Melanjutkan berita pada Februari 2021 lalu, kini ada kabar terbaru dari Jerman, bahwa telah dilangsungkan uji penembakan perdana dengan sasaran Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4, persisnya sang MBT yang juga dioperasikan kavaleri Kostrad ini sudah dibekali dengan sistem proteksi yang disebut Trophy Active Protection Systems (APS).(more…)
Angkatan Darat Polandia untuk pertama kalinya memperlihatkan Main Battle Tank (MBT) Leopard-2PLM1 – varian upgrade dari Leopard-2PL, dimana Leopard-2PL tak lain adalah bentuk modernisasi dari MBT Leopard 2A4, jenis yang serupa digunakan Kavaleri Kostrad TNI AD. (more…)
Adopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) tak pelak menjadikan ranpur (kendaraan tempur) konvensional menjelma laksana ‘ranpur pintar.’ Tak hanya terkoneksi secara data, namun sistem ranpur dan persenjataannya dapat terintegrasi dengan unit komando yang lebih luas, menjadikan pola pergerakan unit kavaleri mampu berjalan efektif dan terpadu antar elemen. (more…)
Belum lama berselang, Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) membantah laporan terbaru dari (Sipri Stockholm International Peace Research Institute) – Arms Transfer Database, yang menyatakan Singapura telah memproleh varian MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A7 dari Krauss Maffei Wegmann (KMW), Jerman. Menurut Sipri dan UN Register of Conventional Arms (ROCA), sebanyak 12 unit Leopard 2A7 telah diterima Singapura pada periode 2016-2017. (more…)
Dalam kategori Main Battle Tank (MBT), daya magis PT-91M Pendekar seolah tenggelam jika dibandingkan Leopard 2A4 yang digunakan Indonesia dan Singapura. Meski dari spesifikasi masih kalah unggul dibanding Leopard 2A4, namun perlu diketahui bahwa MBT Malaysia inilah yang pertama hadir mewakili generasi MBT modern di kawasan Asia Tenggara. Berkat PT-91M Pendekar muncul demand MBT di Singapura, yang kemudian berlanjut ke Indonesia. (more…)
Setelah Pusat Pendidikan Kavaleri TNI AD (Pusdikkav) dilengkapi Drive Training Vehicle (DVT) berupa Leopard 2 Fahrschulpanzer, kini guna meningkatkan kinerja pelatihan awak ranpur MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 telah hadir fasilitas simulator untuk MBT tersebut. Dipasok oleh Rheinmetall Defence Electronics, unit yang didatangkan adalah Leopard gunnery skills trainer (LGST) dan driver training simulator (DTS). Sebelum ini, Rheinmetall juga telah melakukan instalasi simulator kapal selam untuk pelatihan awak kapal selam TNI AL. (more…)
Dari total pesanan 61 unit MBT (Main Battle Tank) Leopard 2 Ri (Republic of Indonesia), 40 unit diantaranya telah tiba di Indonesia. Tepatnya pada 28 Desember 2016 lalu, kapal Hoegh Kobe (Singapura) mendaratkan 16 unit Leopard 2 Ri di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari gelombang kedua pengiriman dari pabrikan Rheinmetall Defence, Jerman. Dengan tuntasnya pengiriman gelombang kedua, maka kini tinggal 21 unit Leopard 2 Ri yang masih belum dikirim ke Tanah Air. (more…)
Keperkasaan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 mungkin tak usah diragukan lagi, bahkan tank asal Jerman dengan bobot 60-tonan ini juga telah menjadi ikon kekuatan Kavaleri TNI AD. Namun berita dari Timur Tengah beberapa hari lalu seolah ‘menodai’ keangkeran Sang Leopard. Pangkal musababnya adalah rontoknya 10 unit Leopard 2A4 AD Turki oleh senjata anti tank/ATGM (Anti Tank Guided Missile) yang dioperasikan militan ISIS di daerah Al Bab, Suriah. (more…)
Karena punya dimensi dan bobot yang ekstra berat (60 ton) dibanding ranpur tank TNI pada umumnya, MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 Kavaleri TNI AD perlu perlakuan khusus dalam menunjang transportasinya, khusus untuk operasi lintas laut, bahkan TNI AL menghadirkan LST (Landing Ship Tank) terbesar, KRI Teluk Bintuni 520. Kini, meski tak sebesar KRI Teluk Bintuni, Dinas Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) bakal diperkuat armada kapal jenis LCU (Landing Craft Utility) yang didapuk sanggup membawa tank Leopard. (more…)
Selain keberadaan ARV (Armoured Recovery Vehicle) dan AEV (Armoured Engineer Vehicle), kedatangan armada Leopard 2A4 dan Leopard 2A4 Revolution dari Jerman juga bakal diperkuat komponen AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge). Dengan kontur geografis serta kondisi alam Indonesia, adanya AVLB untuk Leopard TNI AD multak diperlukan, dimana medan di Tanah Air banyak memiliki anak-anak sungai yang punya bentang 15 – 20 meter.