
Setelah dilaporkan kandas pada Senin, 19 Maret 2018, hari ini (22/3/2018) diwartakan bahwa KRI Arun 903,kapal tanker terbesar TNI AL dengan bobot 11.520 ton telah berhasil dipulihkan dan kembali ke posisi normal, setelah sebelumnya sempat miring beberapa derajat. Penyebab miringnya kapal tanker tersebut menurut Komandan KRI Arun 903 terjadi saat proses pengisian bahan bakar. (more…)

Salah satu keunggulan dari kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) adalah kemampuannya membawa dan mengoperasikan Landing Craft Utility (LCU) dalam dock basah. TNI AL khususnya pada Satuan Kapal Amfibi (Satfib) sejak tahun 2006 telah mengoperasikan LPD, dan saat itu pula mengenal LCU untuk mempermudah mobilitas alutsista dan perlengkapan logistik dari kapal menuju pantai, begitu pun sebaliknya. (more…)

Bila Singapura tak menunda pembelian pesawat tempur stealth STOVL (Short Take Off and Vertical Landing) F-35B, maka boleh jadi program pengadaan kapal induk (helikopter) Endurance Class 160 akan segera diwujudkan. Bahkan di ajang IMDEX Asia 2017 (16 – 18 Mei 2017) yang berlangsung di Changi, Singapura, ST (Singapore Technologies) Marine merilis desain terbaru Endurance Class dengan lambung lebih panjang yang berlabel Endurance Class 170. Dengan lambung lebih panjang, Endurance Class 170 yang masuk ke segmen Landing Platform Helicopter (LPH) atau Landing Helicopter Assault (LHA) dilengkapi dengan tambahan meriam 76 mm pada bagian anjungannya. (more…)

Tak semua alutsista mampu mengemban misi taktis dan strategis, berperan penting disaat perang dan punya kontribusi besar dalam operasi militer selain perang. Di matra laut, maskot untuk kategori diatas adalah LPD (Landing Platform Dock). Peran mulai dari kapal markas, kapal pendarat sampai rumah sakit, semua bisa di cover oleh LPD. Mengingat peran penting LPD, setelah mengoperasikan enam unit LPD, belum lama ini TNI AL kembali memesan LPD 124 meter kepada PT PAL berdasarkan kontrak 11 Januari 2017. Selain Indonesia, Singapura dan Filipina, ternyata Australia juga mengoperasikan LPD, meski hanya satu unit, LPD Royal Australian Navy menjadi yang terbesar di kawasan. (more…)

Dari aspek struktur, dimensi dan payload, hovercraft Kartika TNI AD hingga kini belum ada tandingannya di Indonesia, pasalnya Kartika punya daya angkut hingga 5,5 ton, sehingga sanggup membawa 1 truck ukuran ¾ dan 1 buah minibus sekelas Isuzu Panther. Tapi untuk urusan utilitas, hovercraft Lumba-Lumba TNI AL yang punya dimensi dan bobot lebih ringan, tampak unggul karena sudah beropeasi penuh sejak tahun 2005. (more…)

Dari segi daya guna, LST (Landing Ship Tank) bisa disejajarkan pentingnya dengan pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU. Mengemban fungsi utama sebagai penghantar tank amfibi dari tengah lautan, kapal perang dengan kualifikasi LST jelas punya karakteristik, selain adanya tank deck dan pintu rampa, LST juga dicirikan dengan adanya fasilitas meja putar (turntable). (more…)

Perangkat yang satu ini terbilang familiar di kapal penumpang dan angkut logistik sipil bertonase besar. Tapi toh tugas misi angkut penumpang dan logistik tak melulu di dominasi kepentingan sipil. Armada TNI AL, khususnya pada Satuan Kapal Bantu (Satban) juga banyak mengandalkan peran crane untuk memindahkan paket logistik, rantis hingga ranpur untuk ditempatkan di atas deck. Seperti pada KRI Bintuni 520, kapal yang di dapuk sebagai LST (Landing Ship Tank) terbesar ini turut menggunakan cargo hose crane yang dapat memindahkan muatan seberat 15 ton. (more…)

Umumnya untuk kapal perang jenis BAP (Bantu Angkut Personel) seperti LST (Landing Ship Tank) dan LPD (Landing Plarform Dock), persenjataan yang diusung maksimal adalah kanon kaliber 40 mm, sebagai langganan paling laris biasanya dicomot kanon asal Swedia Bofors 40 mm. Tapi kini ada yang mencoba menerobos pakem, LPD pesanan AL Filipina, atau populer disebut SSV (Strategic Sealift Vessel) yang sedang digarap galangan PT PAL, Surabaya, akan dipasang kanon/meriam kaliber 76 mm. (more…)

Jika dilihat saat ini, debut kapal perang buatan Korea Selatan ini serasa ‘pudar,’ maklum untuk peran angkut tank sebagasi asasinya, di kelas LST (Landing Ship Tank) kini yang paling besar dipegang KRI Teluk Bintuni 520. Sementara untuk mobilitas angkut logistik dan peran ekstra sebagai kapal markas, TNI AL cenderung mempercayakan armada LPD (Landing Plarform Dock) yang punya fasilitas modern, daya angkut besar dan fasilitas helipad plus hangar yang bisa menampung helikopter kelas medium. (more…)

Keberadaan kapal feri jamak untuk memenuhi kebutuhan transportasi sipil. Contoh seperti ratusan armada kapal feri yang dikelola BUMN PT ASDP Indonesia Ferry. Sebagai negara kepulauan, keberadaan kapal feri amat vital sebagai penunjang urat nadi perekonomian, bisa dibayangkan apa jadinya bila akses transportasi Jawa – Sumatera tanpa keberadaan kapal feri. (more…)