
Berita kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class milik Korea Utara rupanya masih menjadi topik bahasan menarik, kali ini ada temuan dari citra satelit, yakni dugaan adanya kawanan balon udara di atas kapal perang yang ditutupi terpal biru. (more…)

Ada yang menarik dari latihan pencegatan dan penghancuran drone di Korea Utara, selain menggunakan wahana helikopter, yang berhasil mencuri perhatian adalan helikopter serang yang digunakan adalah dari jenis MD 500, buatan Amerika Serikat. (more…)

Terkenal sadis dalam memberi ganjaran hukuman, murkanya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class masih mengemuka dalam pemberitaan global. Dan lewat citra satelit, kini dapat dianalisis tingkat kerusakan dan kerugian yang terjadi atas kegagalan peluncuran di Chongjin, yang oleh Kim Jong Un disebut sebagai “tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan mutlak.” (more…)

Pembangunan alutsista serba cepat ala Korea Utara telah membawa ‘korban’, Kantor Berita Korea Utara – KCNA melaporkan telah kecelakaan serius saat upacara peluncuran kapal perang jenis destroyer – Choe Hyon class. (more…)

Klaim kesuksesan PL-15 dalam menembak jatuh beberapa jet tempur India, termasuk Dassault Rafale, secara langsung ikut mengangkat pamor rudal udara ke udara blok Timur, yang selama ini dikesankan tertinggal dari teknologi rudal buatan Barat. Meski tak terkait langsung dengan isu yang terjadi di Kashmir, ada kabar mengejutkan datang dari Korea Utara. (more…)

Dalam kunjungan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke basis produksi self propelled tracked MLRS KN-25 di Kusong,, juga terungkap sosok Main Battle Tank (MBT) produksi lokal, yakni Cheonma-2. Terkenal karena mengusung desain MBT Abrams dan Armata, Cheonma-2 terlihat mendapat sejumlah upgrade pada lapisan proteksi. (more…)

Sejak dikirim ke Ukraina untuk membantu pasukan Rusia, nama self propelled tarcked MLRS (Multiple Lauch Rocket System) buatan Korea Utara ini menjadi dikenal luas, dengan kaliber 600 mm, KN-25 pun disebut komunitas pertahanan internasional sebagai salah satu sistem artileri bergerak terkuat di dunia. Dan lewat unggahan di media sosial, disebut Korea Utara tengah memulai produksi massal KN-25. (more…)

Tak mau dianggap punya alutsista ‘kaleng-kaleng’, hanya beberapa hari sejak diluncurkan di Galangan Nampo, kapal perusak (destroyer) ‘Karya Anak Bangsa’ Korea Utara, Choe Hyon dengan nomer lambung 51, dikabarkan telah melakukan uji tembak untuk semua jenis sistem persenjataan yang ada di kapal perang berbobot 5.000 ton itu. (more…)

Tanpa ‘omon-omon’, Korea Utara kembali menggemparkan jagad alutsista global, yakni dengan peluncuran kapal perusak (destroyer) ringan dengan bobot 5.000 ton. Berlokasi di kota pelabuhan Nampo, Korea Utara, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meresmikan destroyer Choe Hyon dengan nomer lambung 51. Dibangun dalam waktu 400 hari, multipurpose destroyer ini dilengkapi persenjataan yang mampu membetot perhatian para analis pertahanan. (more…)

Misi pengintaian udara meski dilakukan pada masa damai dan berada di wilayah udara internasional, kerap mengundang maut. Bukan sebatas dicegat (intercept), seperti pada insiden EP-3E ARIES Angkatan Laut AS yang menjadi tahanan di Pulau Hainan pada tahun 2001, maka AS rupanya punya pengalaman terburuk dalam misi intai udara di masa damai, yakni ditembak jatuhnya pesawat intai Lockheed EC-121M Warning Star oleh jet tempur MiG-21 Korea Utara. (more…)