
Meski belum ada bukti penggunaan howitzer ini dalam konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja, namun, nama M-71 Soltam sempat diperbincangkan, lantaran dikabarkan siap digelar oleh satuan artileri medan Angkatan Darat Thailand. Bukan jenis alutsista baru, tapi debut M-71 Soltam menarik untuk dicermati, khususnya howitzer tarik (towed howitzer) kaliber 155 mm ini telah dioperasikan empat negara di Asia Tenggara. (more…)

Akibat banyak mengumbar konflik, selama ini dinarasikan bahwa Israel kekurangan amunisi, sehingga negara Yahudi berusaha keras mengimpor amunisi dan persenjataan dari negara-negara sekutunya. Namun, ada kabar dari Filipina, yang mana Angkatan Darat Filipina justru akan menerima 100 butir amunisi pintar untuk howitzer dari Israel. (more…)

Sempat disebut punya tingkat akurasi yang kurang memuaskan, nama meriam howitzer tarik KH-178 seolah ‘tenggelam’, meriam buatan Korea Selatan ini juga jarak ditampilkan dalam ajang pameran pertahanan. Namun, dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2024 (26 Agustus hingga 6 September 2024), rupanya KH-178 kembali ikut disertakan oleh TNI AD, termasuk berhasil melakukan uji tembak menggunakan amunisi tajam, bersama meriam howitzer M119 105 mm milik Angkatan Darat AS. (more…)

Howitzer kaliber 105 mm bertengger di atas pegunungan, mungkin terlihat lazim di antara perbatasan India – Pakistan dan India – Cina, yang kaya konflik. Hal sebaliknya, adanya howitzer 105 mm di pegunungan Amerika Serikat juga ada, tentu ini mengundang tanya, untuk apa ada howitzer 105 mm di pegunungan AS? Apakah wilayah perbatasan AS dengan Kanada dalam kondisi terancam? (more…)

Guna menghadapi konflik bersenjata di kawasan selatan Mindanao, Angkatan Darat Filipina telah merancang paket modernisasi pada sistem senjata artileri medan berupa howitzer tarik (towed howitzer) di kaliber 105 mm. Dipimpin Letnan Jenderal Romeo Brawner, Angkatan Darat Filipina dikabarkan sedang memilih di antara tiga pilihan howitzer tarik yang telah masuk sebagai penawaran. (more…)