Kabar mengenai langkah Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force – RSAF) yang memutuskan untuk mengakuisisi empat unit pesawat angkut Lockheed C-130H Hercules bekas pakai Angkatan Udara Spanyol (Ejército del Aire) menjadi sorotan menarik di dunia pertahanan. (more…)
Improvisasi mutlak dilakukan dalam peperangan, terlebih bila ada keterbatasaan pada kemampuan alutsista yang ada. Seperti pada Perang Falkland (Malvinas) di tahun 1982, salah satu yang menjadi titik lemah upaya ofensif Argantina adalah tiadanya pesawat pembom. (more…)
Mengikut jejak C-130B Hercules A-1301 yang telah purna tugas dan kini menjadi koleksi di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, maka seri lanjutan dari C-130B kembali resmi dipensiunkan TNI AU, bukan hanya satu, namun TNI AU langsung memensiunkan tiga unit C-130B retrofit yang selama ini menjadi arsenal Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (more…)
Adalah fakta bahwa Indonesia adalah negara pertama di luar Amerika Serikat yang jadi pengguna C-130 Hercules, tapi perlu dicatat, yang dimaksud adalah C-130B Hercules. Sementara jika dirunut dari keluarga C-130 Hercules secara umum, maka pengguna pertama C-130 di luar AS adalah Australia. Bila Indonesia menerima C-130B perdana pada 18 Maret 1960, maka Australia menerima varian paling awal (C-130A) pada 13 Desember 1958. (more…)
Ada yang datang dan ada yang pergi, bila di tahun 2023 TNI AU dijadwalkan akan menerima unit perdana pesawat angkut C-130J Super Hercules, maka menjelang akhir tahun ini, TNI AU juga resmi melepas atau memensiunkan salah satu armada Hercules seri lama, yakni C-130B Hercules – short body – yang selama ini dioperasikan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. (more…)