Meski saat ini beritanya telah berlalu, namun sekitar dua minggu lalu, yakni pasca kunjungan kapal induk Angkatan Laut Perancis Charles de Gaulle ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian kebutuhan kapal induk untuk mendukung operasi militer selain perang (OMSP). (more…)
Bila TNI AD memiliki Dinas Pelayaran Angkatan Darat (Dislaikad) yang mengoperasikan berbagai jenis kapal, termasuk Landing Craft Utility (LCU), maka demikian pula dengan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang, memiliki dinas sejenis yang Je LCU untuk mendukung operasi angkatan darat terutama dalam transportasi logistik, personel, dan alat tempur ke berbagai pulau. (more…)
Meksi bukan dioperasikan oleh TNI AL, namun mama kapal angkut ini boleh dibilang selalu lekat dengan identitas “Indonesia.” Inilah LCH (Landing Craft Heavy) Balikpapan class yang pernah menjadi arsenal Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy). Diproduksi oleh Galangan Walkers Limited di Maryborough, Queensland, penamaan enam unit LCH Balikpapan class mengambil nama kota perjuangan pasukan Australia di Pulau Kalimantan selama Perang Dunia Kedua. (more…)
Kolaborasi menjadi kunci guna memenangkan tender besar, dan itu telah dilakoni oleh Raytheon Australia yang menggandeng galangan kapal Austal dan perusahaan perancang sistem maritim BMT, persisnya ketiga perusahan ‘bersatu’ guna menggarap proyek tender dan memenuhi persyaratan dalam Land 8710 Phase 1A yang dirilis Departemen Pertahanan Australia. (more…)
Tonasenya tidak besar, namun jenis kapal ini banyak mengambil peran penting dalam babak operasi pendaratan amfibi. Inilah yang disebut LCU (Landing Craft Utility), dan tak terkecuali, Angkatan Laut Rusia turut mengerahkan jenis LCU terbarunya dalam operasi militernya di Ukraina, khususnya di kawasan Pulau Ular. (more…)