara konvensional (dumb bomb), maka tersebutlah nama bom (Mark) MK82 yang jamak terpasang di jet tempur TNI AU sejak tiga dekade belakangan ini. Tak pelak MK82 didapuk saat ini sebagai bom paling populer di arsenal TNI AU. (more…)
Bila bom udara paling populer saat ini adalah MK82, maka untuk bom dengan bobot terberat yang saat ini operasional digunakan TNI AU, ternyata adalah MK12. Meski namanya jarang terdengar, general-purpose bombs (GP) ini sudah malang melintang digunakan sejak era Perang Korea, Perang Vietnam, bahkan dalam laga Perang Teluk, bom dengan berat 360 kg ini masif diseburkan dari pesawat pembom jarak jauh B-52 Stratofortress. Nah di Indonesia, MK12 ternyata menjadi salah satu senjata udara ke permukaan yang digunakan pada jet tempur F-16 Fighting Falcon. (more…)
Akhir Mei lalu Koopsau I TNI AU menggelar latihan ‘Jalak Sakti 2016’ di Tanjung Pandan, Belitung. Sebagai puncak latihan adalah demonstrasi pelepasan bom MK82 LDGP (Low Drag General Purpose Bomb) dari jet tempur F-16 Fighting Falcon. Setidaknya ada empat unit F-16 yang masing-masing membawa empat bom MK82 yang digunakan untuk menghancurkan tiga pos komando musuh di Buding Air Weapon Range (AWR). (more…)
Militer Indonesia tempo dulu memang digdaya, seperti di lini alutsista udara dahulu mengenal segmen pesawat pembom. Dan, bila bicara pembom maka asosiasi kebanyakan orang di Republik ini langsung mengarah pada sosok Tu-16 Badge dan Il-28 Beagle. Tidak salah memang, karena pembom besutan Uni Soviet adalah yang tecanggih pada jamannya, dan jelas ada kebangaan tersendiri tatkala Indonesia mempunyai pembom jarak jauh sekelas Tu-16. (more…)